SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENCIPTAAN PRODUK KRIYA LAMPU HIAS DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH SERBUK SERUTAN KAYU

Khafdoh Novalita

Abstrak


ABSTRAK

 Khafdoh. 2018.Penciptaan Produk Kriya Lampu Hias dengan Memanfaatkan Limbah Serbuk Serutan Kayu, Skripsi,Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Ponimin, M. Hum.

 

Kata Kunci: Penciptaan, Serbuk Serutan Kayu, Seni Kriya, Lampu Hias.

Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pabrik pengolah kayu terbanyak, kota-kota itu diantaranya Gresik, Surabaya, Sidoarjo, dan Lumajang serta masih banyak kota lainnya. Pengolahan kayu seringkali menghasilkan limbah berupa serbuk serutan kayu. Sejauh ini limbah serbuk serutan tersebut hanya diolah menjadi bahan kayu bakar, alas kandang dan campuran pupuk organik. Pada dasarnya limbah kayu memiliki potensi tinggi untuk dijadikan karya seni. Berdasarkan hal tersebut, tercipta ide dari kegelisahan pencipta untuk membuat atau menciptakan kaya seni kriyadengan memanfaatkan limbah kayu khususnya limbah serbuk serutan kayu menjadi karya seni lampu hias.

Penciptaan atau pembuatan karya seni lampu hias ini memilki beberapa tujuan dan manfaat, baik bagi pencipta sendiri maupun bagi masyarakat umum, yaitu: (1) menghasilkan konsep penciptaan karya seni kriya serbuk serutan kayu lampu hias berbagai bentuk. (2) mengeksplorasi teknik (3) mewujudkan proses penciptaan karya seni kriya lampu hias berbagai bentuk. (4) mengeksplorasi bentuk karya seni kriya lampu hias. Adapun maanfaat dari penciptaan ini adalah memberikan informasi pengetahuan baru yang nantinya akan menginspirasi orang lain agar terpacu untuk mengembangkan inovasi-inovasi baru yang lebih kreatif.

Langkah-langkah dalam penciptaan seni kriya lampu hias yaitu pengolahan sumber ide, mencari sebuah ide atau gagasan yang kemudian dijadikan konsep. Konsep yang diperoleh inilah yang diwujudkan dalam bentuk gambar sketsa.Langkah selanjutnya adalah aktualisasi sumber ide pada media serbuk serutan kayu. Mengolah limbah serbuk serutan kayu menjadi adonan yang terdiri dari campuran serbuk serutan kayu, lem kayu dan air, selanjutnya adonan tersebut dicetak pada bidang tertentu, apabila persegi dicetak dan ditatata diatas lembaran plastik, sedangkan bulat atau lingkaran dicetak pada bola plastik lalu dikeringkan. Pada proses selanjutnya adalah merangkai dan merekatkan hasil cetakan pada rangkaian yang telah dibuat. Dilanjutkan dengan proses merangkai rankaian lampu serta proses finishing.

Enam karya seni kriya lampu hias ditampilkan menggunakan media estetik berupa titik, garis, bidang, warna dan tekstur. Karakter seni kriya lampu hias berupa dominasi bentuk-bentuk geometris dan bentuk bebas. Karya-karya itu yaitu, (1) berjudul persegi susun, (2) berjudul pohon cahaya, (3) berjudul persegi jam pasir, (4) berjudul lampu ubur-ubur, (5) berjudul persegi melayang, (6) berjudul bulatan asik. Tekstur yang dihasilkan limbah serbuk kayu tersebut mampu memberikan efek naturaluntuk menunjukkan kealamian kayu yang dikemas secara modern menjadi sebuah lampu hias. Diharapkan karya tersebut mampu memberi wawasan bagi pencipta maupun khalayak umum. Selain itu, karya lampu hias ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat bahwa limbah industri dapat dirubah menjadi karya bernilai estetik tinggi, nilai fungsional dan nilai ekonomis.