SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

MAF’UL MUTHLAQ DALAM KITAB MUKHTAR AL-AHADITS AN-NABAWIYYAH WA AL- HIKAM AL-MUHAMMADIYYAH KARYA SAYYID AHMAD BIN IBRAHIM AL-HASYIMI

Lailiyatur Rosyidah

Abstrak


ABSTRAK

 

Rosyidah, Lailiyatur. 2018. Maf’ul Muthlaq dalam Kitab Mukhtar Al-Ahadits Al-Nabawiyyah Wa Al- Hikam Al-Muhammadiyyah Karya Sayyid Ahmad Bin Ibrahim  Al-Hasyimi. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Kholisin, M.Hum, (2) Moh. Ahsanuddin, M.Pd.

 

Kata-kata Kunci: maf’ul muthlaq, naibul maf’ul muthlaq, ‘amil maf’ul muthlaq

Penelitian ini membahas tentang maf’ul muthlaq, karena maf’ul muthlaq memiliki banyak ketentuan dalam pembentukannya, bukan hanya mashdar yang terbentuk dari fi’ilnya melainkan terdapat pengganti-pengganti mashdar atau sering disebut dengan naibul maf’ul muthlaq yang dapat mewakili mashdar dan menunjukkan makna mashdar. Maf’ul muthlaq juga memiliki variasi letak, apakah wajib disebutkan setelah ‘amilnya atau boleh disebutkan sebelum atau setelah ‘amil. Dari banyaknya ketentuan tersebut terkadang membuat para pembaca kesulitan dalam mengidentifikasi maf’ul muthlaq. Hal ini mendorong peneliti untuk meneliti tentang jenis dan beberapa penjelasan dalam menentukan maf’ul muthlaq dengan sumber data dari kitab Mukhtar Al-Ahadits. Adapun tujuan dari penelitian untuk mendeskripsikan jenis maf’ul muthlaq, kata yang berkedudukan sebagai pengganti maf’ul muthlaq, ‘amil maf’ul muthlaq, i’rab maf’ul muthlaq, dan variasi letak maf’ul muthlaq dalam kitab Mukhtar Al-Ahadits.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah hadits-hadits yang terdapat dalam kitab Mukhtar Al-Ahadits yang memuat jenis-jenis dari maf’ul muthlaq yang berjumlah 1575 hadits. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kitab Mukhtar Al-Ahadits. Instrumen penelitian ini adalah peneliti (human instrument). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunkan metode dokumentasi. Adapun tahapan analisis data pada penelitian ini adalah (1) peneliti membaca kitab Mukhtar Al-Ahaditst dan menentukan data, (2) Menyeleksi data yang layak dipakai sesuai dengan masalah penelitian, (3) Mengklasifikasi data dalam susunan kalimat berkaitan dengan maf’ul muthlaq, (4) Menetukan kata yang berkedudukan maf’ul muthlaq   dan membaginya ke dalam jenis-jenis maf’ul muthlaq, (5) Mengidentifikasi ‘amil maf’ul muthlaq dalam setiap hadits, (6) Mengidentifikasi variasi letak maf’ul muthlaq dalam setiap hadits, (7) Mengidentifikasi i’rab setiap kata yang berkedudukan sebagai maf’ul muthlaq, dan (8) Membatasi hasil pengklasifikasian maf’ul muthlaq  dalam kitab Mukhtar Al-Ahadits.

Dari hasil analisis data terdapat maf’ul muthlaq dengan berbagai macam jenis: (1) berdasarkan bentuk mashdarnya terdapat mashdar mutasharrif dan mashdar ghairu mutasarrif, (2) berdasarkan maknanya terdapat  maf’ul muthlaq berbentuk mashdar lafdzi dan mashdar ma’nawi, (3) berdasarkan kejelasan makna mashdar terdapat mashdar mubham dan mashdar mukhtash, dan (4) berdasarkan fungsinya terdapat maf’ul muthlaq berfungsi menegaskan fi’ilnya (taukid), maf’ul muthlaq berfungsi menjelaskan fi’ilnya (nau’), dan maf’ul muthlaq berfungsi menjelaskan kuantitas fi’ilnya (‘adad), dan maf’ul muthlaq yang berfungsi sebagai ganti mengucapkan fi’ilnya. Dalam kitab Mukhtar Al-Ahadits terdapat maf’ul muthlaq yang bukan mashdar, melainkan lafaz yang menggantikan kedudukan mashdar sebagai maf’ul muthlaq, dari analisis data terdapat kata yang berkedudukan sebagai pengganti maf’ul muthlaq diantaranya terdapat isim mashdar, sifat mashdar, dhamir yang kembali kepada mashdar, lafaz yang menunjukkan jumlah atau bilangannya mashdar, dan  isim isyarah yang menggantikan kedudukan mashdar sebagai maf’ul muthlaq. Maf’ul muthlaq memiliki tiga ‘amil yang mengamalkan maf’ul muthlaq, yaitu fi’il, mashdar, dan sifat. Dalam penelitian ini hanya terdapat ‘amil berupa fi’il dan sifat. Dari analisis data terdapat maf’ul muthlaq yang wajib terletak setelah ‘amilnya karena berfungsi memberikan penegas bagi fi’ilnya dan terdapat maf’ul muthlaq yang boleh terletak sebelum atau setelah ‘amilnya karena memiliki fungsi menjelaskan macam (nau’) fi’ilnya atau menjelaskan kuantitas atau jumlah (‘adad) fi’ilnya. Dari analisis data, terdapat maf’ul muthlaq yang beri’rab atau berharakat fathah dan maf’ul muthlaq yang berharakat ya’.

Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian terhadap kitab-kitab lain yang mengandung maf’ul muthlaq sehingga dapat menemukan pola-pola lain yang bervariasi dari maf’ul muthlaq dalam segi bentuk, fungsi, serta lafaz-lafaz yang dapat menggantikan mashdar sebagai maf’ul muthlaq (naibul maf’ul muthlaq) yang tidak ditemukan dalam penelitian ini dan dapat menyempurnakan penelitian sebelumnya.