SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS KESALAHAN FONOLOGIS BAHASA ARAB MAHASISWA JURUSAN SASTRA ARAB UNIVERSITAS NEGERI MALANG ANGKATAN 2014

nila agustin

Abstrak


ABSTRAK

 

Agustin, Nila. 2017. Analisis Kesalahan Fonologis Bahasa Arab Mahasiswa Jurusan Sastra Arab Universitas Negeri Malang Angkatan 2014. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Kholisin, M.Hum., (II) Laily Maziyah, S.Pd, M.Pd.

 

Kata kunci: fonologi, fonetik, fonemik, anakon, anakes.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya mahasiswa jurusan sastra Arab Universitas Negeri Malang yang melakukan kesalahan penuturan bunyi bahasa Arab. Salah satu kompetensi bahasa yang harus dikuasai oleh pebelajar bahasa adalah pelafalan bunyi yang baik dan benar. Kesalahan fonologis yang dibiarkan akan terus terulang di kemudian hari, hal ini akan menyebabkan mahasiswa tersebut tidak mampu berbicara bahasa Arab dengan baik dan benar. Sebagai calon tenaga pendidik, mahasiswa sastra Arab UM tentu harus memiliki kemampuan yang baik dalam menuturkan bunyi-bunyi bahasa Arab sehingga tidak akan menularkan kesalahan pada siswanya kelak. Selain itu, kesalahan pada satu bunyi bahasa Arab dapat berpengaruh pada makna kata. Alasan-alasan itulah yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian tentang Analisis Kesalahan Fonologis Bahasa Arab Mahasiswa Jurusan Sastra Arab UM Angkatan 2014. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan kesalahan fonologis mahasiswa jurusan sastra Arab UM angkatan 2014 pada tataran bunyi konsonan, (2) mendeskripsikan kesalahan fonologis mahasiswa jurusan sastra Arab UM angkatan 2014 pada tataran bunyi vokal.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-deskriptif. Konsep analisis kesalahan dan analisis kontrastif digunakan untuk mendeskripsikan temuan kesalahan. Data dalam penelitian ini adalah tuturan bahasa Arab Mahasiswa jurusan sastra Arab UM angkatan 2014 yang telah ditranskripsikan. Sumber data penelitian adalah tuturan bahasa Arab Mahasiswa jurusan sastra Arab UM angkatan 2014. Subjek penelitian adalah Mahasiswa jurusan sastra Arab Universitas Negeri Malang angkatan 2014 yang berjumlah 75 orang. Instrumen penelitian terdiri dari peneliti, recorder, pedoman pertanyaan dan kartu data. Keseluruhan proses penelitian dilakukan berdasarkan konsep Anakes yaitu, (1) mengumpulkan data, (2) mengidentifikasi kesalahan, (3) mengoreksi kesalahan, (4) mendeskripsikan kesalahan, dan (5) menjelaskan kesalahan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahasiswa jurusan sastra Arab Universitas Negeri Malang angkatan 2014 melakukan kesalahan fonologis pada bunyi konsonan dan vokal. Kesalahan pada bunyi konsonan dijumpai pada konsonan ه، ز، ظ، ث، ط، غ، ص، ض، ش، ح، خ، ع. Kesalahan tersebut berupa penggantian bunyi [ʕ] ke [ʔ],penggantian bunyi [x] ke [h], penggantian bunyi [x] ke [ħ], penggantian bunyi [ħ] ke bunyi [h], penggantian bunyi [ʃ] ke [s], penggantian bunyi [d̪ˤ] ke bunyi [d], penggantian bunyi  [d̪ˤ] ke [ð], penggantian bunyi [sˤ] ke bunyi [s] dan [ʃ], penggantian bunyi [ɣ] ke bunyi [g], penggantian bunyi [ɣ] ke [ħ], penggantian bunyi [t̪ˤ] ke [t], penggantian bunyi [θ] ke [s], penggantian bunyi [ðˤ] ke [d], penggantian bunyi [ðˤ] ke [ð], penggantian bunyi [ðˤ] ke bunyi emfatik [d̪ˤ], penggantian bunyi [z] ke [s], dan penggantian bunyi [h] ke bunyi [ħ]. Faktor penyebab munculnya kesalahan pada bunyi konsonan adalah sebagai berikut:

(1) Konsonan bahasa Arab tidak ada dalam bahasa Indonesia, yakni konsonan ظ، ث، ط، غ، ص، ض، ح، ع.

(2) Adanya interferensi kosa kata bahasa Indonesia seperti pada kata عَرَبِي [ʕarabi], subjek menuturkannya seperti kata “Arab” dalam bahasa Indonesia menjadi أَرَبِي [ʔarabi].

(3) Artikulasi bahasa Arab yang berdekatan, seperti bunyi [h] dan [ħ]

(4) Kecenderungan memilih bunyi-bunyi yang lebih mudah diucapkan, seperti penggantian bunyi [z] ke [s]. Bunyi /tidak bersuara/ [s] lebih mudah diucapkan daripada bunyi /bersuara/ [z].

Kesalahan pada bunyi vokal dibagi menjadi dua kategori yaitu (1) memanjangkan vokal pendek, dan (2) memendekkan vokal panjang. Kesalahan fonologis berupa memanjangkan vokal pendek dijumpai pada vokal pendek [a] menjadi [a:] dan vokal pendek [i] menjadi [i:]. Sedangkan kesalahan berupa memendekkan vokal panjang dijumpai pada vokal panjang [u:] menjadi [u], vokal panjang [i:] menjadi [i], dan vokal panjang [a:] menjadi [a]. Kesalahan pada tataran bunyi vokal disebabkan karena perbedaan antara sistem bahasa Arab dan Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia tidak memiliki fonem berupa vokal panjang. Panjang-pendek vokal tidak mempengaruhi makna kata bahasa Indonesia. Konsep inilah yang masih dibawa oleh pebelajar ketika berbicara bahasa Arab. Pebelajar melakukan generalisasi berlebihan terhadap vokal bahasa Indonesia dan vokal bahasa Arab. Faktor lain adalah adanya interferensi kosakata bahasa Indonesia, seperti memendekkan bunyi [u:] pada kata خُصُوْصًا [xusˤu:sˤan] menjadi خُصُصًا [xusˤusˤan], bahasa Indonesia memiliki kata serupa yakni “khusus”.

Kesalahan pada tataran bunyi konsonan dan bunyi vokal, keduanya berpengaruh pada makna kata yang dituturkan. Penggantian bunyi yang dilakukan juga ikut merubah makna suatu kata menjadi makna kata yang lain atau merubahnya menjadi “tidak bermakna”. Kesalahan merupakan hal yang umum dijumpai dalam pembelajaran bahasa, namun bukan berarti dapat diabaikan. Pengajar hendaknya mengoreksi kesalahan fonologis yang dilakukan pebelajar bahasa untuk membantu mereka mencapai kemampuan berbahasa yang baik dan benar. Peneliti yakin dengan menggunakan metode yang tepat dan latihan terus menerus akan dapat mengurangi kesalahan berbahasa.