SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2003

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Karakteristik Cerita Komik Jepang Terjemahan Seri Doraemon Karya Fujiko F. Fujio(Sebuah Kajian Struktural dan Sosiologi Sastra)

Henny Kristiyanti

Abstrak


Komik Doraemon merupakan salah satu komik Jepang yang masih di-
gemari oleh anak-anak sampai orang dewasa. Hal ini disebabkan, komik
Doraemon memiliki keunikan yang tidak dimiliki komik lain. Untuk mengetahui
keunikannya ini dilakukan penelitian terhadap karakteristik cerita dan nilai-nilai
yang terkandung di dalam komik tersebut,  khususnya nilai moral. Tujuan dari
penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik dan nilai-nilai moral yang ada
dalam komik Doraemon. Diharapkan dari penelitian ini dapat digunakan dalam
pengajaran bahasa dan sastra Indonesia dan juga dapat digunakan sebagai
referensi bagi para komikus Indonesia dalam membuat karya komik.
Seri Doraemon yang digunakan adalah 1, 5, 11, 19, 22, 36, dan 38. Dalam
penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Instrumen
penelitian yang digunakan adalah “human instrument”, yaitu peneliti sebagai
instrument utama. Teknik pengumpulan data menggunakan kartu kutipan (catatan
korpus data) dengan panduan kodifikasi  data. Untuk mengumpulkan data dan
meng-analisis, peneliti menggunakan instrumen yang berupa” Panduan Kodifikasi
Data”. Dalam pengecekan keabsahan data, peneliti berdiskusi dengan teman-
teman yang lebih ahli, baik dari jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan jurusan
Desain Komunikasi Visual. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan tiga tahapan,
yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan penyelesaian.
Hasil penelitian ini menunjukkan  bahwa komik Doraemon ini sangat
sederhana, baik dari unsur intrinsik (tokoh dan penokohan, tema, sudut pandang,
gaya penceritaan, alur,  dan latar) maupun nilai-nilai moral yang berhubungan
dengan diri sendiri, moral yang berhubungan antarmanusia dalam lingkungan
social, dan moral yang berhubungan dengan alam dan binatang. Hal ini dapat
dilihat ketika pengarang mendeskripsikan unsur intrinsik. Pengarang banyak
menggunakan bahasa sehari-hari, sehingga pembaca bisa memahami makna yang
terdapat dalam cerita.
Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti berharap pada para guru sastra,
pembaca komik, dan peneliti selanjutnya agar penelitian dapat dijadikan sebagai
wawasan dalam pengajaran, kehidupan, dan penelitian selanjutnya. Hal ini
disebabkan, banyak variabel yang belum terjamah, sehingga penelitian dalam hal
komik ini menjadi lebih sempurna.

Teks Penuh: DOC