SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisi kata al-Dla'fu dan Derivasinya dalam al-Quran

masanatul choiriyah

Abstrak


ANALISIS MAKNA KATA AL-DLA’FU DAN DERIVASINYA DALAM AL-QURAN

Masanatul choiriyah[1],

Moh. Ainin[2],

Ahmad Munjin Nasih[3]

Jurusan Sastra Arab Fakutas Sastra Universitas Negeri Malang,

Jl. Semarang 5 Malang

E-mail: oimasana@gmail.com

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan 1) bentuk kata al-Dla’fu dan derivasinya dalam al-Quran  ditemukan sebanyak  9 yaitu:  (a) fi’il madly (b) fi’il mudlari’ (c) mashdar (d) isim mashdar (e) isim fai’il (f) isim musyabbahah bismilfa’il (g) isim maf’ul (h) isim tafdlil (i) mashdar mimi 2) Pola-pola yang ditemukan adalah dua pola yaitu pola ismiyah dan pola fi’liyah yang terdapat dalam 44 ayat 3) makna kata al-Dla’fu dan derivasinya dalam al-Quran. Derivasi  Kata al-Dla’fu al-Quran ditemukan sebanyak 52 kata yang tersebar dalam 45 ayat dan 20 surat. Berbentuk fi’il madly, fi’il mudlori’, isim mashdar, isim fa’il, isim musyabahah bismil fa’il, dan isim tafdlil. Sedangkan makna kata al-Dla’fu dan derivasinya yang di nukil dari dua tafsir (Tafsir Ibnu Katsir dan al-jalalaini) adalah: lemah, melemahkan, menganggap lemah, menindas, menghina, dan melipatgandakan.

 

Kata kunci: Makna, , Derivasi, Al-Dla’fu, Al-Quran

Abstract: Therefore, this reseach generally aims to know the distribution of the word al-Dla’fu and its derivations in al-Qur’an. Specifically, this research aims at describing (1) thederivative of word al-Dla’fu and its derivation, there9 derivative theri isi (a) Fi’il madli (b) fi’il mudlari’ (c) mashdar (d) isim mashdar (e) isim fa’il (f) isim musyabah bismil fail (g) isim maf’ul (h) isim tafdli (i) mashdar mimi (2)the descriptions of word al-Dla’fu  patterns and and its derivation,there is 2 description, (fi’liyah and ismiyah)). There are meanly in 44 verses.  and (3)the description of al-Dla’fu’s meaning and its derivation in the Qur’an. There are mainly 52 words found in the Qur’an in 45 verses and 20 surahs. The patterns found were related to the word al-Dla’fu  and its derivation namely fi’il madly, fi’il mudlori’,masdar, isim mashdar, isim fa’il, isim maf’ul dan isim tafdlil. Whilst, the meaning and the derivations of the word al-Dla’fu quoted from two tafsirs (the Tafsir of Ibnu Katsir and al-jalalaini) is to weaken, weakness, repress , insult, underestimate, double and multiple.

Keyword: meaning, derivation, Al-Dla’fu  Al-Quran.

الملخص: الهدف في هذا البحث هو ) وصف كلمة "الضعف" و تصريفها في القرآن، و وصف صيغ كلمة "الضعف" و تصريفها في القرآن  هو 9 صيغ :( ا) فعل الماضي (ب) فعل المضارع (ت) المصدر( ث) اسم المصدر( ج) اسم الفاعل (ح) اسم المشبهة باسم الفاعل (خ) اسم المفعول (د) اسم التفضيل،(ذ) مصدر ميمي 2) وصف اساليب كلمة "الضعف" وتصريفها في القرآن اسلوبان وهما "اسلوب فعلي و اسلوب اسمي". 3) وصف معاني كلمة "الضعف" و تصريفها في القرآن. وجد في القرآن 52 كلمةالضعف و تصرفها . و صيغ كلمة "الضعف" و تصريفها في القرآن هي الفعل الماضي، الفعل المضارع، اسم الفاعل، و المصدر، اسم المصدر، اسم التفضيل و مصدر ميمي. و أمّا معاني كلمة "الضعف" و تصريفها في القرآن التي نقلت من كتاب التفسير القرآن العظيم لابن كثير و كتاب الجلالين و أسرار التأويل فهي: وهن ، مضاعفة (التكثير), عدم القوة.

