SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam Pembelajaran Bahasa Arab di MAN Lamongan

Betric Feriandika

Abstrak


Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum baru
penyempurna kurikulum 2004 (KBK), yang disusun dan dilaksanakan oleh
masing-masing satuan pendidikan. Perjalanan penerapan KBK pada tahun 2006 di
MAN Lamongan yang masih belum optimal, dilanjutkan dengan penyelenggaraan
kurikulum baru yaitu KTSP mulai tahun ajaran 2007/2008. Salah satu perbedaan
yang menonjol antara KTSP dengan KBK adalah bahwa KTSP memberikan
wewenang kepada satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum tersebut.
Serta KTSP tidak mengatur secara rinci proses belajar mengajar di kelas, guru dan
sekolah bebas mengembangkan sendiri sesuai kondisi murid dan daerah.   
Tujuan penelitian secara umum adalah mendeskripsikan penerapan KTSP
dalam pembelajaran bahasa Arab (PBA) di MAN Lamongan. Tujuan khusus
penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) perencanaan pembelajaran bahasa
Arab, (2) pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab, dan (3) faktor-faktor pendukung
dan penghambat penerapan KTSP dalam pembelajaan bahasa Arab.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif. Subjek
penelitian adalah siswa-siswi program bahasa kelas XII MAN Lamongan yang
berjumlah 80 siswa, guru bahasa Arab program bahasa kelas XII, dan kepala
MAN Lamongan. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti (human
instrument) sebagai instrumen kunci, dan instrumen penunjang berupa pedoman
observasi, pedoman analisis dokumen, pedoman wawancara, dan
angket/kuesioner. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bahasa Arab program bahasa
kelas XII secara konseptual mampu menerapkan KTSP dalam pembuatan
perencanaan PBA, namun secara aplikasi masih mengalami kesulitan. Adapun
penerapan KTSP dalam penyusunan perencanaan PBA, sudah sesuai dengan
komponen KTSP. Guru membuat perangkat perencanaan pembelajaran yang
terdiri dari prota, promes, silabus, dan RPP. Silabus dan RPP disusun sesuai
dengan model berbasis KTSP dari Depag. Komponen-komponen perangkat
pembelajaran tersebut meliputi: identitas, standar kompetensi, kompetensi dasar,
indikator, materi pokok, dan alokasi waktu.
Sedangkan penerapan KTSP dalam PBA, terdiri dari penerapan dalam
bahan ajar/buku teks, metode, media, dan sistem penilaian. Bahan Ajar/Buku teks
yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran ketrampilan berbahasa Arab
adalah buku al-'Arabiyyatu Laka oleh A. Fahrurrozi terbitan Pustaka Insan
Madani sebagai buku wajib. Guru menggunakan buku tersebut, karena buku
tersebut mengacu pada Standar Isi MA Depag RI 2006, yang sebagian besar
isinya mengakomodasi amanat KTSP, yakni pembelajaran kontekstual dan
berbasis kompetensi. Sedangkan buku penunjang yang lain adalah buku 
ii
 
al'Arabiyyatu Linnasyiin karangan Mahmud Isma'il Shiny dkk, dan buku pelajaran
bahasa Arab Ta'lim al-Lughoh al-'Arabiyyah karangan H.D. Hidayat terbitan PT.
Karya Toha Putra. Mengenai metode PBA yang digunakan adalah metode
eklektik atau metode gabungan/pilihan. Pemilihan dan penggabungan metode
yang digunakan oleh guru kurang bervariasi, terkadang guru kurang bisa
menguasai situasi kelas karena siswa yang kurang aktif dalam KBM. 
Media PBA yang digunakan berupa media berbasis cetak seperti buku
teks, multimedia seperti laptop & LCD dengan software (perangkat lunak) berupa
tabel qawaid dan lagu-lagu bahasa Arab. Media yang digunakan kurang variatif
dan intensitas penggunaanya masih belum maksimal. Adapun sistem penilaian
yang diterapkan oleh guru meliputi penilaian proses dan hasil. Kedua penilaian
tersebut mencakup aspek afektif, kognitif, dan psikomotorik. Penilaian proses
dilaksanakan selama KBM berlangsung. Sedangkan penilaian hasil belajar
dilakukan setiap selesai pembelajaran.
Faktor pendukung penerapan KTSP dalam PBA meliputi faktor internal
dan eksternal. Faktor internal yaitu SDM yang bermutu, sarana dan prasarana.
Sedangkan faktor eksternal adalah lingkungan sekolah yang kondusif dan orang
tua. Adapun faktor penghambat PBA diantaranya: heterogenitas siswa, sarana
yang kurang memadai, siswa yang kurang aktif dalam KBM, beban materi
banyak, dan jumlah siswa yang banyak (kelas besar).
Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar guru bahasa Arab
meningkatkan profesionalisme dan kualitas PBA dengan menciptakan ide-ide
kreatif dalam menggunakan metode maupun media PBA yang variatif, sosialisasi
antarguru bahasa Arab di MA lainnya, serta mengikuti perkembangan
pengetahuan PBA melalui berbagai media; Kepala madrasah, hendaknya
mengambil kebijakan dengan melibatkan partisipasi masyarakat (Dewan
Sekolah), Depag, dan Pemerintah Daerah dalam rangka pengadaan fasilitas dan
sarana pembelajaran yang dirasa kurang; Depag, hendaknya meningkatkan
perannya dengan sekolah-sekolah yang dinaunginya dalam bentuk kegiatan
sosialisasi seperti pelatihan, seminar, penelitian, dan lain-lain demi peningkatan
kualitas guru-guru bahasa Arab. Sosialisasi hendaknya menekankan pada
substansi KTSP dan metode sosialisasi yang digunakan hendaknya berorientasi
pada kerja modelling/praktik.