SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Bahasa Gaul dalam Film Remaja: Sebuah Kajian Deskriptif Fenomena Tutur Remaja dalam film Ada Apa Dengan Cinta dan Heart

Lubis Grafura

Abstrak


Bahasa gaul merupakan bentuk variasi bahasa yang digunakan oleh
penutur remaja untuk mengekspresikan gagasan dan emosinya. Perkembangan
teknologi informasi turut mendistribusikan pemakaian bahasa gaul ke lingkup
yang lebih luas. Media komunikasi, khususnya yang membahas mengenai remaja,
dalam mengkomunikasikan informasi juga menggunakan bahasa gaul yang
sedang menjadi tren atau populer di kalangan remaja. Salah satu media yang
digunakan untuk mendistribusikan bahasa gaul tersebut adalah film remaja.
Keterkaitannya dengan bahasa gaul, penelitian ini membahas masalah (1)
bentukan kata bahasa gaul, (2) pilihan kata bahasa gaul, dan (3) konteks yang
melatarbelakangi bahasa gaul.
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat secara teoretis maupun secara
praktis. Secara teoretis, hasil penelitian ini dapat memperkaya kajian keilmuwan,
khsususnya sosiolinguistik, antara lain tentang variasi bahasa dalam peristiwa
tutur remaja. Manfaat praktis penelitian ini bagi peneliti adalah sebagai sarana
pengaplikasian teori secara riil yang diperoleh di bangku kuliah, khususnya
menambah wawasan dibidang sosiolingustik dan pengalaman di bidang ilmiah.
Bagi guru atau pengajar Bahasa Indonesia, penelitian ini dapat memberikan
informasi mengenai bahasa gaul dari aspek bentukan kata, pilihan kata, dan
konteks yang melatarbelakanginya. Bagi peneliti lain, penelitian ini dapat
digunakan sebagai acuan penelitian sejenis.
Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Metode kualitatif
merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskripsi berupa kata
tertulis dari objek yang diteliti. Sumber data dalam penelitian ini adalah bahasa
gaul dalam film remaja yang telah ditranskrip berupa teks. Film remaja tersebut
adalah film A2DC dan Ht. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik
dokumenter.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri
dengan dibantu tabel spesifikasi pengumpul data. Tahap-tahap analisis data
meliputi (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) ferivikasi, dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian ini diketahui bahwa bentukan kata bahasa gaul meliputi
(1) bentukan baru, (2) kata lama dengan arti baru, (3)pemakaian partikel,
(4)pemendekan kata, (5)substitusi prefiks meN menjadi prefiks nge-, (6)subtitusi
sufiks –in, dan (7)substitusi fonem /a/ menjadi fonem /ә/.  Pemendekan kata dapat berupa (a)penghilangan fonem, (b)penghilangan prefiks meN-, dan (c)
pemendekan kata dengan ciri lain. Substitusi sufiks –in meliputi, (a)substitusi
sufiks meN-kan menjadi sufikn –in dan (b)substitusi bentuk pasif menjadi sufiks –
in. Substitusi fonem /a/ menjadi fonem /ә/ dibedakan menjadi (a) substitusi
langsung dan (b) substitusi tidak langsung. Bentukan baru oleh remaja digunakan
untuk mengungkapkan rasa marah/ketidaksukaan terhadap lawan tutur dan
sebagai tren di kalangan penutur remaja. Pemakaian kata lama dengan arti baru
sebagai tren tuturan di kalangan remaja. Partikel dalam bahasa gaul digunakan
untuk memberi kesan akrab, memberi tekanan atau penguat tuturan, dan
pelembut/pemanis tuturan. Pemendekan kata, substitusi substitusi prefiks meN
menjadi prefiks nge-, subtitusi sufiks –in, substitusi fonem /a/ menjadi fonem /ә/
dimaksudkan untuk mempermudah pelafalan, penekanan maksud tuturan,
memberi kesan santai dan akrab.
Pilihan kata bahasa gaul dalam film remaja meliputi kosakata lokal dan
kosakata asing. Kosakata lokal yang dimaksud adalah kosakata Betawi. Kosakata
asing adalah kosakata bahasa Inggris. Pilihan kata lokal dimaksudkan penutur
sebagai penguat tuturan dan penunjuk lokalitas dan latar cerita. Pilihan kata
bahasa Inggris dilakukan penutur sebagai penguat tuturan dan kesan prestise.
Pemakaian bahasa gaul dipengaruhi oleh konteks yang melatarbelakangi,
yaitu penutur, tempat, situasi, dan topik. Dalam penelitian ini, konteks bahasa gaul
tampak pada perubahan pemakaian kata ganti orang (persona), kata ganti milik
(posesif), bentukan kata, dan pilihan kata.
Demikianlah ketiga aspek bahasa gaul dalam film A2DC dan Ht, yaitu
bentukan kata, pilihan kata, dan konteks yang melatarbelakangi. Ketiga aspek
tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran pemakaian bahasa gaul oleh
penutur remaja.

Teks Penuh: DOC