SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Unsur Intrinsik Cerita Komik Strip Karya Siswa SD

Nidia Ulfa Nur Habibah

Abstrak


Karya sastra pada dasarnya memiliki tiga bentuk penyajian, yaitu bentuk prosa, puisi, dan drama. Penyampaian karya dapat disajikan dalam bentuk tulis dan lisan. Secara tulis dapat berupa gambar seperti komik anak. Komik anak mengandung unsur intrinsik dan ekstrinsik yang menarik untuk diteliti. Komik anak termasuk sastra karena mengandung unsur intrinsik salah satunya adalah alur. Adanya alur peristiwa yang disajikan dalam panel-panel gambar didukung dengan unsur tulisan. Tulisan inilah dikatakan sebagai cerita komik. Peneliti berusaha menganalisis tulisan dalam komik  yang berupa teks narasi dan teks dialog.

Penelitian dilakukan pada tulisan yang terdapat pada komik strip. Pada tahap selanjutnya rangkaian tulisan pada panel dijadikan sebuah cerita yang pada akhirnya menjadi sebuah cerita komik strip. Penelitian ini berusaha mendeskripsikan unsur intrinsik tema, amanat, alur, dan penokohan dalam cerita komik strip karya siswa SD.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi dokumentasi dengan menggunakan dua teknik pengumpulan data yakni dokumentasi dan wawancara mendalam. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti dan instrumen data tema, amanat, alur, dan penokohan. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif, jenis penelitian kualitatif.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak sebagai pengarang cenderung menggunakan tema sosial sebagai tema umum. Presentase tema sosial sebanyak 39.13%, tema jasmaniah 8,69%, tema egoik 39,13%, tema moral 26,08%, dan tema religi 0%.  Pada amanat anak berusaha menyampaikan pesan moral pada nilai (1) nilai kerealistisan hidup, (2) nilai keadilan, (3) nilai kesusilaan hidup, (4) nilai kekjujuran, (5) nilai kemanusiaan yang terbagi lebih spesifik lagi, yaitu berupa (5.1) nilai kemanusiaan berupa kasih sayang terhadap sesama, (5.2) kemanusiaan berupa kebersamaan, (5.3) nilai kemanusiaan bersosial, (5.3) nilai kemanusiaan berupa persahabatan, (6) nilai kewaspadaan hidup, dan (7) nilai keteguhan hidup. Penyampaian amanat amanat menggunakan dua cara, yaitu secara implisit dan ekplisit dengan presentase 86,96%. Penyampaian amanat dengan cara eksplisit sebanyak  13,04%.

Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa siswa menggunakan lima cara dalam pengembangan alur, yaitu (1) waktu-ke-waktu, (2) aksi-ke-aksi, (3) subjek-ke-subjek, (4) adegan-ke-adegan, (5) aspek-ke-aspek. Presentase pengembangan alur  (1) waktu-ke-waktu sebanyak 52,17%, (2) aksi-ke-aksi sebanyak 8,7%, (3) subjek-ke-subjek sebanyak 4,35%, (4) adegan-ke-adegan sebanyak 26,08%, (5) aspek-ke-aspek sebanyak 8,7%. Pengembangan alur dengan cara nonsequiter tidak ditemukan dalam cerita komik strip karya siswa SD.

Penokohan dibagi menjadi dua pembahasan yaitu (1) peran tokoh dan (2) pelukisan karakter tokoh. Peran tokoh memuat pembahasan tokoh utama dan tokoh tambahan. Pelukisan karakter tokoh dikembangkan secara dramatik dan analitik. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan dua peran tokoh, yaitu (1) tokoh utama sebanyak dua puluh enam tokoh dan (2) tokoh tambahan sebanyak tiga puluh delapan tokoh. Siswa cenderung menggunakan teknik pelukisan tokoh secara dramatik. Presentasenya sebanyak 86,98%. pelukisan karakter tokoh cerita komik strip secara analitik presentasenya sebanyak 13,04%.

Saran dalam penelitian ini diperuntukan bagi siswa, guru, dan peneliti selanjutnya. Bagi siswa untuk lebih mengembangkan bakat berkarya sastra, mengmbangkan kemampuan tulis-menulis, lebih aktif dalam mengaplikasikan kemampuan bersastra, lebih kreatif dalam pengmbangan unsur intriksik karya. Bagi guru, gambar komik dapat dijadikan sebagai media pembelajaran misalnya sebagai rangsang ilustrasi dalam membuat cerita, guru memberikan bimbingan intensif kepada siswa dalam membuat cerita, guru memotifasi siswa dalam mengembangkan unsur intrinsik  karya sastra khususnya cerita anak, guru membantu meningkatkan daya kreatifitan anak dalam membuat cerita anak, guru memperhatikan kesulitan anak dalam mengembangkan tema atau ide dasar yang lebih luas yang menjiwai seluruh cerita yang ditampilkan oleh cerita-cerita dan detail-detail yang lain. Kesulitan anak dalam mengambarkan bagaimana sebenarnya karakter tokoh dapat diatasi dengan melatih anak untuk memahami tindakan tokoh saat situasi penting karena karakter tokoh. Bagi peneliti berikutnya, disarankan untuk meneliti lebih unsur intrinsik yang belum diteliti oleh peneliti dan mengembangkan pula penelitian pada unsur ekstrinsik.

Teks Penuh: DOC