SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi Bertema Patriotik dengan Media Lagu pada Siswa Kelas VIII di SMPN 1 Campurdarat

Bagus Setya Mahardhika

Abstrak


Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) mata pelajaran Bahasa dan
Sastra Indonesia ada empat kemampuan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa
yaitu membaca, menyimak, berbicara dan menulis. Kemampuan menulis yang
harus dikuasai siswa kelas VIII adalah kemampuan menulis puisi bebas.
Pembinaan kemampuan menulis puisi harus dibelajarkan sejak dini karena
kemampuan menulis puisi membutuhkan proses pembelajaran yang bertahap.
Dari studi pendahuluan ditemukan bahwa kemampuan menulis puisi siswa belum
dikembangkan dengan optimal. Berdasarkan informasi dari guru, < 50% siswa
mampu menulis puisi. Pada umumnya siswa merasa bosan dengan proses
pembelajaran yang dilaksanakan. Salah satu faktor penyebab kondisi ini adalah
guru tidak menggunakan media yang dapat menarik minat siswa untuk belajar.
Lagu merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan guru untuk menarik
minat siswa dalam proses pembelajaran menulis puisi karena lagu mengandung
irama dan lirik yang dikenal dan disenangi oleh siswa.  
Tujuan penelitian secara umum adalah mengemukakan cara meningkatan
kemampuan menulis puisi bertema patriotik dengan media lagu pada siswa kelas
VIII di SMPN 1 Campurdarat. Tujuan secara khusus adalah mengemukakan cara
meningkatkan kemampuan siswa pada tahap: (1) pramenulis, (2) menulis, dan (3)
pascamenulis dalam pembelajaran menulis puisi bertema patriotik dengan
menggunakan media lagu.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas.
Tindakan akan dilaksanakan dalam dua siklus. Sumber data diperoleh dari siswa
kelas VIII D yang berjumlah 43 siswa yang terdiri dari 20 siswa laki-laki dan 23
siswa perempuan. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data proses,
data verbal, dan data hasil. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Ada beberapa tahap yang digunakan
untuk menganalisis data yaitu tahap persiapan, tahap pengelompokkan dan
pengolahan (tahap koreksi, tahap pengelompokkan hasil koreksi, pengolahan skor
mentah menjadi skor standar, dan penyimpulan), dan tahap penentuan klasifikasi
kemampuan.
Berdasarkan analisis data diketahui adanya peningkatan kemampuan
menulis puisi pada tahap pramenulis, tahap menulis, dan tahap pascamenulis.
Pada tindakan siklus 1 dan siklus 2 terjadi perubahan yang cukup signifikan pada
proses dan hasil pembelajaran. Pada tahap pramenulis tindakan siklus 1, siswa
yang memperoleh skor ≥ 7 adalah 28 siswa dengan persentase 65,11%. Pada tahap
ini masih ditemukan siswa yang belum mampu menemukan ide, merumuskan tema, dan menulis kerangka puisi yang sesuai dengan tema yang dipelajari. Pada
tahap menulis, siswa yang mendapat skor ≥ 7 adalah 12 siswa dengan persentase
27,91%. Pada tahap ini, sebagian besar siswa belum mampu menggunakan kata
konotasi, lambang atau simbol, pengimajian, dan majas dengan baik. Pada tahap
pascamenulis dilaksanakan kegiatan yang menekankan pada aspek sikap (afektif).
Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan motivasi dan penghargaan atas hasil
kerja siswa dengan cara membacakan puisi. Dari kegiatan ini siswa menjadi
termotivasi untuk berlatih menulis puisi secara intensif sehingga dapat
meningkatkan hasil belajar.
Pada tahap pramenulis tindakan siklus 2, siswa yang mendapat skor ≥ 7
adalah 37 siswa dengan persentase 86,05%. Hasil ini menunjukkan adanya
peningkatan sebesar 20,94%. Pada tahap ini semua siswa telah mampu
menemukan ide, merumuskan tema, dan menulis kerangka puisi sesuai dengan
tema yang dipelajari. Pada tahap menulis, siswa yang mendapat skor ≥ 7 adalah
33 siswa dengan persentase 76,74%. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan
sebesar 48,83%. Pada tahap ini sebagian besar siswa telah mampu menggunakan
kata konotasi, lambang atau simbol, pengimajian, dan majas dengan baik. Pada
tahap pascamenulis dilaksanakan kegiatan yang menekankan pada aspek sikap
(afektif). Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan motivasi dan penghargaan
atas hasil kerja siswa dengan cara membacakan puisi. Dari kegiatan ini siswa
menjadi termotivasi untuk berlatih secara intensif sehingga dapat meningkatkan
kemampuan mereka dalam menulis puisi.   
Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran yang dikemukakan yaitu
(1) saran bagi guru Bahasa Indonesia, disarankan untuk mengembangkan media
pembelajaran dan strategi pembelajaran yang dapat menarik minat siswa untuk
belajar menulis puisi, sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam
menulis puisi. Selain itu, guru diharapkan memberikan motivasi dan mendorong
siswa untuk mengembangkan bakat yang mereka miliki, (2) bagi pelaksana
penelitian selanjutnya, disarankan untuk mengadakan penelitian tentang
kemampuan menulis dengan memanfaatkan media lagu pada kompetensi dasar
yang lain, dan (3) bagi siswa, disarankan untuk mempertahankan dan
meningkatkan kemampuan mereka dalam menulis puisi bertema patriotik pada
tahap pramenulis, menulis, dan pascamenulis.

Teks Penuh: DOC