SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Bahasa Arab di Sekolah Alam Bilingual MTs Surya Buana Malang

Muhammad Syaifuddin

Abstrak


<!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 {size:595.35pt 842.0pt; margin:85.05pt 85.05pt 85.05pt 113.4pt; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} -->

Sekolah Alam Bilingual MTs Surya Buana Alam merupakan salah satu lembaga pendidikan tingkat menengah pertama yang berbasis keislaman dengan mengutamakan kualitas kebahasaan. Model pembelajaran yang diterapkan adalah menyenangkan, mengasyikkan dan mencerdaskan. Konsep pembinaan atau pembelajarannya adalah mengembangkan konsep triple “R” yakni Reasoning, Research, dan Religius.

Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan pembelajaran bahasa Arab di Sekolah Alam Bilingual MTs Surya Buana Malang. Sedangkan tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan (1) perencanaan pembelajaran bahasa Arab, (2) pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab, (3) faktor pendukung dan penghambat serta alternatif pemecahannya.

Penelitian ini dilakukan di Sekolah Alam Bilingual MTs Surya Buana Malang, dengan menggunakan rancangan deskriptif kualitiatif. Subjek yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII, VIII dan IX yang berjumlah 100 anak. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen inti. Dan instrumen bantu yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, pedoman angket, pedoman wawancara, panduan analisis dokumen. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Langkah-langkah analisis data yang dilakukan adalah (a) identifikasi data, (b) klasifikasi dan penyaringan data, (c) penyimpulan data.  untuk menguji keabsahan data dalam penelitian dengan memeriksa keabsahan data dengan memanfaatkan sesuatu dari luar data sebagai pembanding.

Hasil penelitian ini adalah perencanaan pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab di MTs Surya Buana Malang berupa adanya perangkat pembelajaran yang meliputi kurikulum dan silabus, program tahunan, program semester, dan rencana pembelajaran.

Materi yang diajarkan diperoleh dari buku teks wajib yang berupa buku teks تَعلِيمُ اللّغَة العَرَبِيَة ‘Pelajaran bahasa Arab” untuk Madrasah Tsanawiyah karangan DR. Hidayat yang diterbitkan oleh Toha Putra tahun terbit 2004 dan buku penunjang yang berupa buku Lembar Kerja siswa (LKS) “ Serasi” karangan Moch. Amin Tohari, S. Ag. yang diterbitkan oleh CV. Citra Mentari Malang tahun 2006. Kemahiran berbahasa yang dicapai adalah kemahiran berbicara (kalam), menulis (kitabah), membaca (qira’ah), dan menyimak (istima’). Metode yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab adalah metode gabungan (eklektik). Selain itu guru juga menerapkan metode pembelajaran di luar kelas dalam bentuk kelompok belajar. Media yang digunakan adalah media dengar (tape recorder), media pandang (gambar, kartu), media pandang dengar (televisi, VCD), benda asli, benda tiruan, dan media yang alami berupa arena bermain di alam terbuka. Evaluasi diselenggarakan pada setiap akhir unit pelajaran, bulanan, ujian tengah semester (UTS), dan ujian akhir semester (UAS). Jenis tes yang digunakan adalah tes tulis dan tes lisan, dan bentuk tes tulis yang digunakan adalah tes pillihan ganda dan essay.

Faktor pendukung pembelajaran adalah buku Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai bahan latihan siswa, penggunaan metode gabungan atau metode eklektik, media pembelajaran di alam terbuka, evaluasi pembelajaran setiap bulan. Faktor penghambat pembelajaran meliputi materi pembelajaran dalam hal mufradat, menerjemahkan, kemampuan siswa yang sangat heterogen, minat siswa yang kurang terhadap bahasa Arab, kondisi siswa yang ramai ketika di kelas, terbatasnya media di sekolah dan belum adanya laboratorium bahasa. Solusi yang digunakan adalah siswa belajar lebih giat, dan rajin, bertanya langsung pada guru atau berdiskusi dengan teman, adanya jam pelajaran tambahan, memberikan motivasi pada siswa, pemanfaatan dan pemaksimalan media di alam terbuka dan kreatifitas guru dalam membuat media yang menarik.