SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Menulis Permulaan Siswa Kelas II SD Laboratorium UM Dengan Memanfaatkan Perpustakaan Kelas

Agustin Indahwati

Abstrak


Keterampilan menulis permulaan merupakan keterampilan yang harus
dikuasai siswa sekolah dasar sejak dini, karena keterampilan menulis permulaan
merupakan keterampilan yang sangat mendasar bagi siswa sekolah dasar. Menulis
permulaan merupakan keterampilan menulis yang diajarkan pada kelas rendah,
yakni kelas I dan II sekolah dasar sebagai pembelajaran menulis pada tingkat
dasar. Pengetahuan dan kemampuan yang diperoleh siswa pada pembelajaran
menulis permulaan tersebut akan menjadi dasar dalam peningkatan dan
pengembangan kemampuan siswa pada jenjang selanjutnya. Apabila
pembelajaran menulis permulaan yang dikatakan sebagai acuan dasar tersebut
baik dan kuat, maka diharapkan hasil pengembangan keterampilan menulis
sampai tingkat selanjutnya akan menjadi baik pula.
  Perpustakaan kelas merupakan sebuah perpustakaan mini yang
ditempatkan di tiap-tiap kelas yang berisi berbagai bahan pustaka yang sesuai
dengan keperluan kelas tersebut. Bahan pustaka yang disediakan di perpustakaan
merupakan sumber ilmu pengetahuan yang dapat membuka pikiran dan
mengembangkan bakat siswa. Perpustakaan merupakan salah satu sarana yang
dapat dijadikan sumber belajar para siswa dan guru guna menunjang keberhasilan
proses belajar mengajar di sekolah. 
Berdasarkan uraian tersebut, peneliti merasa perlu untuk mengadakan
penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran menulis permulaan. Tujuan
penelitian ini adalah memperoleh deskripsi objektif tentang pembelajaran menulis
permulaan siswa kelas II SD Laboratorium UM dengan memanfaatkan
perpustakaan kelas yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan penilaian
pembelajaran. 
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan
pendekatan deskriptif. Data penelitian ini berupa tindakan, kata-kata, dan
dokumen yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.
Analisis data penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yakni reduksi data,
paparan data, dan penarikan kesimpulan. Adapun instrumen yang digunakan
dalam penelitian ini ada dua macam, yakni instrumen utama dan instrumen
penunjang. Instrumen utama adalah peneliti sendiri, sedangkan instrumen
penunjangnya adalah panduan observasi, pedoman wawancara, panduan catatan
lapangan, dan foto.
  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) sebelum melaksanakan
pembelajaran, guru merancang skenario pembelajaran yang tersusun dalam RPP.
Adapun RPP yang dibuat oleh guru dalam pembelajaran menulis permulaan ini dapat dikategorikan ideal karena terdapat komponen-komponen yang ditentukan
berdasarkan KTSP. Akan tetapi, RPP tersebut kurang aplikatif karena kurang ada
kesesuaian antara rencana yang dirancang dalam RPP dengan pelaksanaan
pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa,(2) pembelajaran dilaksanakan
dengan tiga tahap, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan
penutup. Kegiatan pendahuluan berisi kegiatan prapembelajaran dan membuka
pelajaran. Kegiatan prapembelajaran dilakukan guru dengan salam pembuka,
berdoa, dan memeriksa kesiapan siswa sedangkan kegiatan membuka pelajaran
dilakukan guru dengan kegiatan apersepsi, menarik minat siswa dengan dengan
bercerita, dan menumbuhkan motivasi dalam pembelajaran. Kegiatan inti berisi
pembagian LKS, siswa diminta membaca petunjuk belajar dan bacaan yang
terdapat dalam LKS, siswa diminta memilih majalah yang terdapat di
perpustakaan kelas, mencari puisi yang terdapat di majalah dan menyalin puisi
tersebut dalam huruf tegak bersambung yang rapi, dan (3) penilaian yang
dilakukan guru dalam pembelajaran ini mencakup tiga kategori, yakni bentuk,
cara, dan alat penilaian. Bentuk penilaian berupa penelitian hasil dan proses. Cara
yang digunakan dalam penelitian hasil adalah menilai kesesuaian tulisan dengan
salinan, ketepatan penulisan huruf tegak sambung, ketepatan tanda baca,
ketepatan penggunaan huruf kapital dan kerapian siswa dalam menyalin puisi
anak sedangkan dalam penilaian proses adalah mengamati keaktifan, kerjasama,
antusias, motivasi, dan semangat belajar siswa saat pembelajaran berlangsung.
Alat yang digunakan dalam penilaian hasil adalah LKS, sedangkan dalam
penilaian proses guru tidak menggunakan alat penilaian.
  Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan kepada guru agar dapat
(1) membuat perencanaan pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang bersifat ideal
dan aplikatif, (2) pelaksanaan pembelajaran hendaknya dilaksanakan dengan
maksimal, baik pada kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, maupun kegiatan
penutup, sesuai dengan aturan yang disarankan oleh kurikulum dan ahli
pendidikan. Selain itu, guru hendaknya melakukan tindak lanjut mengenai
pembelajaran yang telah dilaksanakan, misalnya kegiatan pengayaan, dan (3)
melengkapi dan melaksanakan komponen-komponen yang harus ada dalam
kegiatan penilaian pembelajaran. Saran yang disampaikan kepada kepala sekolah
SD Laboratorium UM adalah (1) Mengarahkan, membimbing, dan membina
kompetensi para tenaga pengajar di sekolah terkait pembuatan rencana
pelaksanaan pembelajaran dan penilaian pembelajaran, dan (2) memantau
pembelajaran yang dilakukan oleh guru terkait dengan perencanaan dan penilaian
pembelajaran yang disusun oleh guru. Adapun saran yang dapat disampaikan
kepada peneliti selanjutnya adalah (1) pada persiapan pembelajaran, rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dijadikan sumber data hendaknya lebih
dari satu agar data benar-benar akurat, (2) pada pelaksanaan pembelajaran,
hendaknya peneliti tidak sendirian dalam melakukan kegiatan observasi untuk
minimalisasi data yang luput dari peneliti, dan (3) Pada penilaian pembelajaran,
hendaknya peneliti mengetahui langsung proses penilaian yang dilakukan oleh
guru untuk mengetahui keevektifan penilaian pembelajaran yang dirancang
dengan pengambilan keputusan.

Teks Penuh: DOC