SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

POLA JUMLAH ISMIYAH DALAM Q.S. THAHA

Siti Malichah

Abstrak


ABSTRAK

 

Malichah, Siti. 2017. Pola Jumlah Ismiyah dalam Q.S. Thaha. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Moh. Khasairi, M.Pd., (2) Dr. Yusuf Hanafi, M.Fil.I.

 

Kata kunci: mubtada’, khabar, jumlah ismiyah

 

Jumlah ismiyah adalah salah satu materi dasar yang wajib diajarkan kepada peserta didik dalam pengajaran nahwu. Pemahaman materi dasar sangat penting untuk memahami materi-materi lanjutan. Oleh karena itu pemahaman jumlah ismiyah menjadi penting peranannya. Q.S. Thaha adalah surat dalam Al Qur’an yang memiliki 135 ayat yang komposisinya tergolong pendek. Sehingga mudah dipahami.

Penelitian ini bertujuan untuk membahas jumlah ismiyah dalam Q.S. Thaha, bentuk mubtada’ dalam Q.S. Thaha, bentuk khabar dalam Q.S. Thaha, serta pola jumlah ismiyah yang ada di dalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah ayat-ayat Al Qur’an Q.S. Thaha. Adapun datanya berupa mubtada’, khabar, dan pola jumlah ismiyah di dalamnya. Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri. Sedangkan instrumen pendukungnya adalah tabel.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) jenis mubtada’ dari isim mu’rab terdiri dari: isim ‘alam, isim yang berawalan ‘al’, dan isim nakirah yang mudhaf kepada ma’rifat, (2) jenis mubtada’ dari isim mu’rab meliputi: isim dhamir, isim isyarah, isim syarat, dan isim maushul, serta (3) mubtada’ dari mashdar muawwal.  Dari ketiga jenis di atas, yang mendominasi adalah mubtada’ dari isim mabni. Ditemukan semua jenis khabar dalam Q.S. Thaha berupa (1) khabar mufrad dan (2) ghairu mufrad. Khabar ghairu mufrad terbagi menjadi (a) khabar jumlah (ismiyah&fi’liyah) dan (b) khabar syibhu jumlah (jar majrur&dzaraf madzruf). Pola yang membentuk jumlah ismiyah tersebut ada pola mubtada’+khabar dan pola khabar muqaddam+mubtada’ muakhkhar.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pengajar bahasa Arab ketika mengajarkan tentang jumlah ismiyah. Contoh-contoh dalam Q.S. Thaha ini jika dimanfaatkan akan menambah minat peserta didik serta memperluas wawasan mereka tentang Al Qur’an. Selain itu penelitian ini diharapkan dapat dilanjutkan oleh peneliti yang akan datang, dalam meneliti Al Qur’an khususnya dalam bidang ilmu nahwu, sharaf, dan balaghah.