SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ISIM MAUSHUL DALAMAL-QURAN SURAT AL-KAHFI KAJIAN SINTAKSISDAN SEMANTIK

Linda Kasri

Abstrak


ABSTRAK

 

Kasri, Linda. 2018. Isim Maushul dalam Al-Quran Surat Al-Kahfi Kajian Sintaksis dan Semantik. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Moh. Khasairi, M.Pd., (2) Ali Ma’sum, S.Pd., M.A.

 

Kata Kunci: Isim maushul, shilah maushul, surah Al-Kahfi.

Bahasan isim maushul merupakan salah satu kajian ilmu Nahwu.Dalam ilmu Nahwu terdapat macam-macam aturan atau pokok bahasan penting dan menjadi bekal seseorang dalam mempelajari bahasa Arab, salah satunya yaitu bahasan terkait isim maushul. Hal ini penting dipelajari karena bahasan isim maushul merupakan salah satu permasalahan yang dapat menjadikan seseorang tidak tepat dalam memaknai atau memahami arti katanya sesuai dengan konteks kalimat yang dimaksud.

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan jenis isim maushul dalam Al-QuranSuratAl-Kahfi(Q.S: Al-Kahfi)(2)ragam shilah maushul (3) ragam kedudukan isim maushul (4) variasi makna kontekstual.

Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (Library Research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah Al-Quran suratAl-Kahfiserta tafsir Q.S: Al-Kahfi, dan datanya adalah ayat-ayatyang didalamnya terdapat isim maushul.Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Dalam hal ini peneliti bukan hanya bertindak sebagai instrumen, akan tetapi sekaligus sebagai pengumpul data. Adapun langkah-langkah pengumpulan data (1) membaca, (2) mencari, (3) menandai, (4) mengelompokkan, (5) memahami. Sedangkan teknik analisis data (1) pengumpulan data, (2)reduksi data, (3) penyajian data, (4) penyimpulan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa didalam Q.S. Al-Kahfi terdapat dua jenis isim maushul, yaitu khaash dan musytarak. Terdapat dua ragam shilah maushul dalam Q.S. Al-Kahfi yaitu shilah jumlah fi’liyah dan shilah syibh jumlah. Selain itu, terdapat beberapa ragam kedudukan, meliputi sebagai mubtada’, khabar, fa’il, maf’ul bih, na’at, mudlaf ilaih, majrur, badal, isim inna, dan ma’thuf.Terdapat pula variasi makna kontekstual yang berbeda-beda seperti isim maushul bermakna “yang”, “kepada yang”, “apa yang”, “siapakah yang”, “berapa lama”, “tetapi orang yang”, “sesuatu yang”, “karena”, “disebabkan”.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, peneliti menyarankan kepada peneliti selanjutnya untuk mengkaji bahasan terkait isim  maushuldalam kajian semantik yang lebih meluas dan terperinci atau tidak hanya dalam ranah makna kontekstual.