SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penggunaan Media Denah Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Bahasa Arab Siswa MTsN 2 Kota Malang

IZZATUL MAR'AH SAYYIDAH

Abstrak


PENGGUNAAN MEDIA DENAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS BAHASA ARAB SISWA MTSN 2 KOTA MALANG

Izzatul Mar’ah Sayyidah Pembimbing: (1) Dr. Irhamni, M.Pd, (2) Dr. Muhammad Alfan, S.Pd., M.Pd Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang No. 5 Kota Malang

E-mail: Izzatulmarah18@gmail.com

 

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembelajaran menulis bahasa Arab menggunakan media denah di MTsN 2 Kota Malang dan hasil pembelajaran kemampuan menulis bahasa Arab siswa MTsN 2 Kota Malang menggunakan media denah. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Dalam siklus I terdapat beberapa kekurangan dalam pembelajaran dan dapat diperbaiki pada siklus II. Pada setiap siklus mengalami peningkatan. Nilai standart ketuntasan minimal (SKM) adalah 80. Hasil post-test II mampu melebihi SKM yang telah ditentukan.

 

KATA KUNCI: Media Denah, Bahasa Arab, Kemampuan Menulis.

 

ABSTRACT: this study aims to describe the process of learning to write Arabic using media sketch in MTsN 2 Malang and learning outcomes the ability to write Arabic students MTsN 2 Malang using media sketch. This research uses the class action research design. In cycles I there are some deficiencies in learning and can be fixed in cycle 2. On every cycle of experience increased. The default value is 80. The results of the post test II was able to exceed the SKM.

 

KEYWORDS: sketch, Arabic Language, Writing Skills.

ملخص: تهدف هذه الدراسة إلى وصف عملية تعلم كتابة اللغة العربية باستخدام المخطط في المدرسة المتوسطة الاسلامية الحكومية الثانية مالانج ونتائج التعلم القدرة على كتابة الطلاب العرب في المدرسة المتوسطة الاسلامية الحكومية الثانية مالانج باستخدام المخطط. يستخدم هذا البحث منهج البحث الإجرائي الصفي. في دورة الأولى هناك بعض اوجة القصور في التعلم ويمكن ان تكون ثابتة في دورة الثانية. على كل دورة من الخبرة زيادة. القيمة الافراضية كيتونتاسان الحد الأدنى هو . وكانت نتائج اختبار الوظيفة الثانية قادرة على تجاوزت.

الكلمات الرئيسية: المخطط، اللغة العربية، كفاءة الكتابة.

 

Keterampilan berbahasa mencakup empat aspek penting, yaitu keterampilan mendengarkan, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis (Tarigan, 1994:1). Keterampilan menulis bukan hal yang sulit untuk dipelajari, karena dalam keterampilan menulis tidak membutuhkan seseorang yang pandai menulis atau mempunyai bakat akan tetapi keterampilan dapat dilakukan semua orang dengan cara latihan secara terus menerus.

Menulis merupakan salah satu dari keempat maharah dalam keterampilan berbahasa. Menurut Tarigan (dalam Rosyidi dan Ni’mah, 2012:97) mendefinisikan menulis sebagai proses menggambarkan suatu bahasa sehingga pesan yang disampaikan penulis dapat dipahami pembaca.

Kemampuan menulis bahasa dapat disebut dengan Maharah Kitabah. Keterampilan menulis (maharah kitabah) adalah kemampuan dalam mendeskripsikanatau mengungkapkan isi pikiran, mulai dari aspek menulis kata sampai mengarang (Alwasilah, 2013:151).

Dari keempat keterampilan berbahasa tersebut, berdasarkan wawancara dengan guru bahasa Arab MTsN 2 Kota Malang bahwasanya permasalahan yang sering muncul dalam pembelajaran bahasa Arab adalah kurangnya siswa dalam keterampilan menulis. Siswa masih kurang dalam pembelajaran menulis bahasa Arab, siswa sering mengeluh ketika diminta untuk menulis dan salah satu penyebabnya adalah kurangnya variasi baik metode mapun media dalam pembelajaran karena guru lebih menekankan pada drill dan tarqib.

Pada semester genap siswa akan belajar beberapa matei salah satunya Al-Unwan. Langkah awal dalam memberikan dorongan siswa dalam menulis yaitu dengan menggunakan media denah untuk mempermudah siswa dalam memahami pelajaran. Media denah yang digunakan yaitu 2D (Dua Dimensi) karena media 2D ini sangat mudah didapatkan, cara pembuatannya mudah dan lebih fleksibel.

