SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2008

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pelaksanaan Evaluasi Hasil Belajar Bidang Studi Bahasa Arab di Sekolah Alam Bilingual SDI Surya Buana Malang Tahun Ajaran 2007/2008

Agus T R M H Saleh

Abstrak


Untuk mencapai efektifitas pembelajaran bahasa Arab di kelas, guru harus
mengetahui kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh siswa, karena pemerolehan
bahasa bagi setiap siswa itu berbeda. Untuk mengetahui kesulitan belajar setiap
siswa, guru dapat menggunakan evaluasi sebagai bahan acuan dalam menentukan
tolak ukur keberhasilan proses pembelajaran yang telah berlangsung, dan dapat
dijadikan sebagai bahan perbaikan pada langkah-langkah pembelajaran yang telah
diambil.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan
evaluasi hasil belajar bidang studi bahasa Arab di Sekolah Alam Bilingual SDI
Surya Buana tahun ajaran 2007/2008 yang meliputi teknik evaluasi hasil belajar,
langkah-langkah evaluasi, jenis tes bahasa Arab, ruang lingkup tes bahasa Arab,
bentuk penilaian yang digunakan dalam pelaksanaan evaluasi, kendala-kendala
evaluasi, dan validitas isi soal tes yang dibuat oleh guru.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif,
sehingga peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Subjek dalam penelitian ini
adalah guru bahasa Arab kelas 5. Sedangkan instrumen penelitian yang digunakan
untuk mengumpulkan data yaitu: wawancara, angket, dan dokumentasi. 
Hasil dari penelitian ini adalah: (1) teknik evaluasi hasil belajar yang
digunakan oleh guru dalam mengukur kemampuan siswa adalah teknik tes dan
teknik non tes,(2) langkah-langkah evaluasi hasil belajar bahasa Arab yang
disusun oleh guru yaitu (a) perencanaan tes. Dalam tahap ini guru tidak mengkaji
kurikulum bahasa Arab tetapi guru selalu memilih teknik tes yang sesuai dengan
apa yang ingin diukur oleh guru dan mempersiapkan alat-alat  tes yang sesuai
dengan teknik tes yang dipilih, (b) penyusunan tes. Dalam tahap ini guru
menyusun kisi-kisi soal, menata soal berdasarkan distribusi kesukarannya,
memperhatikan kaidah teknik penulisan yang baik, menelaah soal yang telah
dibuat, dan  menganaliasa soal-soal tes.(c) pengumpulan data yang terdiri dari:
pelaksanaan tes,  dan pengoreksian serta pemberian skor yang dibedakan atas skor
tes objektif dan pemberian skor tes esai, (d) laporan hasil evaluasi diberikan
kepada siswa dan pihak sekolah, (3) jenis-jenis tes bahasa Arab yang digunakan
oleh guru ada dua jenis yaitu: (a) jenis tes berdasarkan kriteria cara mengerjakan
tes, dan (b) jenis tes berdasarkan kriteria bentuk jawaban tes, (4) aspek tes bahasa
Arab yang dievalusi oleh guru adalah: (a)  tes komponen bahasa yang meliputi:
qawa’id dan mufradat, dan (b) tes keterampilan bahasa yang meliputi:  kalam,
qira’ah, dan kitabah sedangkan tes istima’ guru tidak pernah   ii
menyelenggarakannya, (5) bentuk penilaian bahasa Arab yang digunakan oleh
guru dalam mengubah skor mentah menjadi skor standar adalah PAP, sedangkan
jenis skala yang digunakan oleh guru dalam mengubah skor mentah menjadi skor
standar adalah skala seratus dan skala lima, (6) kendala kendala yang dihadapi
oleh guru selama proses evaluasi berlangsung adalah hasil evaluasi yang diperoleh
masih belum mampu dijadikan sebagai tolak ukur  dalam memperbaiki metode
pembelajaran yang sudah berlangsung, dan (7) persentase penyimpangan
(kesejajaran) materi pelajaran dalam tes bahasa Arab yang dibuat oleh guru kelas
5 semester I Sekolah Alam Bilingual SDI Surya Buana tahun ajaran 2007/2008
terhadap KBK bahasa Arab kelas 5 semester I untuk MI tahun 2004 yang meliputi
enam aspek yaitu: (a) aspek kosa kata yaitu sebesar 110 % dan diinterpretasikan
bahwa tes ini memiliki validitas isi yang cukup, (b) aspek struktur yaitu sebesar
230 % dan diinterpretasikan bahwa tes ini tidak memiliki validitas isi, (c) aspek
berbicara yaitu sebesar 80 % dan diinterpretasikan bahwa tes ini memiliki
validitas isi yang cukup, (d) aspek membaca yaitu sebesar 70 % dan
diinterpretasikan bahwa tes ini tidak memiliki validitas isi, (e) aspek menyimak,
karena soal tes tersebut tergolong tes tertulis, sehingga tes tersebut tidak dapat
digunakan untuk mengukur validitas isi keterampilan menyimak bagi siswa, dan
(f) aspek menulis yaitu sebesar 10 % dan diinterprstasikan bahwa tes ini tidak
memiliki validitas isi.
Dari hasil penelitian yang telah dijaring oleh peneliti, disarankan agar guru
bahasa dan pihak sekolah lebih memaksimalkan proses evaluasi hasil belajar
bahasa Arab siswa, agar proses evaluasi tersebut tidak hanya dijadikan sebagai
ajang pencarian nilai saja bagi siswa tetapi juga dijadikan sebagai proses
perbaikan dalam pembelajaran.