SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Interferensi Morfologis Dan Fonologis Bahasa Arab Pada Terjemahan Buku Al Akhlaq Lil Banaat Jilid I

Munfarida Munfarida

Abstrak


<!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:18.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; font-weight:bold; mso-bidi-font-weight:normal; mso-no-proof:yes;} p.MsoBodyTextIndent, li.MsoBodyTextIndent, div.MsoBodyTextIndent {margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:0in; margin-left:11.2pt; margin-bottom:.0001pt; text-indent:-11.2pt; line-height:150%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} -->

Berkembang pesatnya dunia penerjemahan karya sastra Arab ke dalam bahasa Indonesia pada awal abad 21 merupakan suatu kemajuan yang patut disyukuri. Perkembangan pesat ini terutama dalam penerjemahan karya sastra populer, namun hal ini diikuti dengan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh penerjemah. Interferensi merupakan salah satu gejala ketidakberterimaan berbahasa akibat adanya kontak dua bahasa atau lebih. Penelitian ini didasari asumsi bahwa seorang penerjemah cenderung mentransfer bentuk dan sistem dari Bsu ke dalam Bsa. Transfer yang dimaksud terbatas pada kecenderungan untuk menyamakan butir-butir atau unsur-unsur Bsu yang tidak diterima dalam Bsa. Berdasarkan asumsi ini, timbul pertanyaan yaitu: bagaimanakah bentuk interferensi (1) morfem, dan (2) fonem, dalam bahasa Indonesia pada terjemahan buku Al Akhlaq Lil Banaat Jilid I?

            Bertolak dari pertanyaan di atas, maka untuk menjawabnya digunakan beberapa teori yang dapat memberikan gambaran yang jelas tentang bentuk Interferensi. Teori yang dimaksud adalah teori penerjemahan, analisis kontrastif, interferensi, dan penelitian terdahulu. Teori penerjemahan digunakan untuk menjelaskan proses penerjemahan dari Bsu ke dalam Bsa, Analisis kontrastif digunakan untuk membandingkan antara morfologi dan fonologi bahasa Arab dan bahasa Indonesia, hal tersebut sebagai acuan bahwa penelitian ini belum pernah dikaji.

            Sesuai dengan penelitian yang hendak dicapai, maka metode yang digunakan adalah analisis isi. Dengan metode ini penyebab kesalahan bahasa yang dilakukan penerjemah dapat dijelaskan, yaitu ketidakberterimaan bahasa yang terdapat dalam korpus data berupa interferensi morfem dan fonem. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku terjemahan Al Akhlaq Lil Banaat Jilid I yang berjumlah 78 halaman sebagai data utama dan kitab asli bahasa Arab Al Akhlaq Lil Banaat Jilid I sebanyak 48 halaman sebagai data pelengkap. Prosedur yang ditempuh dalam penelitian ini adalah penelaahan data, pengidentifikasian data, dan tabulasi data.

                Berdasarkan analisa, hasil penelitian diperoleh sebagai berikut: interferensi pada morfem yaitu interferensi morfem yang ada padanan katanya dalam bahasa Indonesia. Pada interferensi morfem ini data yang terjaring mencapai 2 morfem dasar. Sedangkan pada interferensi fonem meliputi, (1) fonem /ع/ ditulis atau dilambangkan dengan apostrof, (2) fonem /ض / ditulis atau dilambangkan dengan dh, (3) fonem /ص / ditulis atau dilambangkan dengan sh, (4) fonem /ز / ditulis dan dilambangkan dengan z, (5) fonem /ث / ditulis atau dilambangkan dengan ts, dan (6) fonem hamzah ditulis atau dilambangkan dengan apostrof. Pada interferensi fonem terjaring 11 kata yang tergolong interferensi dari Bsu ke dalam Bsa.

            Dari hasil penelitian ini disarankan pada penelitian lanjutan yang lebih khusus pada variabel-variabel yang berbeda, misalnya interferensi pada bidang gramatikal, leksikal, semantik, kultural dan lainnya