Berdasarkan hasil observasi peneliti terhadap pembelajaran dikelas yang dilakukan pada tanggal 19 dan 21 November 2018, bahwasannya guru lebih sering menggunakan media power point dalam menjelaskan materi dan bertanya kepada siswa tekait materi yang telah dipelajari dan kemampuan menulis kurang dilatih.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Sulkhan selaku guru bahasa Arab MTsN 2 Kota Malang beliau menjelaskan bahwa para siswa masih harus banyak belajar terkait pembelajaran bahasa Arab, yaitu salah satunya dalam keterampilan menulis, kemudian terdapat beberapa siswa yang berasal dari alumni SD sehingga ghiroh dalam belajar bahasa Arab masih kurang. Begitu pula berdasarkan hasil wawancra peneliti dengan beberapa siswa MTsN 2 kota Malang mereka mengatakan bahwa kurangnya dalam keterampilan menulis, berbicara dan menghafal mufrodat ditambah dengan pembelajaran bahasa Arab di kelas yang kurang menarik dan membosankan.

Berdasarkan hasil diskusi dengan guru bahasa Arab MTsN 2 Kota Malang peneliti memilih menggunakan media denah karena media tersebut mampu membantu siswa dalam menulis melalui bimbingan dan arahan dari media sehingga siswa mudah memahami materi yang akan dipelajari.

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan kemampuan meulis bahasa Arab siswa MTsN 2 Kota Malang? Secara khusus rumusan masalah sebagai berikut.

(1) bagaimana proses pembelajaran kemampuan menulis bahasa Arab siswa MTsN 2 Kota Malang dengan menggunakan media denah? Dan

(2) bagaimana kemampuan menulis bahasa Arab siswa MTsN 2 Kota Malang setelah mengikuti pembelajaran menggunakan media denah?.

Penelitian ini difokuskan pada peningkatan proses dan kemampuan menulis bahasa Arab dengan menggunakan media denah. Kelas yang diteliti yaitu kelas 7E MTsN 2 Kota Malang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Februari 2019 dengan materi Al-Unwan dan Baitii.

Dalam suatu pembelajaran, dibutuhkan media yang digunakan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. Kata media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari medium yang secara harfiah berarti ‘perantara’ atau ‘pengantar’, yaitu perantara antara pengirim pesan dan penerima pesan (Asrori dan Moh. Ahsanuddin, 2016:3). Media pembelajaran dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang dapat menyampaikan atau menyalurkan pesan dari suatu sumber secara terencana, sehingga terjadi lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif (Asyhar, 2012:8).

Rosyidi (2009:28) tujuan utama penggunaan media pembelajaran adalah agar pesan atau informasi yang dikomunikasikan tersebut dapat diserap semaksimal mungkin oleh para siswa sebagai penerima informasi. Dengan demikian informasi dapat diterima siswa denganbaik dan mudah.

Dengan adanya media pembelajaran, siswa akan lebih sepat mengolah informasi, selain itu lebih mudah dalam menerima dan mengolah sebuah komunikasi (Nuha, 2016:254). Oleh karena itu media mampu membantu guru dalam memberi kemudahan kepada siswa dalam belajar.

Pembelajaran bahasa Arab dapat dipelajari dengan menggunakan berbagai macam keterampilan berbahasa salah satunya menulis. Hal ini sesuai dengan pendapat (Rohman, 2015:27) bahwa bahasa itu adalah mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis.

Namun demikian juga harus menjadi pertimbangan dalam memilih dan menentukan media pembelajaran yakni pada situasi pembelajaran atau memperhatikan bagaimana kecocokan media yang akan digunakan dari sudut kemampuan media itu untuk menyampaikan komunikasi yang diinginkan (Rosyidi, 2009:38).

Menurut Asrori dan Ahsanuddin (2016:27) kriteria-kriteria yang harus diperhatikan oleh guru dalam memilih media adalah:

(1) kesesuaian dengan tujuan pembelajaran,

(2) waktu, tenaga, dan dana yang diperlukan untuk mengadakannya,

(3) kemenarikan media sehingga mampu menyedot perhatian siswa untuk belajar,

(4) kesesuaian media dengan kemampuan dan kesiapan siswa, dan

(5) kemampuan guru dalam mengoperasikan.

Denah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah gambar yang menunjukkan letak kota, jalan, peta atau gambar ruangan seperti rumah, bangunan dan lain sebagainya.

