SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Manshubatul Asma' dalam Surat Al-Kahfi

Khilyatul Auliya'

Abstrak


ABSTRAK

 

Auliya’, Khilyatul. 2017. Analisis Manshubatul Asma dalam Surat Al-Kahfi. Skripsi. Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Khasairi, M.Pd. dan (II) Dr. Yusuf Hanafi, S.Ag, M.Fil.I.

 

Kata Kunci: Manshubatul Asma, Surat Al-Kahfi,

 

Salah satu kajian dalam gramatikal bahasa Arab adalah Manshubatul Asma, yang memiliki variasi paling banyak dibandingkan kajian bahasa Arab lainnya yaitu marfu’atul asma’ dan majruratul asma’. Manshubatul Asma’ banyak digunakan dalam al-Qur’an dan kalimat-kalimat berbahasa Arab serta mempunyai makna yang sangat banyak. Manshubatul Asma’ ada 13 macam  yaitu maf’ul bih, maf’ul muthlaq, maf’ul li ajlih, maf’ul fiih, maf’ul ma’ah, tamyiz, haal, munaada, khabar kaana, ismu inna, ismu laa, mustatsna dan tawabi’ lil manshub. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) mendeskripsikan macam-macam manshubatul asma’ dan (2) tanda i’rab-nya dalam surat al-Kahfi.

Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Adapun sumber data penelitian ini adalah surat al-Kahfi yaitu surat ke-18 dalam al-Quran yang berisi 110 ayat. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, menganalisis, membahas serta menyimpulkan hasil penelitian.

Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa manshubatul asma’ dalam surat al-Kahfi berjumlah: maf’ul bih 249 kata, maf’ul muthlaq 4 kata, maf’ul li ajlih 3 kata, maf’ul fiih 24 kata, maf’ul ma’ah 0 kata, tamyiz 22 kata, haal 12 kata, munaada 3 kata, khabar kaana 16 kata, ismu inna 19 kata, ismu laa 3 kata, mustatsna 4 kata, tawabi’ lil manshub (8 na’at, 12 athaf, 0 taukid, dan 1 badal), dan keseluruhan dari semuanya berjumlah 372 kata. Adapun tanda i’rab nashab pada surat al-Kahfi yaitu: tanda i’rab nashab fathah sejumlah 224, tanda i’rab nashab ya’ sejumlah 14, tanda i’rab nashab kasrah sejumlah 3 dan tanda i’rab nashab alif  hanya 2.

Manshubatul asma’ yang sering ditemukan dalam surat al-Kahfi adalah maf’ul bih dan yang tidak ditemukan sama sekali adalah maf’ul ma’ah dan taukid. Adapun tanda i’rab nashab fathah menempati urutan pertama yang paling sering disebutkan dalam surat al-Kahfi dan yang paling jarang disebutkan adalah tanda i’rab nashab alif yang disebutkan hanya dua kali dalam surat al-Kahfi.

Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian yang berkaitan dengan manshubatul asma’, ataupun melakukan penelitian-penelitian serupa pada surat-surat yang lainnya yang terdapat dalam al-Qur’an.