SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Penilaian Otentik pada Pembelajaran Bahasa Indonesia (Studi Kasus di MTsN Malang I)

Iswardah Iswardah

Abstrak


Penilaian merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dengan kegiatan belajar mengajar. Perubahan Kurikulum 1994 menjadi Kurikulum 2004 membawa implikasi terjadinya perubahan penilaian pada pembelajaran bahasa Indonesia. Keberhasilan kegiatan belajar mengajar bergantung pada kegiatan penilaian. Kegiatan belajar mengajar akan efektif apabila didukung oleh kegiatan penilaian yang efektif pula. Penilaian otentik hadir sebagai alternatif penilaian untuk menilai semua aspek kemampuan yang tidak dapat dinilai dengan tes tertulis (paper and pencil test). Penilaian otentik adalah suatu proses kegiatan penilaian yang dilakukan oleh guru untuk memperoleh informasi atau data yang sebenarnya tentang gambaran perkembangan hasil belajar siswa. Penilaian otentik pada pembelajaran bahasa Indonesia tidak hanya mengukur ranah kognitif saja namun juga mengukur ranah afektif dan psikomotor siswa.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan penilaian otentik dalam pembelajaran bahasa Indonesia di MTsN Malang I. Penelitian ini membahas tentang (1) sasaran penilaian otentik, (2) bentuk penilaian otentik yang digunakan, (3) tahapan pelaksanaan penilaian otentik, dan (4) kendala yang dihadapi dalam penerapan penilaian otentik.

            Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh berupa data kualitatif. Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Data dalam penelitian ini adalah hasil kerja siswa, hasil pengamatan, hasil wawancara, dan hasil angket.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sasaran penilaian otentik di MTsN Malang I adalah proses belajar dan hasil belajar. Penilaian terhadap proses belajar dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan menitikberatkan pada aspek afektif. Penilaian terhadap hasil belajar diperoleh dari penilaian terhadap hasil belajar dari empat aspek keterampilan yaitu keterampilan membaca, keterampilan berbicara, keterampilan mendengarkan, dan keterampilan menulis. Bentuk penilaian otentik yang digunakan di MTsN Malang I adalah penilaian produk (product assessment), penilaian unjuk kerja (performance assessment), penilaian portofolio (portfolios assessment), dan penilaian tes (paper and pencil test). Tahapan pelaksanaan penilaian otentik di MTsN Malang I meliputi (1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, dan (3) tahap analisis. Tahap perencanaan meliputi (a) identifikasi dan analisis materi pembelajaran, (b) pemetaan kompetensi dasar, (c) penyusunan silabus pembelajaran dan penilaian, (d) pembuatan rencana pembelajaran, dan (e) penyusunan rubrik penilaian. Tahap pelaksanaan meliputi uji kompetensi dan penyekoran. Tahap analisis meliputi menentukan ketuntasan belajar siswa berdasarkan SKM, mengadakan remidi, dan mengadministrasikan pencapaian setiap ketuntasan siswa. Kendala-kendala yang dihadapi guru dalam penerapan penilaian otentik adalah (1) perencanaan yang rumit, (2) kesulitan menentukan kriteria penilaian, dan (3) kurangnya pengalaman guru.

 Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, disampaikan beberapa saran oleh penulis, yaitu guru diharapkan benar-benar memahami indikator dalam kurikulum sebelum mengajar agar nantinya latihan dan tugas yang diberikan sesuai dengan indikator, membuat perencanaan penilaian yang rinci dan teliti sehingga tidak ada poin dalam indikator yang terlewatkan dalam penilaian, serta membuat rubrik penilaian dengan kriteria dan pemberian skor yang jelas sehingga tidak menimbulkan kebingungan pada siswa. Bagi instansi pendidikan disarankan untuk lebih mensosialisasikan penilaian otentik kepada guru. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti dampak penerapan penilaian otentik terhadap motivasi belajar siswa.


Teks Penuh: DOC