SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Isti'arah fii Surah Al Kahfi

Rijalul Ghifar Al Fanani

Abstrak


ABSTRAK

 

Al Fanani, Rijalul Ghifar. 2016. Isti’arah dalam Surat Al Kahfi. Skripsi, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Hanik Mahliatussikkah, M. Hum dan (2) Dra. Nur Anisah Ridwan, M. Pd.

 

Kata Kunci: Ilmu Bayan, Isti’arah, Surat Al Kahfi.

Surat al kahfi merupakan salah satu surat dari beberapa surat di Al Quran yang mengandung salah satu unsur balaghah yakni bayan. Surat ini mengandung salah satu unsur bayan yaitu isti’arah. Peneliti memilih judul ini karena surat ini dibaca pada malam jumat yang mengingatkan manusia bahwa surat ini mempunyai keistimewaan berupa pembelajaran tentang sabar, keteguhan iman, ilmu dan pengetahuan dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan isti’arah yang terdiri dari 3 tinjauan yakni: ditinjau dari segi: mustaar lahu dan mustaar minhu, ditinjau dari segi lafadz yang dipinjam, serta ditinjau dari segi tambahan penjelasan mustaar lahu dan mustaar minhu. Selain itu, untuk mendeskripsikan fungsi penggunaan istiarah dalam surat al kahfi.

Metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian adalah metode kualitatif deksriptif. Data dalam penelitian adalah ayat-ayat Al Quran yang mengandung isti’arah dalam surat al kahfi. Sumber data dalam penelitian ini adalah Surat Al kahfi daam Al Quran yang diterbitkan oleh Kemneterian Agama RI. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti sendiri dan instrumen tambahan berupa tabel. Teknik pengumpulam data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumen. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis isi yang berisi : (1) pemilihan data, (2) pengklasifikasian data, (3) pemaparan hasil penelitian, (4) pembahasan hasil penelitian, (5) kesimpulan hasil penelitian.

Hasil penelitian ini adalah (1) bentuk-bentuk isti’arah dalam surat al kahfi ditinjau dari segi mustaar lahu dan mustaar minhu: tasrihiyyah dan makniyyah, ditinjau dari segi lafadz yang dipinjam: tabaiyyah dan ashliyyah, dan ditinjau dari segi tambahan penjelasan mustaar lahu dan mustaar minhu: muthlaqah, murasysyahah dan mujarradah. (2) Fungsi penggunaan isti’arah dalam surat al kahfi yakni fungsi untuk kepentingan estetika ayat, fungsi untuk memperjelas paparan dan memberikan gambaran yang konkrit, dan fungsi untuk menghidupkan gambaran.

 

Peneliti berharap pada dosen-dosen Balaghah untuk memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai rujuakan dalam ilmu Bayan khususnya istia’rah. Peneliti juga berharap akan ada penelitian lain tentang isti’arah semisal penelitian tentang isti’arah dalam surat yang lain. Terakhir, peneliti berharap agar penelitian ini bermanfaat bagi peneliti sendiri dan khususnya bagi para Mahasiswa Jurusan Bahasa Arab di Universitas Negeri Malang dan para pecinta bahasa Arab guna menambah refrensi buku yang berhubungan dengan ilmu Bayan.