كلمة المفتاح: المعنى، الصيغة، المشتاق، الضعف، القرآن. 

Al-Qur’an adalah kitab suci umat islam berupa kalam Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad yang berfungsi sebagai petunjuk ( hidayah) kepada seluruh ummat manusia. Menurut Departemen Agama RI (2010: 9) "Al-Qur’an mengandung berbagai unsur hidayah yang menjamin kebahagiaan manusia baik lahir maupun batin, baik di dunia maupun di akhirat, jika manusia mampu mengamalkannya secara ikhlas, konsisten, dan menyeluruh (kaffah)".

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang penuh hikmah dari Allah SWT. Semua kalimatnya mengandung nilai dan ukuran yang berharga baik dari segi makna dan seni bahasa (Masyah, 2010: 26). Al-Qur’an memililki seni bahasa yang sangat tinggi, yang tidak semua bahasa bisa menandinginya. 

            Dalam pembuktian sejarah pada babak awal dari kesadaran semantik dalam Al-Quran, Muqatil Ibn Sulaiman dalam Bur Kholis Setiawan menegaskan bahwa setiap kata dalam Al-Quran, disamping memiliki arti yang definitif, juga memiliki alternatif makna lainnya. Alternatif makna dalam Al-Quran dikaji dalam kajian ilmu tafsir.

            Salah satu contoh kecil alternatif makna kata dalam Al-Quran yang harus dikaji dalam ilmu tafsir adalah kata al-Dla’fu. Kata al-Dla’fu  memiliki makna kebahasaan yang berarti lemah, yang menerangkan tidak adanya kekuatan untuk melakukan sesuatu. disamping memakai kata al-Dla’fu  dengan pengertian asli, juga memakainya dalam konotasi yang memiliki tujuan makna tertentu. Setiap bentuk kata atau frase tertentu mempunyai fungsi sintaksis serta peran semantik tertentu (Putrayasa, 2007: 63). 

            Penelitian yang berjudul “Analisis makna kata al-Dla’fu dan derivasinya dalam Al-Quran” adalah jenis penelitian analitis yang mengkaji makna kata al-Dla’fu dan derivasinya dalam Al-Quran dengan menggunakan teori perbandingan tafsir. Banyak pembahasan semantis sebuah kosa kata dalam Al-Quran menurut sejarah perkembangan ilmu semantis dan tafsir Al-Quran yang banyak dilakukan oleh para Ulama’ terdahulu seperti Muqatil Ibn Sulaiman yang menganalisa penafsiran kata ‘yadd’, Al-Tirmizi yang juga menganalisa penafsiran kata ‘kufr’ dalam Al-Quran dan lainnya.

Penelitian sejenis di Universitas Negeri Malang pernah diteliti tentang studi makna “fitnah”dan derivasinya dalam Al-Quran pada tahun 2014. Amaliyah menyimpulkan bahwa makna kata “fitnah” yang sesuai denganpesan Al-Quran menurut tinjauan para mufassir adalah: ujiandan cobaan, kufur dan syirik, siksaan, kesesatan, tipudaya, bencana, kerusakan, gila, dan kekacauan.

Penelitian ini merupakan penelitian yang sejenis dari penelitian di atas sekaligus meneruskan kajian yang dilakukan oleh para peneliti sebelumnya terhadap kata-kata dalam Al-quran yang memiliki multi tafsir untuk mencari deskripsi tentang makna kata yang sesuai dengan pesan Al-quran untuk diimplikasikan dalam kehidupan masyarakat.

