SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kajian Struktural Semiotik Kisah Nabi Yusuf di dalam Surat Yusuf.

Muhammad arif habibi

Abstrak


 

ABSTRAK

 

Kisah Nabi Yusuf as adalah salah satu kisah nabi penuh hikmah yang terdapat dalam Al-Qu’an. Untuk menjelaskan kisah Nabi Yusuf as dan mengetahui makna-makna yang terkandung di dalamnya, maka penelitian ini dilakukan menggunakan kajian analisis struktural semiotik. Dengan menggunakan analisis struktural semiotik akan menggali makna-makna yang terkandung di balik tanda-petanda yang ada dalam kisah tersebut. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah (1) memaparkan kajian struktural kisah Nabi Yusuf as, (2) memaparkan penanda dan petanda dengan menggunakan analisis semiotik, dan (3) memaparkan nilai-nilai yang terkandung dalam kisah Nabi Yusuf as

Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan kualitatif menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan struktural semiotik. Dalam penelitian kualitatif, peneliti menjadi instrumen utama. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah kisah Nabi Yusuf as yang terdapat dalam Al-Qur’an. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia atau “human instrument”, yaitu peneliti sendiri. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap penelaahan data, identifikasi dan klasifikasi data, dan terakhir adalah tahap evaluasi.

Berdasarkan hasil analisis yang dipaparkan, penelitian ini menghasilkan temuan yaitu (1) tema dalam kisah, a) keimanan, b) suri tauladan Nabi Yusuf as, c) hukum – hukum, dan d) kasih sayang Nabi Ya’kub as. (2) tokoh dalam kisah Nabi Yusuf as, a) tokoh utama, yaitu Nabi Yusuf as dan tokoh-tokoh tambahan, yaitu Nabi Ya’kub, Zulaikha, Al-Aziz, saudara-saudara Nabi Yusuf as, raja, pedagang yang telah menemukan Nabi Yusuf as, dan pelayan yang pernah di penjara bersama Nabi Yusuf as. (3) alur/plot yaitu maju. (4) latar/setting pada cerita meliputi a) latar tempat rumah Nabi Yusuf as, di dalam sumur, rumah Al-Aziz, penjara, kerajaan, b) latar waktu, yaitu sore hari, dan latar suasana, yaitu sedih, mencekam, senang, rindu. (5) sudut pandang dari kisah ini adalah sudut pandang orang ketiga sebagi pelaku pertama. (6) gaya bahasa yang digunakan berdasarkan tinjauan a) ilmu Ma’ani adalah fashal, qashr, jumlah khobariyyah untuk perintah, harfu qasam, b) ilmu Bayan adalah istiarah, dan ilmu Badi’ adalah mukhassinat maknawiyyah, tibaq salab dan jinas naqis.

Penanda dan petanda yang ditemukan pemaknaannya dengan menggunakan analisis semiotik adalah, a) tema keimanan mengandung simbol kekuasaan Allah, b) tema suri tauladan Nabi Yusuf as mengandung simbol kenabian, c) tema hukum – hukum mengandung simbol keislaman, dan tema rasa sayang Nabi Ya’kub mengandung simbol manusia. Sedangkan nilai-nilai yang terkandung dalam kisah Nabi Yusuf  alaihi salam ada dua macam, yaitu nilai Ilahiyah dan nilai Insaniyah

 

Setelah melakukan penelitian ini, penulis menyarankan kepada peneliti selanjutnya yang ingin meningkatkan penelitian tentang Al-Qur’an, khususnya pada materi semiotik agar menjadikan hasil penelitian ini sebagai salah satu rujukan, karena dengan analisis semiotik, pengetahuan dan makna-makna yang terkandung dalam Al-Qur’an akan nampak jelas. Adapun bagi pembaca skripsi ini agar bisa mengambil hikmah yang terkandung dalam kisah Nabi Yusuf as yang telah diungkapkan peneliti. Diharapkan akan ada penelitian lain yang sejenis dengan penelitian ini pada surat-surat yang lain dalam alqur’an. Peneliti juga berharap penelitian ini akan bermanfaat bagi peneliti sendiri, mahasiswa jurusan sastra Arab, dan pengajar bahasa Arab khususnya dalam pembelajaran dan pengajaran ilmu balâghah.