SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Tingkah Laku Abnormal Tokoh-Tokoh dalam Kumpulan Cerpen Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek Karya Djenar Maesa Ayu

Prima Zulvarina

Abstrak


Psikologi  abnormal  adalah  salah satu  ilmu psikologi  yang menyelidiki  dan

mengadakan   klasifikasi   terhadap   kelainan,   gangguan,   hambatan   fisik  maupun

psikis   serta   merumuskan   untuk   mengatasinya.   Secara   sederhana   perilaku

abnormal dimaknakan sebagai tidak adanya atau kurang dalam kesehatan mental.

Penggolongan   gangguan-gangguan   tersebut   diantaranya   gangguan   kecemasan

yang  meliputi   gangguan   kecemasan   umum,   kecemasan   neurotik,   fobia,   dan

obsesif  kompulsif.  Selanjutnya  gangguan kepribadian  yang  meliputi  gangguan

kepribadian umum, paranoid, skizotipe,  histrionik, dan narsistik. Berdasarkan hal

tersebut   psikologi   abnormal   dapat   digunakan   untuk  mengetahui   tingkah   laku

abnormal   yang   dialami   tokoh-tokoh   dalam  kumpulan   cerpen  Cerita   Pendek

Tentang Cerita Cinta Pendek.

Tujuan penelitian  ini  adalah untuk mendeskripsikan  tingkah  laku abnormal

yang disebabkan gangguan:   (1)  kecemasan umum,   (2)  kecemasan neurotik,   (3)

fobia,  (4) obsesif kompulsif,  (5) kepribadian umum,  (6) paranoid, (7) skizotipe,

(8) histrionik, dan (9) narsisistik pada tokoh-tokoh dalam kumpulan cerpen cerita

Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek karya Djenar Maesa Ayu.

Penelitian ini  menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif.

Pendekatan  teori  yang dipakai  adalah psikologi  abnormal  dengan objek kajian

kumpulan   cerpen  Cerita  Pendek   Tentang  Cerita  Cinta  Pendek  karya  Djenar

Maesa Ayu.  Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan analisis   tekstual

terhadap data kebahasaan. Metode atau langkah kerja dalam pendekatan psikologi

abnormal   ini  meliputi   (1)  peneliti  membaca   tiap   cerpen   yang   diteliti   pada

kumpulan cerpen secara  intensif  dan berulang-ulang untuk memahami  struktur

cerita dalam yang berupa dialog, monolog, dan narasi, (2) memberi kode berbagai

hal   tentang karakteristik  tokoh dari   tinjauan psikologi  abnormal   sesuai  dengan

permasalahan,   (3)  mendaftar  data yang diperoleh dari   tiap cerpen berdasarkan

kriteria   yang   sesuai   dengan   permasalahan,   (4)   mengklasifikasikan   data

berdasarkan   permasalahan,  (5)  mendeskripsikan   hasil   klasifikasi   berdasarkan

masalah yang dikaji,   (6)  menginterpretasikan  terhadap korpus data,  selanjutnya

dibuktikan   kebenarannya   sesuai   dengan   teori   yang   telah   disusun   sehingga

memberikan penafsiran makna sebagai  suatu hasil  analisis.  Korpus data berupa

satuan   kutipan   yang  meliputi   tingkah   laku   tokoh,   jalan   pikiran   tokoh,   dialog

tokoh,   dan   deskripsi   pengarang   yang  membentuk   paparan   kebahasaan   yang

memuat tingkah laku abnormal tokoh.

Penelitian   ini   dapat   disimpulkan.  Pertama,  tingkah   laku   abnormal   yang

disebabkan gangguan kecemasan umum tokoh Saya dalam cerpen Cerita Pendek

Tentang Cerita Cinta Pendek berupa jalinan hubungan cinta antara Saya dengan

suami  dan kekasihnya,  sehingga sulit  membuat  keputusan untuk memilih salah

satu diantaranya dan selalu merasa bersalah.  Kedua,  tingkah laku abnormal yang

disebabkan gangguan kecemasan neurotik pada tokoh Saya dalam cerpen Cerita

iPendek   Tentang   Cerita   Cinta   Pendek  tetap   menjalin   hubungan   dengan

kekasihnya,  meskipun ia telah bersuami;   tokoh  Saya  dalam cerpen  Three More

Days  dalam waktu  tiga hari  Saya  tidak pulang ke  rumah dan  tetap menikmati

kebersamaannya dengan kekasih karena ia menemukan cinta meskipun suaminya

terus mencarinya;  tokoh Sera dalam cerpen  Ha..ha selalu bertindak menganiaya

anak tirinya untuk melampiaskan dendam; dan cerpen Lolongan di Balik Dinding

tokoh Ia  selalu menempelkan telinga di dinding kamarnya.  Ketiga,  tingkah laku

abnormal yang disebabkan gangguan fobia tokoh Saya dalam cerpen Three More

Days adalah takut untuk jujur pada suaminya atas apa yang terjadi dan takut untuk

memulai   kehidupan   baru   bersama   kekasihnya;   dan   tokoh  Ia  dalam   cerpen

