SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KAJIAN SEMIOTIK TERHADAP QASIDAH QARIAT AL-FINJAN KARYA NIZAR QOBBANI

moch. khafidul islam

Abstrak


ABSTRAK

Islam, Moch. Khafidul. 2017. Kajian Semiotik Terhadap Qasidah Qariat Al-Finjan Karya Nizar Qobbani. Skripsi. Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: (1) Dr. Hanik Mahliatussikah, M.Hum, (2) Dra. Nur Anisah Ridwan, M.Pd.

Kata Kunci: Qasidah, Semiotik, Qoriat Al-Finjan, Nizar Qobbani.

Qasidah “Qoriat Al-Finjan” merupakan salah satu puisi terkenal  karya penyair Arab Modern yaitu Nizar Taufiq Qobbani atau biasa dikenal dengan Nizar Qobbani. Beliau dikenal sebagai penyair dari ibukota Damaskus Suriah. Qasidah ini menggambarkan tentang nasib kehidupan orang-orang Palestina yang tertindas.

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan (1) ketidaklangsungan ekpresi dalam puisi: pergantian arti, penyimpangan arti, penciptaan arti, (2) pembacaan heuristik dan hermeneutik, (3) matriks, model dan varian, (4) hipogram  dari  qasidah Qoriat Al-Finjan karya Nizar Qobbani.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotik. Instrumen penelitian ini yaitu peneliti itu sendiri. Adapun sumber data penelitian ini berupa teks qasidah Qoriat Al-Finjan karya Nizar Qobbani. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Data penelitian dianalisis menggunakan metode semiotik Riffaterre. Kegiatan analisis data dilaksanakan sejak awal penelitian, selama penelitian dan setelah analisis.

Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, ketidaklangsungan ekspresi dalam qasidah Qoriat Al-Finjan karya Nizar Qobbani meliputi a) penggantian arti, metonimi dan simile, b) penyimpangan arti oleh ambiguitas, c) penciptaan arti oleh homologues. Kedua pembacaan heruristik dilakukan dengan cara penambahan sisipan dan sinonim dalam tanda kurung. Adapun pembacaan hermeneutik qasidah ini yaitu tentang kondisi orang-orang Palestina yang menderita.

Ketiga matriks dalam qasidah diabstraksikan  dari model dan varian yang terdapat pada bait-bait qasidah  yaitu gambaran penduduk suatu negara (Palestina) yang penuh dengan penderitaan dan terror. Adapun tema qasidah ini adalah penderitaan kehidupan suatu negara (Palestina) yang tertindas. Hipogram potensial pada qasidah ini adalah penderitaan kehidupan orang-orang Palestina yang tertindas, keadaan langit negara Palestina yang hujan, kemudian jalan-jalan di Palestina ditutup. Adapun hipogram aktualnya adalah kebudayaan meramal dalam cangkir (sebuah kebudayaan atau tradisi meramal di syiria dengan menggunakan bekas cangkir kopi).