SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Isti’arah dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl

Nurul Alfiah

Abstrak


ABSTRAK

 

Ilmu Balaghah merupakan ilmu yang mengkaji tentang penyampaian maksud dari suatu ujaran yang disampaikan kepada pendengar. Ilmu Balaghahmembahas bagaimanaungkapan yang disampaikan tersebut benar, fasih, dan menyentuh  jiwa sesuai dengan tuntutan keadaan. Keadaan yang dimaksudkan adalah yang sesuai dengan tujuan dari pembicaraan yang dilakukan oleh penutur kepada lawan tuturnya.

Penelitian ini berfokus pada salah satu bidang kajian ilmu balaghah yaitu pada majaz isti’arah dengan alasankarenaAl-Qur’an yang mengandung bahasa sastra menggunakan kata bermakna majazi yang indah dan perlu adanya kajian khusus agar keindahan kata dan maksud di dalamnya dapat tersampaikan kepada pembacanya. Adapun tujuan penelitian ini adalah  mendeskripsikan (1) Bentuk-bentuk majaz isti’arahdalam Al-Qur’an surat An-Nahl, (2) Fungsi penggunaan majaz isti’arah dalam Al-Qur’an surat An-Nahl.

Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah Al-Qur’an surat An-Nahl yang terdiri atas 128 ayat. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Adapun Teknik analisis data dimulai dari tahap penelaahan data, identifikasi dan klasifikasi data, dan terakhir adalah evaluasi data.

Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa terdapat 17 ayat dan 18 kata yang mengandung majaz isti’arah. Bentuk-bentuk majaz isti’arah ditinjau dari sudut tenor (musyabbah/musta’ar lahu) atau vehicle (musyabbah bih/musta’ar minhu) terdapat 10 ayat yang termasuk isti’arah tashrihiyyahdan 8 ayat termasuk isti’arah makniyah. Ditinjau dari ada tidaknya penjelasan tambahan, terdapat 4 ayat termasuk isti’arah murasyahah, 4 ayat termasuk isti’arahmujarradah dan 10 ayat termasuk isti’arah muthlaqah. Ditinjau dari lambang kiasnya pada kata non bentukan atau bukan non bentukan, terdapat 13 ayat termasuk dalam isti’arah ashliyyah dan 5 ayat termasuk isti’arah tab’iyyah. Sedangkan fungsi penggunaan majaz isti’arah dalam Al-Qur’an surat An-Nahl antara lain untuk mendekatkan gagasan dengan pengalaman manusia keseharian, membuat hidup penggambaran, dan memperjelas paparan dan bayangan angan yang konkret.

 

Setelah penelitian ini dilakukan, diharapkan terutama untuk para peneliti agar lebih mendalami lagi pembelajaran teori tentang majaz isti’arah. Sedangkan untuk pengajar terutama dalam pembelajaran ilmu balaghahhendaknya bisa mengembangkan penggunaanmajaz isti’arah dengan karya sastra lain terutama surat dalam Al-Qur’an.