Menurut Rahayu dan Hendratno, 2013:3 media denah adalah gambar yang menunjukkan suatu lokasi yang berisi gambar dan petunjuk-petunjuk sederhana yang biasanya denah menunjukkan lokasi. Denah dapat dijadikan rangsangan untuk dapat mengungkap kemampuan menulis secara terbatas misalnya denah sekolah dan rumah.

Secara umum denah berfungsi untuk mempermudah menentukan arah atau menemukan suatu tempat yang terdapat pada gambar atau denah tersebut (Yulinar, 2017:28). Fungsi denah yaitu sebagai petunjuk suatu objek seperti denah jalan, letak rumah dan lain sebagainya. Menurut Yulinar, 2017:29 adapun unsur-unsur denah, di antaranya: terdapat judul denah, terdapat gambaran umum lokasi, terdapat gambaran arah mata angin yang mengarah ke utara, terdapat nama dari setiap tempat pada gambar denah.

 

METODE PENELITIAN

Berdasarkan judul penelitian, maka jenis penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini terdapat 2 siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif kuantitatif karena penelitian ini meneliti tentang proses pembelajaran menulis bahasa Arab serta hasil meningkatnya pembelajaran menulis bahasa Arab.

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa MTsN 2 Kota Malang kelas 7E. Penelitian ini menggunakan sistem siklus yang tahapannya diadopsi dari Kemmis and Taggart, 1998 (dalam Ainin, 2013:158), yaitu

(1) perencanaan (planning),

(2) pelaksanaan tindakan (action),

(3) observasi (observing),

(4) refleksi (reflecting).

Langkah-langkah atau prosedur Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam pembelajaran maharah kitabah dengan media denah adalah sebagai berikut.

(1) Perencanaan. Pada tahap ini peneliti mempersiapkan pengajaran bahasa Arab pada keterampilan menulis bahasa Arab dengan menggunakan media denah. Kegiatan perencanaan ini pada dasarnya diawali dengan pengamatan sebelumnya terhadap sistem pembelajaran menulis bahasa Arab di MTsN 2 kota Malang. Unsur yang perlu diperhatikan dalam membuat perencanaan misalnya silabus, RPP, bahan ajar, tugas kelompok, bahan latihan, dan lembar observasi.

(2) Pemberian tindakan. Setelah peneliti menemukan permasalahan dan membuat perencanaan sebagai solusi, maka langkah berikutnya adalah peneliti sekaligus sebagai guru menerapkan perencanaan tersebut (meningkatkan kemampuan menulis bahasa Arab dengan media denah) dalam kegiatan pembelajaran di kelas.

(3) Observasi. Observasi dilakukan untuk mengetahui kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan tindakan serta untuk mengambil data aktivitas siswa dalam pembelajaran.

(4) Refleksi. Pada tahap ini guru bersama peneliti serta observer merefleksi kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan serta mengidentifikasi kelemahan atau kekurangan yang muncul dalam pembelajaran, agar peneliti dapat memperbaiki pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.

Penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif dalam penelitian ini menggunakan analisis data interaktif model dan huberman (dalam Denzim dan Lincoln, 1994). Sementara itu, analisis data kuantitatif yaitu menggunakan teknik statistik sederhana, yaitu menghitung rerata skor hasil belajar peserta didik pada setiap siklus. Untuk mencari rerata dapat digunakan rumus sebagai berikut.

Nilai rata-rata: jumlah skor yang diperoleh x 100%

Skor maksimal

Sedangkan untuk persentase ketuntasan belajar siswa dapat digunakan rumus sebagai berikut.

Persentase ketuntasan: jumlah siswa yang tuntas x 100%

Jumlah siswa

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Sebelum melaksanakan siklus I, tahap awal yang dilakukan peneliti adalah observasi dan wawancara. Observasi dilakukan pada tanggal 19 November dan 21 November 2018 yang bertujuan untuk mengamati proses pembelajaran di kelas. Kemudian wawancara dilakukan pada tanggal 25 Oktober 2018 dengan guru bahasa Arab, yaitu Bapak Muhammad Sulhan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara tersebut diketahui bahwa pembelajaran bahasa Arab khususnya dalam keterampilan menulis kurang menarik. Hal tersebut dikarenakan kurangnya variasi baik metode maupun media yang digunakan guru. Guru hanya menggunakan Power Point (PPT) sebagai media pembelajaran serta metode drill dan ceramah. Dalam pembelajaran di kelas guru lebih menekankan pada penguasaan mufradat dengan metode drill. Oleh sebab itu kemampuan menulis siswa kurang di perhatikan. Berdasarkan data penelitian tersebut ditemukan permasalahan pada siswa yaitu kurangnya pemahaman siswa terhadap materi bahasa Arab yang dipelajari serta kurangnya antusias dan minat siswa terhadap pembelajaran bahasa Arab. Sehingga dalam diskusi antara peneliti dan guru bahasa Arab mengambil judul penggunaan media denah untuk meningkatkan kemampuan menulis bahasa Arab siswa MTsN 2 Kota Malang.

