SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perwatakan dan Karakter Tokoh Utama Wanita dalam Novel Qathara:tun Min Ad Dumu’i Karya Samirah

Ahmad Yusron Al Ali

Abstrak


<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:SimSun; panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; mso-font-alt:宋体; mso-font-charset:134; mso-generic-font-family:auto; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:1 135135232 16 0 262144 0;} @font-face {font-family:"\@SimSun"; panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:134; mso-generic-font-family:auto; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:1 135135232 16 0 262144 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:SimSun; mso-fareast-language:ZH-CN;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:518661350; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:191507280 -1507271150 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 {mso-level-text:"\(%1\)"; mso-level-tab-stop:38.25pt; mso-level-number-position:left; margin-left:38.25pt; text-indent:-20.25pt;} ol {margin-bottom:0in;} ul {margin-bottom:0in;} -->

Karya sastra merupakan suatu totalitas yang ditinjau dari beberapa sudut pandang akan menghasilkan tafsiran yang berbeda. Karya sastra dapat dikaji melalui psikologi sastra yang diartikan sebagai pendekatan yang berkaitan dengan psikologi pengarang, pembaca, dan para tokoh yang ada dalam karya sastra berdasarkan atas kesadaran manusianya.

              Seperti wawasan lama yang telah menjadi pegangan umum dalam dunia sastra, psikologi sastra juga memandang bahwa sastra merupakan hasil kreativitas pengarang yang menggunakan media bahasa, yang diabdikan untuk kepentingan estetis. Dengan kata lain, karya sastra merupakan hasil ungkapan kejiwaan seorang pengarang, yang berarti didalamnya ternuansakan suasana kejiwaan sang pengarang, baik suasana pikir maupun suasana rasa (emosi).

            Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis tokoh utama wanita, (2) watak dan karakter tokoh utama wanita, (3) sikap hidup tokoh utama wanita, dan (4) perilaku tokoh utama wanita.

            Penelitian terhadap Perwatakan dan Karakter Tokoh Utama Wanita dalam Novel Qathara:tun Min Ad Dumu:’i karya Samirah menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif karena bersifat deskriptif. Peneliti bertindak sebagai instrumen (human instrumen) sekaligus pengumpul data dan dibantu instrumen pembantu berupa tabel pengumpul data. Sumber data dalam penelitian ini berupa paparan bahasa dalam novel  Qathara:tun Min Ad Dumu’i karya Samirah. Pengumpulan data dengan cara membaca paparan bahasa yang terdapat dalam novel Qathara:tun Min Ad Dumu’i sesuai dengan masalah yang ditetapkan. Tehnik yang digunakan dalam analisis data adalah tehnik secara struktural dan psikologis.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

(1)   Dzikra sebagai tokoh utama mempunyai keterlibatan yang tinggi terhadap masalah yaitu kekerasan, perlawanan, tekanan batin, cinta dan sikap memberontak terhadap diskriminasi. Juga sebagai tokoh protagonis karena sebagai pengemban ide utama dan kehadirannya disukai pembaca diantara sifatnya adalah peka terhadap lingkungan sekitar, impati, memberontak, dan mencintai sesama. Dzikra termasuk tokoh yang memiliki karakter bulat, karena dibebani permasalahan yang komplek, seperti: kawin paksa, kekejaman dan kekerasan ayahnya, dan sikap memberontak terhadap diskriminasi, dan berkarakter dinamis karena tokoh Dzikra mengalami perkembangan ditandai dengan sifatnya yang periang, penderitaan jiwa, positive thinking, kebahagiaan, perlakuan diskriminasi, dan bersikap dewasa.

(2)   Watak dan karakter tokoh Dzikra adalah kekanak-kanakan, senang terhadap keindahan, kelembutannya, rendah hati dan sederhana, dan kontrol diri.

(3)   Sikap hidup Dzikra dalam kesehariannya adalah taat pada orang tua, dan pemberani.

(4)   Perilaku Dzikra di masyarakat sekitar adalah mengabaikan perintah, menjunjung kebenaran, ketegasan pada prinsip.

Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan usaha pemahaman sastra hendaknya menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan intrinsik dan pendekatan ekstrinsik, dan penelitian ini bisa diteruskan dengan melibatkan semua unsur yang ada dalam karya sastra.