SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

TELAAH KOMPETENSI DASAR MEMBACA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH

Lukman Hakim

Abstrak


ABSTRAK

 

Hakim, Lukman. 2010. Telaah Kompetensi Dasar Membaca dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Prof. Dr. Suyono, M.Pd, (II) Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd.

 

 Kata Kunci : kompetensi dasar membaca, pembelajaran bahasa Indonesia.

 

Kurikulum merupakan salah satu komponen penting dari sistem pendidikan, karena kurikulum merupakan komponen pendidikan yang dijadikan acuan oleh setiap satuan pendidikan, baik oleh pengelola maupun penyelenggara; khususnya oleh guru dan kepala sekolah. Dalam kaitannya dengan KTSP, Depdiknas telah menyiapkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD) berbagai mata pelajaran untuk dijadikan acuan oleh para pelaksana (guru) dalam mengembangkan KTSP pada satuan pendidikan masing-masing. Standar kompetensi dan kompetensi dasar merupakan arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan aspek-aspek kompetensi dasar membaca yang diajarkan dari SD sampai SMA, (2) mendeskripsikan kesinambungan aspek-aspek kompetensi dasar membaca dari SD sampai SMA, (3) mendeskripsikan gradasi aspek-aspek kompetensi dasar membaca dari SD sampai SMA, dan (4) mendeskripsikan pengulangan aspek-aspek kompetensi dasar membaca dari SD sampai SMA.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sedangkan metode penelitiannya adalah deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kompetensi dasar membaca yang terdapat dalam standar isi. Sumber data dalam penelitian ini adalah standar isi yang diterbitkan oleh BSNP. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi.

Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa Aspek-aspek kompetensi dasar membaca di SD antara lain: (1) membaca nyaring, (2) membaca lancar, (3) membaca puisi, (4) membaca dalam hati, (5) membaca intensif, (6) membaca dongeng, (7) membaca sekilas, (8) membaca memindai, (9) membaca pantun, (10) membaca cepat, (11) membaca teks percakapan, (12) membaca cerita, dan (13) membaca teks drama. Kemudian aspek-aspek kompetensi dasar membaca di SMP antara lain: (1) membaca memindai, (2) membaca cepat, (3) membaca teks perangkat upacara, (4) membaca intensif, (5) membaca ekstensif, (6) membaca nyaring, (7) membaca cerita (cerpen), (8) membaca puisi, (9) membaca teks drama, dan (10) membaca novel. Selanjutnya aspek-aspek kompetensi dasar membaca di SMA antara lain: (1) membaca cepat, (2) membaca ekstensif, (3) membaca memindai, (4) membaca intensif, (5) membaca nyaring, (6) membaca puisi, (7) membaca cerpen, (8) membaca hikayat, (9) membaca novel, dan (10) membaca buku biografi. Kompetensi dasar membaca di kelas I terdapat kesinambungan, di kelas II terdapat kesinambungan, di kelas III terdapat kesinambungan, di kelas IV tidak terdapat kesinambungan, di kelas V tidak terdapat kesinambungan, di kelas VI tidak terdapat kesinambungan, di kelas VII terdapat kesinambungan, di kelas VIII terdapat kesinambungan, di kelas IX terdapat kesinambungan, di kelas X terdapat kesinambungan, di kelas XI terdapat kesinambungan, dan di kelas XII terdapat kesinambungan. Kompetensi dasar membaca aspek membaca nyaring dari SD sampai SMA terdapat kesinambungan, aspek membaca puisi terdapat kesinambungan, aspek membaca intensif terdapat kesinambungan, aspek membaca memindai terdapat kesinambungan, aspek membaca cepat terdapat kesinambungan, aspek membaca teks sastra terdapat kesinambungan, dan aspek membaca ekstensif tidak terdapat kesinambungan. Gradasi aspek-aspek kompetensi dasar membaca di kelas I lebih sulit semester 2, di kelas II lebih sulit semester 1, di kelas III lebih sulit semester 2, di kelas IV tidak bisa digradasikan, di kelas V tidak bisa digradasikan, di kelas VI tidak bisa digradasikan, di kelas VII lebih sulit semester 2, di kelas VIII lebih sulit semester 1, di kelas IX lebih sulit semester 2, di kelas X lebih sulit semester 2, di kelas XI lebih sulit semester 2, dan di kelas XII lebih sulit semester 2. Kompetensi dasar membaca aspek membaca nyaring dari SD sampai SMA lebih sulit di SMA, aspek membaca puisi lebih sulit di SMA, aspek membaca intensif lebih sulit di SMA, aspek membaca memindai lebih sulit di SMA, aspek membaca cepat lebih sulit di SMA, aspek membaca teks sastra lebih sulit di SMA, dan aspek membaca ekstensif lebih sulit di SMP. Kompetensi dasar membaca di kelas I tidak terdapat pengulangan, di kelas II terdapat pengulangan, di kelas III tidak terdapat pengulangan, di kelas IV terdapat pengulangan, di kelas V tidak terdapat pengulangan, di kelas VI tidak terdapat pengulangan, di kelas VII terdapat pengulangan, di kelas VIII terdapat pengulangan, di kelas IX tidak terdapat pengulangan, di kelas X tidak terdapat pengulangan, di kelas XI terdapat pengulangan, dan di kelas XII terdapat pengulangan. Kompetensi dasar membaca aspek membaca nyaring dari SD sampai SMA terdapat pengulangan, aspek membaca lancar tidak terdapat pengulangan, aspek membaca puisi terdapat pengulangan, aspek membaca intensif terdapat pengulangan,  aspek membaca memindai terdapat pengulangan, aspek membaca cepat terdapat pengulangan, aspek membaca prosa terdapat pengulangan, aspek membaca teks drama tidak terdapat pengulangan, dan aspek membaca ekstensif terdapat pengulangan.

Berdasarkan temuan penelitian tersebut dapat disarankan bagi peneliti selanjutnya perlu mengadakan penelitian lanjutan dengan fokus yang berbeda, misalnya mengenai keterampilan berbahasa yang lain. Bagi pengembang hendaknya dalam penyusunan komponen kurikulum lebih operasional lagi sehingga mudah dilaksanakan oleh pengguna kurikulum.