SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bi'ah Árabiyyah di Ma'had Sunan Ampel Al-Aly Universitas Islam Negeri Malang (UIN)

Hasyim Amrullah

Abstrak


Bahasa Arab sebagai salah satu bahasa dunia, mempunyai kedudukan yang
tinggi setelah bahasa Inggris, yaitu sebagai bahasa internasional. Melihat arti penting
bahasa Arab tersebut, maka sudah sepatutnya bahasa Arab dipelajari dan
dikembangkan di Indonesia. Hal ini disebabkan hampir 80%  penduduk Indonesia
beragama Islam. Ma’had Sunan Ampel Al-ali (MSAA)  Universitas Islam Negeri
Malang adalah  salah satu pondok pesantren yang ada di Kota Malang yang dinaungi
oleh lembaga pendidikan tinggi islam. MSAA UIN Malang ini adalah salah satu
lembaga pendidikan non formal bercirikan keislaman, dalam upaya peningkatan
pembelajaran bahasa Arab, pondok ini mengadakan program kebahasaan  yaitu
penciptaan Bi'ah Árabiyyah, Bi'ah Árabiyyah merupakan lingkungan kehidupan yang
di dalamnya terdapat kegiatan-kegiatan yang dipenuhi dengan berbahasa Arab  
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan pengembangan Bi'ah
Árabiyyah di MSAA UIN Malang yang meliputi : Latar belakang, tujuan, sistem,
aktivitas, faktor penghambat dan pendukung dalam pengembangan Bi'ah Árabiyyah di
Ma’had Sunan Ampel Al-Aly (MSAA) Universitas Islam Negeri. 
Penelitian ini dilakuakan di MSAA UIN Malang, Rancangan penelitian yang
digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh
warga MSAA UIN Malang. Dalam penelitian ini, data yang dikumpulkan berupa data
hasil dari observasi selama penelitian dilakukan. Data penelitian ini diperoleh dengan
wawancara, observasi, dan dokumensasi. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis
dengan teknik deskriptif kualitatif dan peneliti sebagai instrumen  sekaligus
pengumpul data sedangkan instrumen pembantu adalah kisi-kisi interviw. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengembangan Bi'ah Árabiyyah di
MSAA UIN Malang dilatarbelakangi oleh perlunya pembiasaan komunikasi dengan
bahasa Arab bagi mahasantri atau para pengurus, dan bahasa Arab adalah bahasa
Internasional, (2) tujuan diadakannya pengembangan Bi'ah Árabiyyah di MSAA UIN
Malang adalah agar mahasantri bisa berbahasa Arab dengan lisan maupun tulis,
mencetak dai, dan mahasantri bisa memahami kitab-kitab berbahasa Arab, (3) sistim
pengembangan Bi'ah Árabiyyah di MSAA UIN Malang adalah: Ta'aruf Ma'hady,
Ta'lim Al-Afkar Al-Islamiyyah, Ta'lim Al-Quran, pemberian plakat, layanan
kebahasaan, pemberian materi dan kosa kata bahasa asing, memberlakukan wajib
bahasa Arab bagi semua penghuni ma’had, menghadirkan penutur asli, (4) aktifitas-
aktifitas dalam mengembangkan Bi'ah Árabiyyah adalah: Shobahul lughah, pelayanan
konsultasi bahasa, Al-yaum al-araby, Al-Musabaqoh Al-Arabiyyah, (5) faktor
pendukungnya adalah: UIN Malang mewajibkan mahasiswa baru mengikuti program
kusus pengembangan bahasa Arab (PKBA) selama satu tahun, bimbingan bahasa
arab, adanya plakat-plakat pesantren menggunakan bahasa Arab, motivasi tinggi,
adanya kultum bahasa sehabis shalat lima waktu, adanya muharrikullughah
(penggerak bahasa), dan adanya  SAC (self acess center). Sedangkan faktor penghambatnya adalah: kurang ketatnya peraturan, terbatasnya daerah bahasa Arab,
latar belakang mahasantri yang berbeda-beda, kurangnya kesadaran diri para
mahasantri, waktu yang sangat sempit, kurangnya pantauan dari para pengurus, dan
kurangnya peran dewan kiai dalam aplikasi bahasa.
Mengingat pentingnya penguasaan terhadap bahasa Arab bagi mahasantri
yang ada di MSAA UIN Malang disarankan agar selalu bersadarkan diri untuk selalu
bersungguh-sungguh dalam belajar bahasa Arab dan melaksanakan Bi’ah Árabiyyah  
dengan baik. Dan disarankan untuk semua kegiatan yang ada sebaiknya di lestarikan
dan di tingkatkan untuk lebih sempurna. Untuk para pembina MSAA UIN Malang
disarankan agar tetap mempertahankan dan meningkatkan keberadaan Bi’ah
Árabiyyah   yang selama ini berjalan, Para dosen khususnya dosen bahasa Arab
disarankan ikut berperan dalam pengembangan bahasa Arab dan Bi’ah Árabiyyah  
dimanapun berada, Para pengurus asrama untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan
kegiatan dan peraturan yang sudah ditetapkan oleh ma'had, Para asatidz yang
mengajarkan bahasa Arab disarankan untuk lebih mengoptimalkan media dan
menerapkan berbagai variasi dalam pembelajaran bahasa Arab, Adanya penelitian
lanjutan untuk mendukung gerakan pembudayaan bahasa Arab dibutuhkan teori-teori
tentang teknik pengembangan. Peneliti sangat menyadari bahwa penelitian ini
terdapat kekurangan.