SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implikatur Pertanyaan dalam Percakapan Berbahasa Indonesia antara Pengunjung dengan Pegawai Perpustakan Pusat Universitas Negeri Malang

Sustiana Sustiana

Abstrak


Percakapan merupakan suatu peristiwa yang sangat menonjol dalam berbagai macam gejala penggunaan bahasa. Melalui percakapan, seseorang dapat menjaga dan menciptakan hubungan sosial dalam masyarakat. Dalam interaksi di perpustakaan, percakapan merupakan kontak verbal secara langsung antara pegawai perpustakaan sebagai penutur dengan pengunjung perpustakaan sebagai mitra tutur. Dalam percakapan tersebut pegawai dan pengunjung perpustakaan dapat menggunakan berbagai jenis tindak verbal, salah satunya pertanyaan. Pertanyaan merupakan salah satu tindak verbal yang penting dalam interaksi di perpustakaan. Pertanyaan yang diucapkan dalam percakapan di perpustakaan ada yang memiliki makna sesuai dengan yang diucapkan dan ada pula yang memiliki makna terselubung. Pertanyaan yang memiliki makna terselubung dalam penelitian ini disebut implikatur pertanyaan. Makna tuturan yang  disampaikan secara langsung dapat dengan mudah dipahami, tetapi makna tuturan yang disampaikan secara tidak langsung relatif lebih sulit dipahami.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) wujud bahasa yang mewadahi implikatur pertanyaan dalam percakapan berbahasa Indonesia antara pengunjung dengan pegawai perpustakaan pusat Universitas Negeri Malang, (2) implikasi pragmatik pertanyaan dalam percakapan berbahasa Indonesia antara pengunjung dengan pegawai perpustakaan pusat Universitas Negeri Malang, dan (3) fungsi implikatur pertanyaan dalam percakapan berbahasa Indonesia antara pengunjung dengan pegawai perpustakaan pusat Universitas Negeri Malang.

Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif. Data penelitian berupa tuturan implikatur pertanyaan dalam interaksi di perpustakaan. pengambilan data dilakukan tanpa sepengeahuan subjek penelitian. Data itu diperoleh melalui catatan lapangan dan wawancara. Peneliti merupakan instrumen utama dalam pengumpulan data. dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan catatan lapangan dan pedoman wawancara. Analaisis data dilakukan dengan cara (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penyimpulan.

 Hasil analisis data yang dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama   wujud bahasa yang mewadahi implikatur pertanyaan pegawai perpustakaan (a) untuk meminta dengan menggunakan kata tanya mana, dan partikel kok,  (b) untuk menyuruh menggunakan kata tanya, mana dan apa, intonasi tanya, serta partikel tanya kok dan ya, (c) untuk mengingatkan, menggunakan intonasi tanya dan partikel tanya ya, (d) untuk melarang, menggunakan kata tanya kemana dan partikel tanya ya, (e) untuk menolak, menggunakan intonasi tanya, dan (f) untuk mencurigai, menggunakan kata tanya siapa dan mana. Kedua implikasi pragmatik pertanyaan pegawai perpustakaan pusat Universitas Negeri Malang dalam percakapan berbahasa Indonesia dengan pengunjung perpustakan ada enam, meminta, menyuruh, melarang, mengingatkan, menolak, dan mencurigai. Ketiga fungsi implikatur pertanyaan pegawai perpustakaan (a) ketika meminta berfungsi untuk memperhalus permintaan, (b) ketika menyuruh berfungsi untuk memperhalus suruhan  serta untuk menyembunyikan muka (c)  ketika mengingatkan berfungsi untuk memperhalus peringatan, (d) ketika melarang berfungsi untuk memperhalus larangan, (e) ketika menolak berfungsi untuk memperhalus penolakan, dan (f) ketika menuduh berfungsi untuk memperhalus tuduhan dan menghilangkan atau mengurangi rasa malu.


Teks Penuh: DOC