SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kemampuan Mengapresiasi Sastra melalui Media Film Berjudul “Ketika” Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Malang Tahun Ajaran 2006/2007

Kurnia Latifah

Abstrak


Kemampuan mengapresiasi sastra melalui media film berjudul “Ketika” merupakan salah satu kemampuan bersastra yang harus dibelajarkan. Kemampuan mengapresiasi sastra melalui media film dalam pengajaran Bahasa Indonesia sedikit sekali diterapkan, karena kurangnya media atau kurangnya pengetahuan guru tentang pentingnya kemampuan mengapresiasi sastra melalui media film. Kemampuan mengapresiasi sastra untuk meningkatkan keterampilan bersastra dapat menggunakan salah satu media yang berupa film. Penelitian ini berusaha mengkaji masalah tentang Kemampuan Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Malang Tahun Ajaran 2006/2007 dalam mengapresiasi sastra melalui media film berjudul “Ketika”.

            Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan kemampuan siswa secara keseluruhan dalam mengapresiasi sastra melalui media film berjudul “Ketika” siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Malang, yang meliputi (a) mendeskripsikan kemampuan mengapresiasi alur, (b) mendeskripsikan kemampuan mengapresiasi setting, (c) mendeskripsikan kemampuan mengapresiasi karakter, (d) mendeskripsikan kemampuan mengapresiasi tema, dan (e) mendeskripsikan kemampuan mengapresiasi pesan.

            Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Sumber data berupa hasil tes kemampuan siswa secara keseluruhan dalam mengapresiasi sastra melalui media film berjudul “Ketika” siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Malang. Data berwujud (1) skor hasil tes kemampuan siswa secara keseluruhan dalam mengapresiasi sastra melalui media film berjudul “Ketika”, (2) skor hasil tes mengapresiasi alur, (3) skor skor hasil tes mengapresiasi setting, (4) skor hasil tes mengapresiasi karakter, (5) skor hasil tes mengapresiasi tema, (6) skor hasil tes mengapresiasi pesan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pemberian tes kepada siswa. Analisis data dilakukan dalam enam langkah, (1) mengubah skor ke bentuk nilai, (2) menghitung frekuensi pencapaian nilai, (3) tabulasi, (4) mendeskripsikan hasil penelitian tentang kemampuan siswa, (5) menyajikan hasil dalam bentuk grafik, dan (6) menafsirkan hasil penelitian berdasarkan kriteria kemampuan yang telah ditentukan.

            Berdasarkan analisis data diperoleh hasil kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Malang bahwa (1) kemampuan siswa secara keseluruhan dalam mengapresiasi sastra melalui media film berjudul “Ketika” tergolong tidak mampu karena 41,46% atau 15 siswa memperoleh pemahaman baik, (2) dalam mengapresiasi alur tergolong cukup mampu karena 63,41% atau 26 siswa memperoleh pemahaman baik, (3) dalam mengapresiasi setting tergolong baik sekali karena 80,48% atau 33 siswa memperoleh pemahaman baik, (4) dalam mengapresiasi karakter tergolong hampir sedang karena 46,33% atau 19 siswa memperoleh pemahaman baik, (5) dalam mengapresiasi tema tergolong kurang mampu karena 2,43% dan 1 siswa memperoleh pemahaman baik, dan (6) dalam mengapresiasi pesan tergolong cukup karena 63,4% atau 26 siswa memperoleh pemahaman baik.

Berdasarkan penelitian ini, dapat disarankan kepada siswa agar meningkatkan kemampuan mengapresiasi sastra melalui media film berjudul “Ketika” dengan cara dilatih dengan diawali dengan menumbuhkan kepercayaan atau motivasi diri sendiri. Apabila kepercayaan diri sudah terbentuk maka motivasi tersebut akan membuat siswa menjadi semangat untuk memperbanyak berlatih mengapresiasi sastra melalui media film lebih baik. Hendaknya kemampuan mengapresiasi sastra melalui media film dapat dilatih dengan cara berlatih berulang-ulang mengapresiasi sastra melalui media film dengan kegiatan membaca naskah sebagai latihan awal. Kegiatan ini dapat dilakukan di luar kelas dengan atau tanpa bimbingan guru. Kepada guru Bahasa Indonesia disarankan untuk sering memberikan latihan mengapresiasi sastra melalui media film. Hal itu sebagai salah satu motivasi bagi siswa untuk memperbanyak latihan. Sebaiknya, guru memberikan lembar panduan agar proses mengapresiasi sastra melalui media film tersebut lebih terarah. Kegiatan menonton film dapat disertai dengan kegiatan berdiskusi agar siswa dapat berbagi pendapat, sehingga apresiasi sastra siswa terhadap film lebih komprehensif. Hal ini diajukan karena ternyata kegiatan diskusi pada saat penelitian ini dilakukan memberikan sumbangan yang berarti bagi peningkatan kemampuan mengapresiasi sastra melalui media film. Kepada pelaksana peneliti lanjutan, disarankan untuk dapat melakukan penelitian dengan jumlah dan macam film yang berbeda karena penelitian ini hanya menggunakan 1 film.


Teks Penuh: DOC