SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Literatur tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Pengembangan Silabus Bahasa Arab di Madrasah Aliyah (MA) Kelas Satu Semester Satu dan Dua

Muhammad Rozi Iskandar

Abstrak


Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang pengembangan KBK, kerangka dasar KBK, dan pengembangan silabus bahasa Arab di MA kelas satu semester satu dan dua. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kajian kepustakaan (library riserch) yaitu dengan cara melakukan penelaahan terhadap bahan kepustakaan yang dapat memperjelas permasalahan. Adapun sumber kepustakaan yang dikaji dalam penelitian ini adalah buku, dokumen resmi tentang KBK, jurnal, dan makalah. Setelah itu untuk megetahui sejauh mana konsep dan prinsip KBK tercermin dalam silabus, peneliti melakukan analisis terhadap silabus bahasa Arab di Madrasah Aliyah (MA) kelas satu semester satu dan dua, dengan menekankan pada tujuan pembelajaran dan bahan pelajaran, serta dua aspek yang terkandung dalam kompetensi yaitu pengetahuan dan keterampilan. Berdasarkan hasil analisis tersebut peneliti kemudian mengembangkan silabus bahasa Arab MA kelas satu semester satu dan dua. Hasil pengembangan silabus tersebut kemudian diuji validitasnya dengan merujuk kepada teori dan prinsip-prinsip KBK serta pendapat ahli.

            Hasil kajian ini menunjukkan bahwa, (1) pokok pikiran yang melatar- belakangi pengembangan KBK adalah (a)upaya peningkatan mutu pendidikan selama ini belum mencapai taraf yang memadai yang mampu meningkatkan taraf kehidupan masyarakat pada umumnya, (b) referensi tentang mutu pendidikan perlu didudukkan secara utuh yang mencakup dimensi manusia seutuhnya, yaitu moral, akhlaq, akal, pengetahuan, keterampilan dan prilaku, (2) kerangka dasar KBK adalah (a) berorientasi pada pencapaian kompetensi, (b) berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman, (c) pendekatan dan metode bervariasi, (d) guru bukan satu-satunya sumber belajar, (e) penilaian menekankan pada proses dan hasil, (3) bahan pelajaran di MA masih kurang relevan dengan tujuan pembelajaran, (4) terdapat beberapa kelemahan dalam silabus yang ada, (a) penulisan kompetensi dasar (membaca, memahami, berbicara dan menulis) untuk satu tema pelajaran dijadikan satu dan masih terlalu umum, (b) kompetensi mendengar dihilangkan, (c) tema-tema yang diangkat masih kurang kontekstual, (d) pada materi pokok butir untuk kompetensi membaca, berbicara, dan menulis masih terlalu umum dan kurang bervariasi, (e) komponen Hasil Belajar dan Indikator Pencapaian ditulis terpisah, (6) dalam komponen Hasil Belajar terdapat butir yang menggunakan kata kerja yang tidak menggambarkan hasil, tetapi hanya menggambarkan proses, (f)  pada komponen Hasil Belajar butir untuk kompetensi berbicara dan menulis masih terlalu umum, kurang kontekstual dan kurang menggambarkan hasil, (g) untuk kompetensi membaca pada komponen Indikator Pencapaian terdapat rumusan yang ambigu, (h) pada komponen Indikator Pencapaian  untuk butir kompetensi berbicara dan menulis terdapat butir yang terlalu umum, kurang kontekstual dan kurang menggambarkan hasil.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut sebagai penyempurnaan terhadap hasil penelitian ini, baik berupa koreksi atau penyempurnaan dari hasil penelitian ini, ataupun mengenai aspek lain yang masih belum tersentuh dalam penelitian ini. Misalnya mengenai sudahkah bahan pelajaran di MA mampu membentuk nilai dan sikap siswa dalam kehidupan sehari-hari, pengembangan silabus di MA kelas dua dan tiga, dan  pengembangan silabus di SMU atau sederajat