METODE

            Pendekatan penelitian yang dilakukan peneliti adalah pendekatan deskriptif kualitatif yang  bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara jelas tentang sebaran, bentuk, serta makna kata al-Dla’fu dan derivasinya dalam Al-Quran. Dalam hal ini, peneliti merupakan instrumen utama penelitian (human instrument), sehingga dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan teknik-teknik sebagai berikut: (a) peneliti menelaah dokumen untuk mengumpulkan data, dalam bentuk ayat-ayat yang mengandung kata al-Dla’fu, (b) menganalisis dan mengidentifikasi ayat berdasarkan bentuk dan makna, (c) selanjutnya, peneliti membuat generalisasi dari data yang diteliti, dan (d)  peneliti melaporkan hasil penelitianya.

HASIL

            Hasil dari penelitian adalah (1) terdapat 78 kata al-Dla’fu dan derivasinya dalam AlQuran, (2) terdapat empat jenis bentuk kata al-Dla’fu dan derivasinya dalam AlQuran, dan (3) terdapat 3 makna kata al-Dla’fu dan derivasinya dalam AlQuran. Hasil ini dapat di kelompokkan menurut masalah yang diteliti. Berikut hasil dari setiap rumusan masalah:

Sebaran Kata al-Dla’fu dan Derivasinya dalam Al-Quran

       Hasil penelitian yang merujuk pada pada metode pengumpulan data, diketahui bahwa kata al-Dla’fu dan derivasinya terdapat 52 kata yang tersebar dalam 45 ayat dan 20 surat dalam al-Quran, Sebaran kata tersebut tergolong dalam fi’il madli , fi’ilmudlari’, mashdar, mashdar mimi, isim mashdar, isim fa’il,isim musyabah bismil fa’il  isim maf’ul dan isim tafdlil.

 

 

Bentuk kata al-Dla’fu dan derivasinya dalam Al-Quran

            Betuk kata al-Dla’fu mempunyai bentuk yang derivative, hal inilah yang membuat kata tersebut mempunyai makna yang berbeda-beda. Pengertian derivasi adalah proses perubahan suatu kata menjadi kata baru yang berlainan kelas katanya( Kentjono, 1984: 46). Adapun derivasi al-Dla’fu yang ditemukan dalam al-Quran adalah sebanyak delapan bentuk yaitu fi’il madli, fi’ilmudlari’, masdar, ism masdar, isim fa’il, isim maf’ul dan isim tafdlil dimana bentuk kalimat yang paling banyak disebutkan adalah isim mashdar hal ini disebabkan isim mashdar yang ditemukan oleh peneliti mempunyai makna berlipat ganda secara keseluruhan dan tidak mempunyai makna lain selain itu.

Pola kalimat

Berdasarkan hasil penelitian yang merujuk pada metode pengumpulan data, dapat diketahui bahwa kata al-Dla’fu dan derivasinya dalam al-Quran mempunyai dua pola yaitu pola fi’liyah dan pola ismiyah, hal ini sesuai dengan apa yang ditulis di dalam kitab Qawaidullughah Al-Arabiyah yang ditulis oleh fuad ni’mah dijelaskan bahwa Bahasa Arab mempunyai dua pola kalimat ( jumlah) yaitu pola fi’liyah dan pola ismiyah

1.      Pola fi’liyah adalah kalimat yang didahului oleh fi’il

2.      Pola ismiyah adalah kalimat yang didahului oleh isim

Kata al-Dla’fu dan derivasinya dalam al-Quran yang berbentuk pola fi’liyah dan ismiyah disebutkan dalam 45 ayat, dimana beberapa diantaranya mengandung lebih dari satu kata al-Dla’fu maupun derivasinya, adapun yang berbentuk pola fi’liyah adalah sebanyak 34 ayat.

