SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Model Perangkat Pembelajaran dan Bahan Ajar Membaca Cerita Anak Terjemahan untuk Mengembangkan Kecerdasan Intrapersonal Siswa SMP kelas VII

Yusetisa Yusetisa

Abstrak


Penemuan teori kecerdasan ganda oleh Howard Gardner membuka peluang munculnya berbagai inovasi di bidang pendidikan. Pandangan kecerdasan multifaset ini menawarkan suatu gambaran yang lebih kaya tentang kemampuan dan potensi keberhasilan seorang anak daripada Inteliigence Quotient (IQ) yang baku. Gardner (dalam Armstrong, 2002:19—23) mendaftar sedikitnya delapan macam kecerdasan yang dimiliki oleh setiap individu dengan kombinasi yang berbeda. Kecerdasan emosi sebagai bagian dari kecerdasan ganda mempunyai peran yang penting bagi kehidupan. Dalam kehidupan sehari-hari, kecerdasan emosi memegang lebih banyak peranan. Salah satu jenis kecerdasan emosi yang dikemukakan oleh Goleman adalah kecerdasan intrapersonal. Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan yang korelatif, tetapi terarah pada diri sendiri (Goleman, 2005:52).

               Beberapa sekolah sudah mencoba menggabungkan kegiatan pembelajaran dengan pengembangan kecerdasan ganda. Dengan penggabungan ini kegiatan pembelajaran tidak hanya menjadi lebih menarik, tetapi siswa juga bisa mendapatkan manfaat praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kehidupan pembelajaran di sekolah sangat dekat dengan buku ajar atau bahan ajar. Buku ajar memiliki peran penting yaitu sebagai media yang digunakan oleh siswa untuk menyerap ilmu. Hernowo (2006) menyatakan sebuah buku akan membantu menyalakan otak seorang siswa apabila buku tersebut benar-benar dapat membuatnya senang dan nyaman. Selain buku, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) juga menjadi salah satu aset penting terciptanya kegiatan pembelajaran yang menarik. RPP dan buku ajar yang menarik memungkinkan siswa lebih mudah menyerap ilmu. Sayangnya, selama ini baik dari pihak penyusun buku maupun pengajar masih kurang mampu menciptakan kegiatan pembelajaran yang menarik. Hal inilah yang menjadi landasan bagi peneliti untuk melakukan penelitian ini.

               Masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah model perangkat pembelajaran membaca cerita anak terjemahan untuk mengembangkan kecerdasan intrapersonal siswa SMP kelas VII?” Masalah tersebut dapat dirinci dalam dua masalah khusus berikut ini. (1) Bagaimanakah model rencana pembelajaran membaca cerita anak terjemahan untuk mengembangkan kecerdasan intrapersonal siswa SMP kelas VII? (2) Bagaimanakah model bahan ajar membaca cerita anak terjemahan untuk mengembangkan kecerdasan intrapersonal siswa SMP kelas VII?

               Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengembangkan perngkat pembelajaran membaca cerita anak terjemahan untuk mengembangkan kecerdasan intrapersonal siswa SMP kelas VII. Tujuan khusus penelitan ini adalah (1) mengembangkan model rencana pelaksanaan pembelajaran membaca cerita anak terjemahan untuk mengembangkan kecerdasan intrapersonal siswa SMP kelas VII, dan (2) mengembangkan model bahan ajar membaca cerita anak terjemahan untuk mengembangkan kecerdasan intrapersonal siswa SMP kelas VII.

               Penelitian pengembangan ini menggunakan model rancangan sistem pembelajaran yang diadaptasi dari Dick and Carrey. Model pengembangan instruksional yang dikemukakan Dick and Carrey berorientasi pada tujuan pembelajaran (Munandir, 1987:3). Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini ditujukan untuk pengembangan produk berupa perangkat pembelajaran. Prosedur pengembangan produk meliputi empat tahap yaitu tahap persiapan, tahap pengembangan produk, tahap uji coba produk, dan tahap revisi. Setiap produk yang dihasilkan mengalami tiga kali proses perubahan yaitu praproduk, produk semi jadi, dan produk jadi.

            Hasil dari RPP yang dikembangkan memiliki komponen-komponen sebagai berikut: (1) identitas RPP; (2) ranah kompetensi (paparan kompetensi dasar aspek, standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator); (3) materi; (4) skenario pembelajaran; (5) media dan sumber belajar; dan (6) penilaian. Kekhasan dari RPP yang dikembangkan adalah penggunaan sumber bahan berupa teks cerita anak terjemahan yang dapat mengembangkan kecerdasan intrapersonal. Selain itu, skenario pembelajaran yang digunakan juga memungkinkan siswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang menarik, menantang dan menyenangkan. Skenario pembelajaran diwujudkan dengan seperangkat permainan petualangan untuk menemukan kunci kotak harta karun.

               Dalam prose pembelajaran bahan ajar dicapai melalui aktivitas pembelajaran yang disusun dalam skenario pembelajaran. Bahan ajar yang dikembangkan berupa seperangkat permainan petualangan untuk menggali kemampuan membaca cerita anak terjemahan sekaligus mengembangkan kecerdasan intrapersonal. Komponen-komponen dari bahan ajar yang dikembangkan yaitu: pendahuluan, isi, dan penutup. Pendahuluan berisi sampul, gambaran isi bahan ajar, paparan indikator, alat-alat petualang, daftar isi, dan peta petualangan. Isi berisi cerita pengantar, teks cerita anak terjemahan, latihan, evaluasi, refleksi, dan cerita penutup. Penutup berisi gambar kunci kotak harta, lembar kunci jawaban, harta karun, dan tugas lanjutan.

            Saran-saran yang dapat dikemukakan penulis setelah melaksanakan penelitian ini ditujukan untuk guru, penyusun kurikulum, dan penyusun buku ajar. Guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia agar menciptakan kegiatan pembelajaran yang menarik dengan memperhatikan keberagaman siswa untuk mencapai hasil yang maksimal. Penyusun kurikulum mempertimbangkan pengembangan multiple intelligence, khususnya kecerdasan intrapersonal dalam penyusunan kurikulum. Penyusun buku ajar lebih memperhatikan aspek pengembangan multiple intelligence dalam penyusunan buku ajar. Pengembangan multiple intelligence yang terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran membuat siswa dapat memetik manfaat yang dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari


Teks Penuh: DOC