Pelaksanaan pembelajaran menulis bahasa Arab dengan berbantuan media denah dilakukan dua kali siklus empat kali pertemuan. Tiap siklus terdapat empat langkah, yaitu perencanaan, pemberian tindakan, observasi dan refleksi. Pada siklus I materi yang disampaikan yaitu Al-Unwan dengan menggunakan denah lokasi sekolah MTsN 2 Kota Malang. Siklus I ini dilakukan dalam dua kali pertemuan, pertemuan pertama dilaksanakan pada 16 Januari 2019 dan  pertemuan kedua pada 25 Januari 2019. Tahap pembelajaran dalam penggunaan media denah dalam siklus I yaitu peneliti menempelkan denah di papan tulis kemudian mengenalkan kepada siswa semua gambar yang terdapat di dalam denah dengan metode tanya jawab, kemudian peneliti melatih siswa menulis mufradat dari gambar yang ada di dalam denah dengan metode drill, setelah itu peneliti memberi contoh menulis kalimat bahasa Arab menggunakan bantuan denah dan siswa berlatih menulis kalimat bahasa Arab secara mandiri menggunakan bantuan denah.

Kegiatan pada siklus I pertemuan pertama dan kedua terdapat tiga tahap yaitu pendahuluan,kegiatan inti dan penutup. Pada kegiatan pendahuluan peneliti mengucap salam, menanyakan kabar siswa dan dilanjut mengecek kehadiran siswa kemudian melakukan apersepsi. Selanjutnya dalam kegiatan inti peneliti menyampaikan materi menggunakan media denah dengan langkah-langkah yang telah disebutkan di atas. Kemudian pada kegiatan penutup peneliti mengulas kembali materi yang telah diajarakan. Pada pertemuan pertama peneliti menggunakan media denah hanya untuk mengenalkan media yang digunakan dalam pembelajaran kemudian pad pertemuan kedua media denah digunakan secara maksimal pada saat pembelajaran bahasa Arab.

Setelah pembelajaran peneliti bersama observer merefleksi hasil observasi kegiatan pembelajaran guru dan siswa. Dari hasil observasi terhadap guru terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki yaitu:

(1) peneliti kurang maksimal dalam mengkondisikan kelas,

(2) peneliti kurang tegas terhadap siswa dan

(3) peneliti kurang tepat dalam mengatur waktu saat proses pembelajaran.

Sedangkan hasil observasi terhadap siswa terdapat beberapa masalah yang perlu diperbaiki yaitu

(1) siswa kurang dapat dikondisikan dan

(2) terdapat beberapa siswa yang masih malu ketika diminta untuk menuliskan jawaban di papan tulis.

Berdasarkan data tersebut peneliti melakukan beberapa hal untuk memperbaiki pembelajaran pada siklus II yaitu peneliti harus

(1) mampu mengkondisikan kelas, peneliti menyiapkan permainan ketika siswa kurang antusias dalam pembelajaran,

(2) bersikap lebih tegas agar siswa memperhatikan pelajaran dengan baik, peneliti menunjuk siswa untuk menjawab serta mengulangi penjelasan peneliti dengan dihampiri ke meja siswa dan

(3) mampu mengatur serta memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

Pada siklus II materi yang disampaikan yaitu Baitii dengan menggunakan media denah ruang pada pertemuan pertama dan media denah lokasi pada pertemuan kedua. Siklus II ini dilakukan dalam dua kali pertemuan, pertemuan pertama dilaksanakan pada 1 Februari 2019 dan pertemuan kedua dilaksanakan pada 8 Februari 2019. Tahap pembelajaran dalam penggunaan media denah dalam siklus II yaitu peneliti menempelkan denah di papan tulis kemudian mengenalkan kepada siswa semua gambar yang terdapat di dalam denah dengan metode tanya jawab, kemudian peneliti melatih siswa menulis mufradat dari gambar yang ada di dalam denah dengan metode drill, setelah itu peneliti memberi contoh menulis kalimat bahasa Arab menggunakan bantuan denah dan siswa berlatih menulis kalimat bahasa Arab secara mandiri menggunakan bantuan denah.