 

Makna kata al-Dla’fu dan derivasinya dalam Al-Quran

Berdasarkan dari jenis jenis kata al-Dla’fu dan derivasinya tersebut, maka terdapat banyak makna hal ini dikarenakan Bahasa Arab mempunyai system yang berbeda dengan bahasa lain, sesuai dengan teori yang di kemukakan oleh  Dahda (1981: 25) bahwa Perubahan kata dalam bahasa Arab berbeda dengan bahasa lain, karena perubahan kata dalam bahasa Arab hanya memiliki tiga kelas yaitu isim ( nomina), fi‟il (verba), dan harf ( kata depan). Bentuk lainnya seperti sifah ( adjektifa), zarf ( adverbial) , dhamir ( pronominal) dan al-isyarah ( artikel demonstrative) ketiganya termasuk kategori isim.

Adapun jenis makna dari kata al-Dla’fu  dan derivasinya dalam Al-Quran adalah lemah, lipat ganda, dan melemahkan.

 

BAHASAN

Dari hasil temuan di atas perlu penjelasan bagaimana hasil tersebut tercapai. Berikut pembahasan dari tiga rumusan masalah dalam penelitian ini.

a.      Sebaran kata al-Dla’fu dan derivasinya dalam Al-Quran

Kata al-dla’fu  dan derivasinya dalam Al-Quran berbentuk fi’il madli disebutkan sebanyak 7 kali yaitu bentuk pertama berupa (ضعفوا) terdapat pada surat ali imran  ayat 146, dan ضعف  sebanyak ayat 73, sedangkan bentuk ke dua adalah (استضعفوا) disebut sebanyak 5 kali yaitu dalam surat Al-a’raf ayat 75, qashas ayat 5, Saba’ ayat 31,32,33.

 

Adapun kata Al-dla’fu dan derivasinya dalam bentuk fi’il mudlori’ disebutkan sebanyak 12 kali dalam dua bentuk yang pertama adalah ( يضاعف ) sebanyak 9 kali terdapat dalam surat al-taghabun ayat 17, Hadid ayat 11(2), Al-ahzab ayat 30, Al-furqan ayat 69, Hud ayat 20, An-nisa’ ayat 40, Al-baqarah ayat 245 dan 261 dan (يستضعف) sebanyak 3 kali yaitu pada surat Al-a’raf ayat 137, 150, qashash ayat 4.

Bentuk masdar dari kata Al-dla’fu dan derivasinya dalam Al-Quran  disebutkan sebanyak 3 kali yaitu terdapat pada surat Al-anfal ayat 66, Al-rum ayat 54, Ali-‘imran ayat 130, sedangkan yang berbentuk isim masdar memliki beberapa bentuk, yang pertama (اضعافا)  disebutkan dua kali yaitu dalam surat al-Baqarah ayat 245, (مضاعفة)  disebutkan satu kali yaitu pada surat ali-Imran ayat 130, dan yang terakhir berbentuk  (ضِعف)  disebutkan sebanyak  17 kali yaitu  pada surat Al-a’raf 38(2), Al-isra’ ayat 75, Al-baqarah ayat 265, Al-rum 54, Al-nisa’ ayat 9, Al-ahzab ayat 27, 30, Saba’ ayat 37, Shad ayat 61.

Adapun kata Al-dla’fu dan derivasinya dalam  isim fa’il disebutkan sebnayak 8 kali yaitu dalam bentuk ضعيف terletak pada surat Al-baqarah ayat 282, An-nisa’ ayat 76, Hud ayat 91, dan bentuk (ضعفاء) Al-baqarah ayat 266, Al-taubah ayat 91, Ibrahim ayat 21, Ghafir ayat 47, juga dalam bentuk مضعفون terletak pada surat Al-rum ayat 39.

Adapaun kata Al-dla’fu dan serivasinya dalam bentuk ism maf’ul disebutkan sebanyak 4 kali yaitu yang pertama مستضعفين terletak pada surat.An-isa’ ayat 75,97,98,127,      dan yang kedua adalah