SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Qashidah “Risalah ilaa Shadiq” Karya Muhyiddin Zayith

Sugeng Santoso

Abstrak


Qashiidah “Risaalah ilaa Shadiiq” merupakan salah satu karya sastra
Arab modern yang memiliki nilai-nilai pendidikan yang penting untuk
diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan Islam dalam qashidah “Risalah ilaa
Shadiq” karya Muhyiddin Zayith yang meliputi (1) nilai pendidikan Islam yang
berkaitan dengan aqidah, (2) nilai pendidikan Islam yang berkaitan dengan
ibadah, dan (3) nilai pendidikan Islam yang berkaitan dengan akhlak.
  Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data
penelitian ini berupa deskripsi nilai-nilai pendidikan yang terkait dengan aqidah,
ibadah, dan akhlak. Data tersebut diambil dari sumber data qashidah “Risalah ilaa
Shadiq” karya Muhyiddin Zayith. Selain peneliti sebagai instrumen utama,
digunakan juga instrumen pemandu pengumpulan data berupa tabel. Prosedur
pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga teknik yaitu: (1)
dokumentasi, (2) pencatatan, dan (3) analisis. Penelitian ini dilakukan melalui
empat tahap, yaitu: (1) tahap persiapan, (2) tahap perencanaan, (3) tahap
pelaksanaan, dan (4) tahap penyelesian.
  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai pendidikan Islam dalam
qashidah “Risalah ilaa Shadiq” karya Muhyiddin Zayith terkandung dalam 93
bait, dengan jumlah terbesar pada nilai pendidikan Islam yang berkaitan dengan
aqidah yaitu 47 bait. Adapun nilai pendidikan Islam yang berkaitan dengan ibadah
sebanyak 34 bait, dan nilai pendidikan Islam yang berkaitan dengan akhlak
sebanyak 12 bait, yang terdiri atas 5 bait akhlak mahmudah (baik/ mulia) dan 7
bait akhlak madzmumah (buruk/ tercela).
  Nilai-nilai pendidikan Islam yang berkaitan dengan aqidah meliputi iman
kepada rukun iman yang enam.  Nilai-nilai pendidikan Islam yang berkaitan
dengan ibadah meliputi: (1) bertaubat dari dosa-dosa besar, (2) bertasybih kepada
Allah, (3) shalat malam, (4) bersyukur kepada Allah, (5) berdo’a kepada Allah,
(6) memperbanyak shalat sunnah, (7) melaksanakan shalat, (8) memenuhi
panggilan ke masjid, (9) berwudhu, (10) berdzikir kepada Allah, (11) membaca
al-Quran, (12) menjalankan puasa, (13) memanfaatkan rizki dengan baik, (14)
membayar zakat, (15) menunaikan ibadah haji, (16) berdakwah. Adapun nilai-
nilai pendidikan Islam yang berkaitan dengan akhlak ada dua, yaitu akhlak
mahmudah dan madzmumah. Yang termasuk akhlak mahmudah yaitu: (1)
berbicara dengan baik dan santun, (2) bergaul dengan baik dan lemah lembut, (3)
menyayangi orang susah dan miskin, dan (4) bersabar. Sedangkan yang termasuk
akhlak madzmumah adalah: (1) berdusta, (2) berbuat dzalim, (3) tidak punya
malu, dan (4) menyusahkan dan membahayakan orang lain.vii
  Saran dalam penelitian ini ditujukan kepada beberapa pihak antara lain: (1)
ustadz dan ustadzah agar menyampaikan Islam secara keseluruhan, agar
kesempurnaan dan kemuliaan Islam benar-benar terlihat. (2) para sastrawan agar
senantiasa menyampaikan kebenaran Islam walaupun melalui karya sastra, karena
dakwah tidak harus berceramah. (3) para pembaca dan pemuda khususnya agar
senantiasa memperdalam ilmu, baik ilmu dunia maupun ilmu agama (Islam).
Karena dengannyalah kemuliaan dan derajat yang tinggi di dunia dan akherat akan
Allah berikan. (4) pemerintah agar senantiasa memperhatikan masa depan para
pemuda, karena di tangannyalah masa depan bangsa, masyarakat, dan agama  ini.
(5) peneliti selanjutnya untuk meneliti aspek lain, seperti mu’amalah-mu’amalah
yang belum peneliti teliti saat ini, dan menjadikan penelitian ini sebagai salah satu
acuan dalam penelitiannya.