SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Lakuan Dalam Naskah Drama Bila Malam Bertambah Malam Karya Putu Wijaya

Aga Shakti Kristian

Abstrak


Drama adalah sebuah cerita yang berbentuk dialog tentang konflik manusia yang digambarkan melalui kata-kata dan lakuan di atas panggung di hadapan penonton. Sedangkan lakuan adalah wujud nyata konflik yang menggambarkan kepribadian manusia (fisikal, intelektual, dan spiritual) sebagai dasar metodenya. Keseluruhan rangsangan dinamis yang mendorong seseorang melakukan respon harus dapat dijelaskan secara teknis sesuai dengan kerja fisik dan psikologis tokoh.

Penelitian ini mengangkat masalah pembagian unit motivasional yang terdapat dalam naskah drama Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya, motif yang mendasari lakuan, dan klasifikasi deskripsi bentuk lakuan.

Drama sebagai teks sastra memiliki unsur-unsur yang membangunnya antara lain plot, tokoh dan penokohan , tema, dan latar. Sedangkan lakuan adalah segalagerak/perbuatan yang dilakukan oleh para pelaku dan segala kejadian yang menggambarkan situasi, termasuk ilustrasi suara. Lakuan berdasarkan komposisi panggung meliputi posisi tubuh, pemanfaatan daerah permainan, penggunaan level atau alat panggung, prinsip garis lurus, dan perpindahan posisi. Analisis lakuan dimulai setelah diadakan pembagian unit motivasional dan diketahui motif pada masing-masing lakuan.

Penelitian ini dilakukan dengan rancangan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitataif dan menggunakan metode deskriptif analitik, yang berusaha memaparkan fakta-fakta yang kemudian disusul dengan analisis. Data penelitian berupa satuan-satuan dialog dalam unit motivasional yang bersumber pada naskah drama Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tabel yang disesuaikan dengan kriteria yang sudah ditentukan sebelumnya.

Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa terdapat 40 unit motivasi yang pembagiannya dilakukan berdasarkan pergantian adegan, perubahan karakter, dan perubahan topik. Hubungan motif dengan luapan emosi sebagai ekspresi tidak lain adalah penjabaran situasi/keadaan batin yang dialami karakter sehingga menghasilkan energi emosional yang diwujudkan dalama sebuah laku yang memiliki maksud. Berdasarkan komposisi panggung, deskripsi lakuan dalam naskah drama Bila Malam Bertambah Malam meliputi posisi tubuh, pemanfaatan daerah permainan, penggunaan level atau alat panggung, prinsip garis lurus, dan perpindahan posisi. Saran penulis bagi para pembaca, agar dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan latihan dan pembelajaran pemeranan, baik di sekolah maupun di luar sekolah demi pengembangan ilmu drama.


Teks Penuh: DOC