SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Makna Preposisi BI dalam Surat Al-Baqarah & Ali Imran serta Padanannya dalam Al-Qur’an dan Terjemahnya Departemen Agama Tahun 1995

Lailatul Mufidah

Abstrak


Setiap bahasa adalah komunikatif bagi para penuturnya, tidak ada bahasa yang lebih unggul daripada bahasa yang lain. Setiap bahasa juga memiliki karakteristik tersendiri  yang membedakannya dengan bahasa lain. Demikian juga bahasa Arab memiliki sejumlah karakteristik yang membedakan dengan bahasa lain. Bahasa Arab sangat mementingkan makna dan  dikenal kaya makna. Kekayaan makna bahasa Arab tidak terbatas pada kata, melainkan juga kekayaan akan makna huruf, sebuah huruf memiliki banyak makna, maksud serta fungsi (Syihabuddin, 2002:34-40). Menurut  Kamalie, (2000:2) salah satu unsur bahasa  yang sering menimbulkan masalah dalam penerjemahan adalah preposisi.

            Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna preposisi bi yang terdapat dalam surat Al-Baqarah dan Ali-Imran, dan padanannya dalam bahasa Indonesia pada terjemahan Departemen Agama tahun 1995. Rancangan penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumenter, karena data yang diambil bersumber dari tulisan. Langkah-langkah yang dilakukan adalah membaca dengan teliti sumber data berupa ayat-ayat Alqur’an yang di dalamnya terdapat preposisi bi, menandai data yang ada dalam Alqur’an dengan kode-kode tertentu, dan memasukkan dalam data pemandu, mengklasifikasi data dalam table pemandu sesuai makna bi dan padanannya dalam bahasa Indonesia.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Preposisi bi dalam Surat Al-Baqarah dan Ali-Imran sebanyak  342 buah dengan frekuensi kemunculan yang berbeda pada setiap ayat dan memiliki makna yang berbeda-beda pula, yaitu: (1) Al-isti’laa sebanyak 144, (2) Al-ilshaq sebanyak 112, (3) As-sababiyah dan Al-ta’lil  sebanyak 29, (4) Al-zharfiyah sebanyak 25, (5) Al-iwad sebanyak 15, (6) makna An’  sebanyak 7, (7) At-ta’kid sebanyak 5, (8) At-ta’diyah sebanyak 2, (9) Al-istianah sebanyak 2 , dan (10) makna Ma’a sebanyak 1.

Adapun jumlah padanan maknanya, adalah: (1) makna al-isti’laa, mempunyai 6 padanan pada teks bahasa Indonesia terjemahan Al-Qur’an, yaitu kepada, terhadap, untuk, oleh, atas dan bagi, (2) makna al-ilshaq hanya mempunyai 1 padanan yaitu dengan, (3) makna As-sababiyah mempunyai 2 padanan, yaitu karena dan seba, (4) makna al-dharfiyah mempunyai 5 padanan, yaitu pada, di, menurut, dalam dan antara, (5) makna al-iwad hanya mempunyai 1 padanan,yaitu dengan, (6) makna ‘an hanya mempunyai 1 padanan, yaitu tentang, (7) makna at-ta’kid hanya mempunyai 1 padanan, yaitu bahwa. (8) makna al-istianah hanya mempunyai 1 padanan, yaitu dengan, (9) makna ma’a hanya mempunyai 1 padanan, yaitu dengan, dan (10) makna at-ta’diyah tidak mempunyai padanan (zero).

 Berdasarkan pada hasil penilitian di atas, maka disarankan beberapa masukan kepada: Peniliti kebahasaan, pembelajar bahasa Arab, penerjemahan dan pembelajar terjemah. Untuk peniliti kebahasaan: diharapkan meneliti kembali hasil penelitian tentang preposisi yang menimbulkan kebimbangan dan padanannya dalam bahasa Indonesia.

            Selanjutnya untuk pembelajar bahasa Arab: diharapkan mengadakan penelitian-penelitian lanjutan tentang preposisi bi dalam surat lain, atau penelitian tentang preposisi yang banyak menimbulkan kebimbangan dan belum diteliti dalam Al-Qur’an atau teks-teks lain. Sedangkan untuk penerjemah dan pembelajar terjemah: diharapkan menjadikan hasil penelitian tentang preposisi sebagai acuan dalam mencari padanan makna.