SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Sebuah Deskripsi tentang Penggunaan Gaya Bahasa dalam Beita Kriminal Surat Kabar Memo Arema Edisi Juni 2006

Siti Mutamimah

Abstrak


Gaya bahasa adalah pengaturan kata-kata, dan kalimat-kalimat yang paling indah untuk mengekspresikan tema, ide, gagasan, dan perasaan serta pengalaman seorang penulis. Berita kriminal merupakan salah satu jenis sajian informasi dalam surat kabar yang berisikan peristiwa-peristiwa aktual seputar dunia kirminal.

            Berita kriminal di surat kabar memiliki kekhasan tersendiri dalam penggunaan bahasa, salah satu kekhasan gaya bahasa itu tampak pada surat kabar Memo Arema. Memo Arema merupakan surat kabar lokal kota Malang yang terbit setiap hari dengan mengangkat berita kriminal dan berita olah raga sebagai kajian utamanya. Pada awal kemunculannya Memo Arema merupakan radar yang mengikuti harian Memorandum Surabaya, baru pada tanggal 1 Februari 2000 Memo Arema tampil secara individu sebagai surat kabar yang independen. Apabila ditinjau dari segi cakupan atau latar belakang isi beritanya, gaya bahasa yang digunakan lazimnya merupakan kata-kata yang kasar atau vulgar. Namun pada kenyataannya, bukan bentuk gaya bahasa yang bersifat kasar saja yang terdapat dalam berita kriminal surat kabar. Terdapat juga jenis-jenis gaya bahasa yang lain, misalnya gaya bahasa yang bertujuan untuk memperhalus makna, atau gaya bahasa yang bertujuan untuk memperindah kata yang nantinya diharapkan dapat menarik perhatian pembaca.

            Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan gaya bahasa yang terdapat dalam berita kriminal surat kabar Memo Arema yang difokuskan pada edisi bulan Juni 2006. Permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut (1) bentuk gaya bahasa dalam berita kriminal Memo Arema edisi Juni 2006, (2) struktur gaya bahasa berita kriminal Memo Arema edisi Juni 2006, (3) konteks berita kriminal surat kabar Memo Arema edisi Juni 2006, dan (4) simbol ungkapan dalam berita kriminal surat kabar Memo Arema edisi Juni 2006.

            Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif denga teknik dokumentasi. Data utama dalam penelitian ini adalah gaya bahasa yang terdapat dalam berita kriminal surat kabar Memo Arema yang terbit pada edisi bulan Juni 2006. Dari keseluruhan data yang terkumpul, dipilih 26 data yang digunakan sebagai data utama. Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrumen kunci. Analisis data terdiri dari tiga alur, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Bentuk-nemtuk gaya bahasa yang terdapat dalam berita kriminal surat kabar Memo Arema edisi Juni 2006 adalah bentuk hiperbola, eufemisme, sarkasme, simile, personifikasi, metafora, dan metonimia, (2) struktur gaya bahasa dalam berita kriminal Memo Arema edisi Juni 2006 antara lain adalah berstruktur frasa nomina, verba, preposisi, dan ajektifa, (3) konteks yang terdapat dalam berita kriminal Memo Arema edisi Juni 2006 terdiri dari dua macam konteks, yakni konteks linguistik dan konteks nonlinguistik, dan (4) simbol ungkapan dalam berita kriminal Memo Arema edisi Juni 2006 adalah ungkapan-ungkapan yang menyimbolkan perasaan marah, benci, kasihan, bangga, geram, dan kecewa.

Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan beberapa saran. Bagi wartawan Memo Arema untuk lebih memperhatikan keefektifan penggunaan kata dan mengurangi gaya bahasa yang terlalu bombastis, namun terkesan kosong apabila dibaca secara keseluruhan. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah agar melakukan penelitian tidak terbatas pada gaya bahasa saja, namun disarankan untuk mengkaji sebuah surta kabar dari segi yang lain, misalnya dari segi pilihan kata atau unsur retorisnya.


Teks Penuh: DOC