SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Struktur dan Makna Serat Layang Anbiya

Jamila Wijayanti

Abstrak


Filologi adalah suatu pengetahuan tentang sastra-sastra dalam arti yang
luas mencakup bidang kebahasaan, kesastraan, dan kebudayaan. Sasaran kajian
filologi meliputi naskah dan teks dengan tujuan untuk mengungkapkan nilai dan
fungsi naskah maupun teks pada masyarakat penciptanya. Selain itu, bertujuan
untuk menggali warisan budaya atau nilai budaya sebagai alternatif pengemban
kebudayaan lama. Sastra yang dipelajari filologi merupakan karya sastra lama,
dalam penelitian ini mengkaji naskah Serat Layang Anbiya. Serat Layang Anbiya
merupakan naskah kesusastraan Jawa-Islami yang berbentuk tembang macapat
dan isinya menceritakan kisah para nabi. Kisah para nabi tersebut dimulai dari
kisah Nabi Adam hingga Nabi Muhammad. Banyaknya kisah yang ada, penelitian
ini difokuskan pada kisah Nabi Adam. Selama ini banyak penelitian kesusastraan
Jawa-Islami, namun peneliti tertarik pada Serat Layang Anbiya karena isinya
menceritakan kisah para nabi yang bersumber dari Al Qur’an. Penelitian ini
bertujuan untuk mengungkapkan deskripsi struktur, makna, dan fungsi yang
terdapat dalam Serat Layang Anbiya.
Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Data dalam
penelitian ini berupa teks tembang macapat yang terdapat dalam naskah Serat
Layang Anbiya. Penelitian ini dibatasi pada kisah Nabi Adam yang terdiri dari
lima pupuh yang memuat 286 bait tembang. Instrumen yang digunakan untuk
mengumpulkan data berupa human instrument yang dibantu dengan daftar tabel
acuan penjaring data. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan melakukan
inventarisasi dan menggali informasi naskah Serat Layang Anbiya, kemudian
naskah tersebut ditransliterasi dari aksara pegon atau Arab-Jawi ke aksara latin.
Analisis data dilakukan dengan membuat abstraksi setiap bait tembang yang
kemudian diinterpretasikan sesuai dengan tujuan penelitian. Untuk menjaga
kesahihan data dilakukan teknik kecukupan refarensial, ketekunan pengamatan,
dan trianggulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Serat Layang Anbiya menceritakan
kisah Nabi Adam yang memiliki tema religius. Amanat yang terkandung dalam
serat ini ialah hendaknya manusia menjalankan perintah Tuhan dan menjauhi
segala larangannya, kepada Iblis hendaknya menusia menjauhi tipu daya Iblis
karena Iblis merupakan musuh bagi manusia. Makna yang dikandung dalam Serat
Layang Anbiya menyatakan bahwa Tuhan mempunyai sifat Maha Kuasa karena
Dialah yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya, sedangkan Nabi
Adam merupakan manusia yang diciptakan pertama kali. Nabi Adam merupakan
makhluk Tuhan yang sempurna karena memiliki akal fikiran dan hawa nafsu.
Manusia mempunyai musuh yang akan terus tetap menggida dan membujuk rayu
untuk mengajak keneraka yaitu Iblis.    ii
Berdasarkan hasil penelitiaan ini, dapat disarankan agar dilakukan
penelitian lebih lanjut naskah Serat Layang Anbiya dengan mengkaji nilai
religius, nilai budaya, atau mengadakan kajian sastra bandingan mengingat
banyaknya versi naskah Serat Layang Anbiya.

Teks Penuh: DOC