SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PemetaanPembelajaranBahasa Arab Di SMA Islam Di Sidoarjo

Rizky Sa'diyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Beberapa SMA di Kabupaten Sidoarjo menjadikan mata pelajaran bahasa Arab sebagai mata pelajaran wajib dan peminatan. Sesuai dengan kurikulum 2013 bahasa Arab sebagai mata pelajaran wajib dalam peminatan kebahasaan. Namun, belum semua sekolah di Sidoarjo menjadikan bahasa Arab sebagai mata pelajaran yang harus dipelajari.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peta pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab di SMA Islam di Kabupaten Sidoarjo yang meliputi (1) kualifikasi guru, (2) kurikulum pembelajaran, (3) bahan ajar, (4) metode pembelajaran, (5) media pembelajaran, dan (6) evaluasi pembelajaran bahasa Arab.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif jenis survei. Populasi penelitian ini adalah 8 SMA Islam di Kabupaten Sidoarjo.Data penelitian berupa jawaban guru (responden) terhadap isi angket. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap persiapan data, klasifikasi, tabulasi dan interpretasi data.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh lima simpulan hasil penelitian. Pertama, seluruh guru sudah memenuhi standart kualifikasi sebagai guru bahasa Arab professional. Sebagian kecil guru belum pernah mengikuti penataran, lokakarya, ataupun seminar yang berkaitan dengan bahasa Arab. Pendidikan bahasa Arab guru juga diperoleh dari pesantren. Kedua, kurikulum pembelajaran yang digunakan oleh sebagian besar guru di SMA di Kabupaten Sidoarjo adalah kurikulum 2013 dari Kemendikbud. Oleh masing-masing guru kurikulum tersebut dikembangkan menjadi Silabus dan RPP dan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Ketiga, bahan ajar atau bukuteks yang digunakan oleh guru bervariasi. Sebagian besar guru merasa kesulitan mendapatkan buku yang sesuai dengan kurikulum. Sebagian kecil guru menggunakan buku terbitan PW Dikdasmen. Keempat, metode pembelajaran yang diterapkan guru dalam keterampilan berbahasa Arab beranekaragam disesuaikan dengan kondisi siswa. Setiap guru menggabungkan berbagai metode dalam setiap kemahiran meskipun tidak diterap kan dalam satu waktu. Kelima, media pembelajaran yang digunakan bermacam-macam yaitu, gambar, benda asli, benda tiruan, bagan, media elektronik, dan lain-lain. Tidak semua sekolah menyediakan media pembelajaran bahasa Arab, sehingga para guru dituntut untuk barinovasi membuat media sesuai dengan materi yang diajarkan. Keenam, setiap sekolah mempunyai jadwal tersendiri dalam melakukan evaluasi pembelajaran. Jenis tes yang sering digunakan yaitu jenis tes lisan dan tes tulis digunakan secara berimbang, dan lebih sering melakukan evaluasi pada akhir unit pelajaran, serta tes dilakuan secara berimbang.