SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Mufradat pada Program Shabahul Lughah di Pondok Pesantren Sabilur Rasyad Gasek Malang.

Cici Nadzifah

Abstrak


ABSTRAK

 

Penelitian ini membahas tentang proses pembelajaran mufradat pada program shabahul lughah di pondok pesantren Sabilur Rasyad Gasek Malang sebagai upaya meningkatkan kemahiran berbahasa Arab santri baik lisan maupun tulisan. Pada dasarnya penguasaan bahasa terikat oleh perbendaharaan kosakata termasuk dalam menguasai bahasa Arab sebagai bahasa asing. Di Indonesia beberapa pesantren baik modern maupun tradisional mengawali pembelajaran bahasa Arab melalui pengenalan kosakata (mufradat) kepada santri, bahkan ada yang menyajikan pengajaran mufradat secara tersendiri sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri. Salah satunya adalah pondok pesantren Sabilur Rasyad Gasek Malang. Hal inilah yang mendorong peneliti untuk meneliti pembelajaran mufradat di pondok pesantren Sabilur Rasyad Gasek Malang.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1)  proses pembelajaran mufradat dan (2) hasil evaluasi pembelajaran mufradat pada kemampuan berbahasa santri lisan maupun tulisan. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah santri SMPI pondok pesantren Sabilur Rasyad Gasek Malang yang berjumlah 50 santri dikelompokkan menjadi tiga tingkatan yaitu mubtadi’, mutawasith, dan mutaqaddim. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, penyebaran angket, dokumentasi, dan wawancara yang diperkuat dengan pemberian soal tes untuk mengetahui tingkat kemampuan berbahasa Arab santri dari segi leksikal dan gramatikal.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan pembelajaran mufradat di pondok pesantren Sabilur Rasyad Gasek Malang yang dikemas dalam program shabahul lugah bertujuan untuk memperbanyak perbendaharaan mufradat dan meningkatkan kualitas kemampuan berbahasa Arab santri. Metode pembelajaran yang digunakan ialah metode drill yang dikombinasikan dengan beberapa metode yakni metode tanya jawab dan metode pemberian tugas. Media pembelajaran yang digunakan ialah papan tulis, audio, dan video. Adapun bahan ajar yang digunakan ialah Madarij Addurus Al Arabiyah karangan kyai Basori Alwi yang terdiri dari 3 jilid yaitu jilid 1,2, dan 3. Evaluasi pada program ini terdari dari dua bentuk yaitu secara lisan dan tertulis. Evaluasi secara lisan dilakukan melalui muhadharah setiap dua minggu sekali. Sementara evaluasi secara tertulis berupa middle test yang dilakukan setiap tengah semester. Faktor pendukungknya berasal dari santri, pengajar, dan pondok pesantren. Faktor pendukung dari santri yaitu semangat dan motivasi belajar, faktor pendukung dari pengajar yaitu para pengajar shabahul lughah yang berkompeten, dan faktor pendukung dari pondok pesantren yaitu adanya dukungan penuh dari pihak pesantren kepada bagian bahasa pesantren untuk mengelola program shabahul lughah. Sedangkan faktor penghambatnya ialah motivasi belajar santri yang naik turun dan adanya gangguan dari santri yang terlambat mengikuti kelas shabahul lughah. (2) Hasil evaluasi keterampilan berbahasa yang dilakukan oleh santri dalam menerapkan mufradat baik dari segi leksikal ataupun gramatikal dikategorikan “baik”.