SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Tasybīh Dalam Kitab Al-Muntakhabāt Fī Al-Machfūzhāt Karya Syaikh Umar Abdul Jabbar.

Romi Mahendra

Abstrak


Mahendra, Romi. 2019. Tasybīh Dalam Kitab Al-Muntakhabāt Fī Al-Machfūzhāt Karya Syaikh Umar Abdul Jabbar. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Kholisin, M.Hum, (II) Ibnu Samsul Huda, S.S, M.A.Kata Kunci: balāghah, tasybīh, al-muntakhabāt fī al-machfūzhāt Tasybīh merupakan salah satu pembahasan dalam ilmu bayān. Tasybīh ditemukan dalam ayat-ayat al-Qur’an, hadits, atau kitab-kitab yang berbentuk prosa maupun puisi. Kitab al-Muntakhabāt Fī al-Machfūzhāt karya Syaikh Umar Abdul Jabbar merupakan salah satu kitab berbentuk prosa yang  memuat kata-kata mutiara islami. Setelah dilakukan pembacaan dan analisis terhadap kalimat-kalimat di dalamnya, ditemukan unsur keindahan baik dari segi lafzh maupun makna, khususnya dalam tasybīh. Hal ini mendorong penulis untuk menelitinya. Adapun tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kalimat-kalimat yang mengandung tasybīh, jenis tasybīh dan tujuan tasybīh dalam kitab al-Muntakhabāt Fī al-Machfūzhāt.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah kalimat-kalimat yang mengandung tasybīh dalam kitab al-Muntakhabāt Fī al-Machfūzhāt. Sedangkan instrumen penelitian ialah peneliti sendiri dan digunakan instrumen bantuan berupa tabel untuk mempermudah analisis data. Untuk koreksi data, peneliti membaca dan memahami kitab al-Muntakhabāt Fī al-Machfūzhāt, khususnya kalimat-kalimat yang mengandung tasybīh. Kemudian, menganalisis kembali bentuk-bentuk tasybīh tersebut dengan berpegang pada literatur yang sesuai. Lalu, membahas bersama dengan teman dan dua dosen pembimbing.  Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan 37 kalimat yang mengandung tasybīh dalam kitab al-Muntakhabāt Fī al-Machfūzhāt dengan pengklasifikasian (a) 15 tasybīh berupa kalimat sederhana, (b) 22 tasybīh berupa kalimat kompleks, (c) 3 tasybīh berupa ayat al-Qur’an, (d) 7 tasybīh berupa  hadits, dan (e) 27 tasybīh berupa kalimat selain ayat al-Qur’an dan hadits. Kemudian ditemukan 20 jenis tasybīh dengan pengklasifikasian (1) tasybīh ditinjau dari segi musyabbah dan musyabbah bih dengan rincian (a) berdasarkan jumlah musyabbah dan musyabbah bih terdiri atas 5 jenis, yaitu tasybīh mufrad, malfūf, mafruq, jama’, dan murakkab. (b) Berdasarkan posisi musyabbah dan musyabbah bih terdiri atas 1 jenis, yaitu tasybīh ghairu maqlūb. (c) Berdasarkan kejelasan dan keabstrakan musyabbah dan musyabbah bih terdiri atas 2 jenis, yaitu tasybīh dlimniy dan ghairu dlimniy. (d) Berdasarkan bisa tidaknya musyabbah dan musyabbah bih diindera tediri atas 3 jenis, yaitu tasybīh chissiy, ‘aqliy, dan tasybīh dengan musyabbah ‘aqliy dan musyabbah bih chissiy atau sebaliknya. (2) Tasybīh ditinjau dari segi adāt tasybīh terdiri atas 2 jenis, yaitu tasybīh mursal dan muakkad. (3) Tasybīh ditinjau dari segi wajh syibh terdiri atas 4 jenis, yaitu tasybīh mufashshal, mujmal, tamtsīl dan ghairu tamtsīl. (4) Tasybīh ditinjau dari segi adāt tasybīh dan wajh syibh terdiri atas 3 jenis, yaitu tasybīh mursal mufashshal/ghairu balīgh, mursal mujmal/ghairu balīgh, dan muakkad mujmal/balīgh.  Setelah diketahui jenisnya, peneliti mengungkap tujuan dari masing-masing kalimat yang mengandung tasybīh tersebut, yaitu (1) untuk menjelaskan keadaan musyabbah, (2) menjelaskan kadar keadaan musyabbah, dan (3) memperindah atau memperburuk musyabbah. Sebagian besar tujuan dari adanya tasybīh dalam kitab al-Muntakhabāt Fī al-Machfūzhāt karya Syaikh Umar Abdul Jabbar, untuk menjelaskan keadaan musyabbah.Dari hasil yang telah diperoleh, tasybīh dalam kitab al-Muntakhabāt Fī al-Machfūzhāt karya Syaikh Umar Abdul Jabbar tergolong variatif. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peneliti lain dalam mengkaji tasybīh pada kitab-kitab yang lain.