Kegiatan pada siklus II pertemuan pertama dan kedua terdapat tiga tahap yaitu pendahuluan,kegiatan inti dan penutup. Pada kegiatan pendahuluan peneliti mengucap salam, menanyakan kabar siswa dan dilanjut mengecek kehadiran siswa kemudian melakukan apersepsi. Selanjutnya dalam kegiatan inti peneliti menyampaikan materi menggunakan media denah dengan langkah-langkah yang telah disebutkan di atas. Pada pertemuan pertama media denah yang digunakan yaitu denah ruang, pada pembelajaran peneliti menunjuk salah satu gambar ruangan yang ada di dalam denah kemudian siswa diminta untuk menyebutkan benda apa saja yang terdapat di dalamnya. Sedangkan pada pertemuan kedua denah yang digunakan yaitu denah lokasi, pada pembelajaran peneliti bertanya kepada siswa dimana letak rumah tersebut kemudian di dalam rumah terdapat ruangan apa saja kemudian benda apa saja yang terdapat dalam ruangan tersebut. Pada kegiatan penutup peneliti mengulas kembali materi yang telah di ajarkan.

Setelah pembelajaran peneliti bersama observer merefleksi hasil observasi kegiatan pembelajaran guru dan siswa. Dari hasil observasi terhadap guru bahwa peneliti telah memperbaiki permasalahan yang terdapat pada siklus I yaitu peneliti mampu mengkondisikan kelas dengan baik, kemudian peneliti mampu bersikap tegas kepada siswa yang kurang memperhatikan pelajaran dengan mendekati siswa di meja masing-masing selanjutnya peneliti mampu mengatur waktu sehingga pembelajaran lebih efektif dan siswa mampu belajar dengan baik. sedangkan hasil observasi terhadap siswa bahwa siswa telah mengikuti proses pembelajaran menulis bahasa Arab dengan baik, selama pembelajaran berlangsung siswa antusias baik menjawab pertanyaan guru ataupun bertanya dan menuliskannnya di papan tulis dan banyak siswa yang berani untuk menuliskan jawaban di papan tulis.

Setelah melakukan perencanaan samapi dengan penerapan media denah peneliti mendapatkan data dan hasil temuan berupa peningkatan kemampuan menulis bahasa Arab dari beberapa siklus yang telah dilakukan peneliti. Setelah diterapkannya media denah dalam pembelajaran keterampilan menulis bahasa Arab maka diperoleh data dari hasil post-test I. Hasil tes pada siklus I diperoleh rata-rata sebesar 79,2. Jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak 13 siswa (54%) dan jumlah siswa yang belum tuntas sebanyak 11 siswa (46%). Hal ini dilampirkan dalam tabel berikut.

Tabel 1.1 Kemampuan Menulis Bahasa Arab Siklus I

No  Keterangan  Persentase Ketuntasan

1. Tuntas  54%

2. Belum Tuntas  46%

 

Sedangkan data dari hasil post-test II diperoleh rata-rata sebesar 95. Jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak 24 (100%) dan jumlah siswa yang belum tuntas sebanyak 0 (0%). Hal ini ditampilkan dalam tabel berikut.

Tabel 1.2 Kemampuan Menulis Bahasa Arab Siklus II

No  Keterangan  Persentase Ketuntasan

1. Tuntas  100%

2. Belum Tuntas  0%

 

Hasil penelitian yang dilakukan pada tiap siklus mengalami peningkatan. Peningkatan itu dikarenakan siswa merasa tertarik untuk menulis bahasa Arab dan hal ini ditunjang dengan media denah yang diterapkan peneliti. Peneliti menjelaskan pelajaran secara perlahan dengan menunjukkan gambar denah sehingga siswa mempunyai gambaran dari materi. Peningkatan kemampuan menulis bahasa Arab ini ditunjukkan pada tabel berikut.

 

Tabel 1.3 Hasil Tes kemampuan Menulis Bahasa Arab Pada Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II

No  Kegiatan Pembelajaran  Nilai Rata-rata  Persentase Ketuntasan

1. Pra Siklus  66,4  19%

2. Siklus I  79,2  54%

3. Siklus II  95  100%

 

Berdasarkan perbandingan kemampuan siswa dalam menulis bahasa Arab menunjukkan adanya peningkatan jika dibandingkan antara tes pada pra siklus dengan hasiltes pada pembelajaran siklus I dan II yang telah diterapkannya media denah. Sehingga dapat dikatakan bahwa kemampuan siswa