SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Diksi dalam Berita Kriminal Buser SCTV

Nanang Bustanul Fauzi

Abstrak


Dalam   kehidupannya,   manusia   tidak   lepas   dari   kegiatan   berbahasa.

Dengan bahasa, manusia menyampaikan ide dan gagasannya kepada sesamanya.

Terdapat   perbendaharaan   kata   dalam  sebuah   bahasa   sebagai   alat   komunikasi.

Tapi,   walaupun   begitu,   tidak   serta  merta   seseorang  menggunakan   kata-kata

tersebut secara sembarangan. Seseorang perlu memperhatikan masalah diksi agar

tercipta  komunikasi  yang efektif  dan  tidak ada kesalahpahaman dalam  sebuah

proses komunikasi.

Diksi  adalah pemilihan kata yang  tepat  dalam suatu proses komunikasi

untuk mempertegas maksud pembicara agar tidak terjadi kesalahpahaman antara

pembicara  dengan pendengar   tentang  ide dan gagasan yang disampaikan.   Jika

diksi   yang   dipakai   tidak   sesuai   dengan   konteks,   maka   akan   terjadi

kesalahpahaman tentang ide dan gagasan yang disampaikan.

Masalah dalam penelitian ini  adalah bagaimana penggunaan diksi dalam

berita kriminal Buser SCTV, dari segi jenis diksi, strategi penggunaan diksi, dan

perubahan makna diksi.

Penelitian   ini  menggunakan   pendekatan   kualitatif   dengan   objek   kajian

siaran berita kriminal Buser yang ditayangkan di SCTV setiap hari pukul 11.30-

12.00. Pengumpulan data dilakukan dengan cara perekaman siaran Buser selama

satu minggu.  Metode yang dilakukan dalam penelitian ini  adalah (1) transkripsi

siaran Buser, (2) pengidentifikasian terhadap data, (3) pengklasifikasian terhadap

kata   yang   termasuk   kata   umum  dan   khusus,   kata   kongkret   dan   abstrak,   kata

konotasi dan denotasi, kata standar dan nonstandar, penggunaan kata yang terkait

dengan  strategi,  dan penggunaan kata  yang  mengalami  perubahan makna,   (4)

pengkodean   terhadap   data-data   yang   diperoleh   dan   (5)   penyimpulan   terhadap

penggunaan diksi  dalam berita kriminal.  Korpus data berupa satu kutipan yang

meliputi kata-kata yang kehadirannya dianggap penting.

Penelitian ini menghasilkan enam simpulan.  Pertama,  yang berhubungan

dengan jenis diksi, yaitu (a) penggunaan kata umum dalam sebuah laporan berita

sering   digunakan   pada   bagian   awal   (lead)   berita,   sedangkan   kata   khusus

digunakan pada bagian pengungkapan kronologis  dari  peristiwa kriminal  yang

dilaporkan,  (b) penggunaan kata denotatif dalam laporan berita kriminal banyak

digunakan   untuk   memberi   informasi,   sedangkan   kata     konotasi,   walaupun

bertentangan dengan hakikat  berita sebagai  media  informasi,  banyak ditemukan

pemakaian   kata   konotatif   sebagai   alat   untuk  menunjukkan   sikap   sosial   dari

penulis  berita  (c)  diksi  abstrak dan kongkret  digunakan dalam berita kriminal

buser hanya sebatas sebagai pemberi informasi, (d) kata-kata nonstandar banyak

digunakan dalam laporan berita kriminal Buser SCTV untuk membangun suasana

yang komunikatif.  Kedua,  terdapat   tiga strategi  penggunaan diksi  yang dipakai

selain sebagai  pemberi   informasi,  yaitu  (a) mempersuasi  seperti  kata  pelajaran

iuntuk menjelaskan betapa  bahayanya   resiko  semua  pekerjaan,  bahkan  sebagai

tukang ojek. Pekerjaan ini mengandung resiko, bahkan hingga bisa mengilangkan

nyawa seseorang.  Melalui  pemakaian kata  pelajaran,  penutur bermaksud untuk

mengingatkan kepada tukang ojek yang lain agar selalu waspada terhadap semua

calon penumpangnya, (b) sikap sosial, contohnya dengan pemakaian kata konotasi

tegar  sengaja digunakan penutur berita untuk menunjukkan sebuah sikap sosial

yang simpati terhadap nasib gadis cilik korban perkosaan,  dan (c) Komunikatif,

contohnya dengan pemakaian kata-kata nonstandar  geger,  maling,  mengambang

dan   sebagainya.  Ketiga,  penggunaan  diksi  yang  mengalami  perubahan makna

dalam   laporan   berita   kriminal   Buser   SCTV   meliputi   perluasan   makna,

penyempitan   makna,   peninggian   makna,   penurunan   makna,   dan   persamaan

makna.

Berdasarkan kesimpulan penelitian di  atas,  disarankan pada  (1)  peneliti

lanjutan,  untuk meneliti  diksi  dalam berita kriminal  dengan  jenis  Depth news, 

Feature,   atau jenis berita yang lain, (2) komentator dan pengulas bahasa, untuk

memanfaatkan hasil penelitian ini agar dijadikan bahan referensi dalam penilaian

terhadap   laporan   berita   kriminal   terutama   dilihat   dari   segi   diksinya,   dan   (3)

penulis berita,  untuk memanfaatkan hasil  penelitian  ini  sebagai  bahan masukan

dalam penyusunan naskah berita agar  lebih bisa mempertimbangkan efek yang

ditimbulkan dari penggunaan diksi tertentu terhadap pendengar.

Teks Penuh: DOC