SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Tindak Tutur Penyiar Radio Acara Request “Musikku” di MFM

Ulum Janah

Abstrak


Bahasa merupakan salah satu bagian penting dalam hubungan bersosial, selain itu bahasa sangat bermanfaat bagi manusia untuk mengutarakan ide dan perasaannya. Bahasa juga diperlukan dalam proses siaran radio. Pada siaran radio, penyiar sebagai orang yang mempunyai peranan penting dalam proses siaran selalu menggunakan tuturan untuk menyampaikan informasi, ide-ide, dan memberikan hiburan kepada pendengarnya.

         Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud tindak tutur, fungsi tindak tutur, dan implikasi tindak tutur penyiar radio acara request “Musikku” di MFM pada pembukaan siaran, isi siaran dan penutupan siaran sebagai ciri khas siaran radio.

         Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data penelitian berupa tuturan penyiar radio  dalam acara request “Musikku” di MFM. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan langsung. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia yakni peneliti dan pedoman pengumpulan data. Analisis data meliputi (1) reduksi data yaitu identifikasi, klasifikasi, dan kodefikasi data, identifikasi dilakukan untuk menyeleksi kelayakan data sebagai wacana yang utuh. Klasifikasi data dilakukan untuk mengelompokkan data berdasarkan tujuan penelitian, dan kodifikasi data dilakukan utnuk memberi identitas data sesuai dengan tujuan penelitian yang berupa penomeran dan abjad; (2) penyajian data merupakan kegiatan mengelompokkan data yang telah ditemukan; dan (3) verifikasi atau penyimpulan dari kegiatan analisis data yang telah dilakukan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur penyiar radio acara request “Musikku” di MFM terdiri dari 3 bagian  antara lain; (1) pembukaan siaran, (2) isi siaran dan (3) penutupan siaran. Pada pembukaan siaran terdapat satu wujud tindak tutur yaitu tindak tutur representatif, yang memiliki 2 fungsi tindak tutur antara lain; (1) membuka siaran dan (2) memberitahukan, serta memiliki 3 implikasi tindak tutur  antara lain; (1) memberitahukan, (2) menyuruh dan (3) mengingatkan. 

Isi siaran memiliki 4 wujud tindak tutur antara lain;(1) representatif, (2) direktif, (3) komisif dan (4) ekspresif. Fungsi tindak tutur dalam isi siaran memiliki 24 fungsi antara lain;(1) memberitahukan, (2) menanyakan, (3) meminta, (4) menyatakan, (5) menggoda, (6) menawarkan, (7) memutuskan, (8) mengucapkan terima kasih, (9) menuntut, (10) mengajak, (11) memastikan, (12) menanggapi, (13) mengiyakan, (14) menyuruh, (15) meminta maaf, (16) mengemukakan pendapat, (17) memuji, (18) mengomentari, (19) ) menolak, (20) mengeluh, (21) menyapa, (22) mengekspresikan keheranan, (23) mengekpresikan keterkejutan dan (24) menjanjikan. Dalam isi siaran juga memiliki 25 implikasi tindak tutur antara lain; (1) tindak mengajak, (2)menerima telepon, (3) meminta, (4) menyuruh, (5) membacakan pesan, (6) memerintah, (7) menuntut, (8) memutuskan, (9) menyatakan, (10) menyindir, (11) menanggapi, (12) mempengaruhi, (13) mengingatkan, (14) mengeluh, (15) menantang ,  (16) mengalihkan pembicaraan, (17) memuji , (18) menolak, (19) menjanjikan, (20) mengekspresikan keheranan, (21) mengecam, (22) menjawab, (23) memvariasi siaran, (24)  menggoda, dan  (25) meminta maaf.

Pada penutupan siaran memiliki satu wujud tindak tutur yaitu representatif, dan satu fungsi tindak tutur yaitu menutup siaran serta satu implikasi yaitu memberitahukan.

Teks Penuh: DOC