SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick untuk Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil Belajar Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas VII B MTsN Langkapan Srengat Blitar

OKTA SOLICHAH

Abstrak


ABSTRAK

 

Kosakata merupakan salah satu unsur kebahasaan yang diajarkan di Madrasah Tsanawiyah guna menunjang empat kemahiran berbahasa, yaitu menyimak (istima’), berbicara (kalam), membaca (qira’ah), dan menulis (kitabah). Dari studi pendahuluan di MTsN Langkapan Srengat, diketahui banyak siswa yang lemah ingatannya terhadap kosakata bahasa Arab (mufradat) yang telah dipelajari. Oleh karena itu, guru sebaiknya menggunakan model pembelajaran yang menarik dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab agar siswa mudah mengingat dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah model pembelajaran talking stick.

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) pembelajaran kosakata bahasa Arab siswa kelas VII B MTsN Langkapan Srengat Blitar dengan menerapkan model pembelajaran talking stick, (2) peningkatan kualitas proses dan hasil belajar kosakata bahasa Arab siswa kelas VII B MTsN Langkapan Srengat Blitar setelah dilaksanakan pembelajaran kosakata bahasa Arab dengan menerapkan model pembelajaran talking stick. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam penelitian ini guru pengampu bahasa Arab kelas VII B MTsN Langkapan Srengat Blitar bertindak sebagai observer, sedangkan peneliti bertindak sebagai guru.

Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran kosakata bahasa Arab siswa kelas VII B MTsN Langkapan Srengat Blitar dengan menerapkan model pembelajaran talking stickterlaksana dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan sebagian besar siswa sudah memahami materi yang diajarkan dan mampu menjawab pertanyaan guru. Peningkatan kualitas proses dilihat dari respon siswa yang semakin baik, berani dalam bertanya atau mengemukakan pendapat, partisipasi siswa dalam pembelajaran yang semakin aktif, siswa tidak mudah mengantuk dan motivasi atau semangat siswa dalam pembelajaran yang semakin meningkat. Peningkatan hasil belajar kosakata bahasa Arab siswa kelas VII B meningkat setelah diterapkannya model pembelajaran talking stick. Hal ini terbukti dari nilai rata-rata pre-test, post-test1, dan post-test2yang mengalami peningkatan. Nilai rata-rata pre-test yaitu 70, dari 20 siswa (58,8%) mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) (75). Nilai rata-rata siklus I yaitu 86, dari 31 siswa (91%) mencapai KKM. Nilai rata-rata siklus II yaitu 89, dari 34 siswa (100%) mencapai KKM. Peningkatan nilai rata-rata post-test 1ke post-test 2 hanya sebesar 3% karena model pembelajaran talking stick hanya diterapkan pada kelompok besar saja. Selain itu, waktu yang terbataspada penelitian ini berpengaruh pada penguasaan siswa yang belum terkontrol sepenuhnya dan tingkat kesulitan soal yang berbeda berdampak pada hasil tes siswa yang bervariasi.

Berdasarkan hasil penelitian ini,talking stick merupakan salah satu alternatif model pembelajaran yang bisa dipilih oleh gurubahasa Arab dalam mengatasi masalah pembelajaran kosakata bahasa Arab sehingga siswa tertarik dalam mengikuti proses pembelajaran bahasa Arab. Peneliti berharap penelitian selanjutnya mengembangkan model pembelajaran talking stick agar bisa diterapkan untuk keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.