SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS STRUKTURAL SEMIOTIK TERHADAP CERPEN “HADZA HUWA AL-HUB” KARYA YUSUF AS-SIBA’I

Siti Mufarrikha

Abstrak


ABSTRAK

 

Mufarrikha, Siti. 2018. Analisis Struktural Semiotik Terhadap Cerpen Hadza Huwa al-Hub Karya Yusuf as-Siba’i. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hanik Mahliatussikah, M. Hum, (II) Ibnu Samsul Huda, S.S, M.A.

 

Kata kunci: struktural, semiotik, Hadza Huwa al-Hub

Hadza Huwa al-Hub (selanjutnya disebut HHH) merupakan judul antologi cerpen Hadza Huwa al-Hub yang ditulis oleh Yusuf as-Siba’i, hal tersebut menunjukkan bahwa pengarang menganggap bahwa cerpen ini yang paling istimewa di antara cerpen yang lain. Di samping itu, cerpen ini memiliki struktur dan mengandung makna-makna tersirat sehingga menarik untuk dianalisis dengan pisau analisis struktural semiotik Riffaterre agar makna yang terkandung di dalamnya dapat terungkap. Semiotik Riffaterre dipilih karena cocok untuk menganalisis cerpen HHH.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) analisis struktural cerpen HHH, (2) analisis semiotik cerpen HHH, (3) pemanfaatan hasil penelitian dalam pembelajaran Tela’ah Prosa.

Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif karena bertujuan untuk mendeskripsikan wujud struktural semiotik pada makna cerpen HHH. Instrumen kunci dalam penelitian ini adalah human instrument. Data dari penelitian ini diambil dari teks yang memuat aspek struktural semiotik dalam cerpen HHH. Sedangkan sumber data dari penelitian ini adalah sumber data tertulis yang berupa teks cerpen HHH.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan struktural terhadap cerpen HHH, maka dapat diketahui bahwa tema dalam cerpen ini adalah usaha dan pengorbanan seseorang yang memiliki kekurangan untuk mencapai impian dan kebahagiaan. Tokoh utama dalam cerpen ini adalah al-fatatu dan al-fata dan beberapa tokoh pembantu. Alur maju adalah  alur yang digunakan dalam cerpen ini. Ditemukan tiga latar dalam cerpen, yaitu latar tempat dan latar suasana. Adapun latar tempatnya adalah pasar, negara Eropa Tengah, tenda, atas panggung, tempat duduk, kamar. Sedangkan latar waktunya adalah malam dan siang hari. Latar suasananya adalah sedih, bahagia, tegang, dan dingin. Pengarang menggunakan sudut pandang orang ketiga sebagai pelaku utama. Cerpen ini juga disajikan dalam gaya bahasa yang menarik yaitu, gaya bahasa dalam ilmu balaghah (ma’ani, bayan, dan badi’).

Berdasarkan analisis semiotik, ditemukan empat poin hasil analisis. Pertama, ekpresi tidak langsung cerpen terdapat metonimi, simile, hiperbola, ambiguitas, repetisi, dan paralelisme. Kedua, pembacaan heuristik dan hermeneutik. Adapun pembacaan heuristik pada cerpen dengan menambahkan sisipan kata yang belum jelas berdasarkan bacaan tingkat pertama, sedangkan pembacaan hermeneutik diketahui isi atau pesan dari cerpen HHH ketika cinta lebih berkuasa maka segala yang berharga bisa dikorbankan demi mempertahankannya. Ketiga adalah matriks, model, dan varian. Matriks cerpen adalah manusia tetap manusia walaupun ia pernah diperjualbelikan. Model cerpen adalah menggunakan bahasa kiasan metafora dan simile. Sedangkan varian pada cerpen ini terdapat pada kalimat di halaman 154, 156, 159, 161, dan 162. Keempat, hipogram dalam cerpen ini dilatarbelakangi oleh penjualan manusia yang ada di masyarakat Eropa Tengah.

Penelitian ini dapat digunakan dalam pembelajaran Telaah Prosa yang ada pada mata kuliah Dirasah Natsriyyah Jurusan Sastra Arab UM. Terdapat empat langkah pembelajaran (1) dosen menyajikan bahan pengajaran, (2) mahasiswa melakukan diskusi kelompok, dan (3) mahasiswa presentasi.