Lolongan   di  Balik  Dinding  selalu   takut   dengan   kesunyian   yang  membuatnya

semakin merasa sendiri yang berlangsung intens. Keempat, tingkah laku abnormal

yang disebabkan gangguan obsesif kompulsif yang dialami oleh tokoh perempuan

dalam cerpen Nachos adalah sikapnya selalu terdorong untuk menikmati makanan

Nachos; dan tokoh Ia dalam cerpen Lolongan di Balik Dinding  selalu terdorong

menempelkan telinga pada dinding kamarnya untuk mendengarkan suara lolongan

tetangga disebelah kamarnya.  Kelima,  tingkah  laku abnormal  yang disebabkan

gangguan kepribadian umum  tokoh  Saya  dalam cerpen  Cerita Pendek Tentang

Cerita Cinta Pendek  tetap mempertahankan  suami  dan kekasihnya  dalam  satu

hubungan   yang   ditentang   oleh  masyarakat;   tokoh   perempuan   dalam  cerpen

Nachos menjalin hubungan dengan pria yang telah beristri; dan tokoh Saya dalam

cerpen Three More Days meninggalkan suami dan anak-anaknya selama tiga hari

demi   mempertahankan   cinta,   sehingga   ia   tidak   bertanggung   jawab   kepada

keluarganya. Keenam, tingkah laku abnormal yang disebabkan gangguan paranoid

pada   tokoh   anak   dalam  cerpen  Ha..ha..  sikap   selalu   curiga   pada   ibu   tirinya.

Ketujuh,  tingkah laku abnormal yang disebabkan gangguan skizotipe pada tokoh

perempuan dalam cerpen Nachos  selalu dihantui pikiran akan kekasihnya; tokoh

Saya  dalam cerpen  AL+EX=Cinta  terus berfikir  tentang Alex dan  ingin segera

menemukan Alex dengan wujud yang berbeda-beda; dan tokoh Ia dalam cerpen

Lolongan di  Balik Dinding,  ia menyakiti  dirinya sendiri  karena selalu dihantui

pikiran-pikiran akan kesunyian yang  selalu menjadi   teman di   setiap  saat   serta

sikap melakukan ritual di dinding kamarnya yang membuatnya ingin mencari tahu

sosok pemilik suara lolongan yang sudah tidak asing di telinganya.  Kedelapan, 

tingkah   laku   abnormal   yang   disebabkan   gangguan   histrionik   oleh   tokoh

perempuan dalam cerpen Nachos; tokoh Saya  dalam cerpen AL+EX=Cinta; dan

tokoh  Ia  dalam cerpen  Lolongan di  Balik Dinding  adalah sikap mendramatisasi

diri  dalam menghadapi  cobaan hidup.  Kesembilan,  tingkah  laku abnormal  yang

disebabkan gangguan narsistik yang dialami oleh tokoh perempuan dalam cerpen

Nachos  dan   tokoh  Saya  dalam  cerpen  AL+EX = Cinta  adalah  mencari   dan

menuntut perhatian yang lebih kepada orang lain.

Berdasarkan   simpulan   penelitian   diatas,   disarankan   kepada   (1)   peneliti

lanjutan, disarankan untuk meneliti dari sudut pandang yang lain, yaitu aspek

psikologi  pengarang dan psikologi  pembaca;  (2) pembaca sastra,  disarankan

memanfaatkan   hasil   penelitian   ini   untuk   menambah   wawasan   tentang

penelitian psikologi sastra; (3) guru, disarankan memanfaatkan hasil penelitian

ini  untuk pengembangan materi  pelajaran sastra khususnya pendekatan dan

hasil  analisis   terutama cerpen yang dianalisis  dengan pendekatan psikologi

sastra;  dan  (4)  kritikus   sastra,disarankan  memanfaatkan   hasil   penelitian  ini  untuk

membandingkan dan menilai  karya sastra khususnya mengkaji   tokoh dalam

karya prosa.

Teks Penuh: DOC