SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Bermain Drama di Luar Kelas Siswa Kelas IV MI Miftahul Ulum Kedungkandang Tahun Ajaran 2005/2006

Tyara Fatima Indarti

Abstrak


Drama memiliki peranan yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Sumbangan drama dalam dunia pendidikan di antaranya adalah menunjang keterampilan berbahasa siswa (Maryaeni, 1992:2). Dalam Kurikulum 2004 aspek kebahasaan dibagi menjadi empat keterampilan, yaitu keterampilan membaca, menyimak, berbicara, dan menulis. Drama mempunyai peranan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam keempat keterampilan tersebut. Selain itu, pembelajaran drama juga bermanfaat untuk (1) meningkatkan pengetahuan siswa dalam pengalaman bersastra, (2) mengembangkan cipta, karsa, dan rasa, dan (3) mengembangkan pembentukan watak. Pembelajaran drama di MI perlu dilaksanakan karena mempunyai manfaat jangka pendek dan jangka panjang bagi sekolah dan siswanya. Manfaat jangka pendek berkaitan dengan implementasi KBK pada pembelajaran drama, sedangkan manfaat jangka panjangnya adalah untuk mengembangkan kesadaran sosial, sikap keagamaan, dan pembentukan watak siswa.

Berdasarkan observasi didapatkan informasi bahwa pembelajaran drama di sekolah-sekolah pada umumnya belum dilaksanakan dengan maksimal. Padahal berdasarkan buku-buku teks yang digunakan semuanya telah memasukkan pembelajaran drama sebagai salah satu pembelajaran yang wajib dilaksanakan seperti materi pembelajaran sastra yang lain. Pembelajaran drama di kelas hanya ditekankan pada penguasaan teori-teori dan kalaupun melakukan pementasan, siswa hanya diminta untuk membuat naskah sendiri tanpa tahapan-tahapan pembelajaran dan bimbingan guru. Banyak faktor yang melatarbelakangi kecenderungan pembelajaran drama tidak diajarkan di sekolah-sekolah, yaitu terbatasnya pengetahuan guru tentang drama, kurang efektifnya strategi dan metode pembelajaran , kurangnya fasilitas dan sarana yang memadai, dan kurangnya waktu dan kesempatan.

            Penelitian ini secara umum bertujuan untuk memperoleh deskripsi objektif tentang pelaksanaan pembelajaran bermain drama siswa kelas IV MI Miftahul Ulum. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) proses pembelajaran bermain drama di luar kelas, (2) hasil pembelajaran bermain drama di luar kelas, (3) proses pementasan drama , (4) hasil pementasan, dan (5) dampak pembelajaran bermain drama terhadap kemampuan menulis siswa. Ancangan penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Karena penelitian ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung proses dan hasil uji coba pelaksanaan pembelajaran drama di luar kelas, maka penelitian ini menggunakan metode pre experimental design (quasi experiment).

Indikator keberhasilan yang telah ditetapkan terpenuhi jika minimal dikuasai oleh 1/2 jumlah siswa. Dari indikator-indikator keberhasilan tersebut dapat disimpulkan hasil penelitian ini, yaitu (1) proses pembelajaran bermain drama di luar kelas dapat dilakukan dengan tahapan-tahapan yaitu (a) latihan konsentrasi, (b) latihan vokal, (c) latihan gerak, (d) latihan membaca dialog melingkar disertai intonasi yang tepat, dan (e) latihan dilog lepas naskah disertai ekspresi dan gerak yang sesuai dengan karakter masing-masing tokoh, (2) hasil pembelajaran bermain drama di luar kelas adalah (a) tingkat kemampuan siswa melakukan konsentrasi, dari pertemuan pertama sampai keenam mengalami peningkatan atau sudah baik dengan memenuhi tiga indikator keberhasilan, (b) tingkat kemampuan siswa dalam mengucapkan vokal cukup baik dengan memenuhi dua indikator keberhasilan, (c)  kemampuan siswa dalam bergerak di panggung cukup baik dengan memenuhi dua indikator keberhasilan, (d) tingkat kemampuan siswa dalam latihan membaca dialog melingkar disertai intonasi yang tepat cukup baik karena memenuhi dua indikator keberhasilan, dan (5) kemampuan siswa dalam latihan berdialog lepas naskah disertai ekspresi dan gerak yang sesuai dengan karakter tokoh sudah cukup baik karena memenuhi dua indikator keberhasilan, (3) proses pementasan dari awal sampai akhir, (4) hasil pementasan adalah (a) pementasan yang dilakukan siswa masih belum sempurna dan terdapat banyak kekurangan, (b) aspek ekspresi dan cara bergerak di panggung (bloking) merupakan aspek yang  belum dikuasai  siswa, (c)  vokal para pemain masih belum maksimal, hanya ada sebagian pemain yang sudah bisa mengucapkan dialog dengan jelas dan intonasi yang tepat, yaitu pemeran tokoh Ratu Jahat, Dayang, Perdana Menteri, dan Cermin Ajaib, dan (5) peran pembelajaran bermain drama terhadap kemampuan menulis siswa adalah (a) puisi yang ditulis oleh kelompok 1 dan 3, (b) cerita pengalaman yang ditulis oleh kelompok 2, dan (c) ringkasan cerita (sinopsis) yang ditulis oleh kelompok 4.

            Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar (1)  pihak sekolah 

(a)    menunjang kegiatan bermain drama di kelas melalui kegiatan ekstra teater, (b)

menunjang kegitan drama dengan sarana dan prasarana yang memadai, (c) memberi penghargaan kepada siswa, dengan menampilkan hasil kegiatan pembelajaran bermain drama dalam acara-acara yang diadakan sekolah, (2) guru bahasa Indonesia agar (a) memberikan kesempatan siswa untuk melakukan kegiatan bermain drama dengan memberikan pembelajaran drama di kelas, (b) memberikan latihan-latihan konsentrasi, vokal, gerak, ekspresi, bloking, dan akting di dalam kelas, dan (c) mendampingi siswa dalam melakukan latihan bermain drama di luar kelas, (3) calon guru bahasa Indonesia agar (a) membekali diri dengan kemampuan tertentu misalnya drama dan (b) mempelajari drama, baik dari segi drama sebagai karya sastra maupun drama sebagai karya pentas, dan (4) peneliti sesudahnya agar mengkaji lebih dalam lagi mengenai pembelajaran bermain drama, terutama pada siswa-siswa tingkat dasar seperti di SD/MI.

Teks Penuh: DOC