SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Singosari Malang

Zakiyatul Musfiroh

Abstrak


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi pengajaran bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang banyak menghadapi kendala dan hambatan. Siswa menganggap bahasa Arab sebagai momok, selain itu pengajaran bahasa Arab yang monoton dan kurang bervariasi membuat siswa kurang tertarik dan kurang berminat dalam mempelajari bahasa Arab.

            Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Singosari Malang yang meliputi (1) latar belakang pendidikan guru, (2) buku teks, (3) strategi pembelajaran, (4) media pembelajaran, (5) evaluasi pembelajaran, dan (6) usaha yang dilakukan oleh pihak sekolah dan guru.

            Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif, tetapi terbatas pada penyajian angka berupa persentase. Populasi penelitian ini adalah seluruh MI di Kecamatan Singosari yang berjumlah 13 MI. Mengingat keterbatasan-keterbatasan yang ada, maka diambil sampel sebanyak 8 MI. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling atau sampel acak dengan menganggap semua subyek adalah sama. Data penelitian berupa jawaban guru (responden) terhadap isi angket, hasil observasi, dan wawancara. Langkah-langkah analisis data meliputi penghitungan jumlah angket, pengecekan kelengkapan jawaban, identifikasi data, pengelompokkan data, tabulasi data, penjelasan data, dan penyimpulan.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sebagian besar guru (87,5%) tidak mempunyai kualifikasi sebagai guru bahasa Arab yang profesional, meskipun sebagian besar (62,5%) guru bahasa Arab adalah Sarjana, tetapi terbatas satu guru yang berlatar belakang pendidikan formal bahasa Arab, kebanyakan  dari mereka (62,5%) tidak pernah mengikuti kegiatan pelatihan, penataran, atau seminar yang berkaitan dengan pembelajaran bahasa Arab, tetapi sebagian besar guru (87,5%) berlatarbelakang pendidikan di pondok pesantren dengan pendidikan paling lama lebih dari lima tahun. (2) bahan ajar yang digunakan oleh kebanyakan guru (62,5%), adalah buku “Mengenal Bahasa Arab” yang dikarang oleh Tim Guru MI penerbit PT. Putratama Bintang Timur tahun 2004. (3) strategi pembelajaran yang digunakan bermacam-macam dan dalam proses belajar mengajar guru menggunakan metode terjemah dan membaca, metode mengajar kemahiran berbahasa belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip-prinsip yang seharusnya, selain itu guru juga mengajarkan qawaid, dan sebagian besar guru (75%) menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar, (4) media pembelajaran yang banyak digunakan dan dimiliki oleh MI berupa gambar dan benda asli dengan frekuensi penggunaan yang jarang-jarang, namun guru juga mengalami kendala karena tidak adanya dana dari sekolah untuk pengadaan media yang bervariasi dalam pembelajaran bahasa Arab, (5) evaluasi pembelajaran dilaksanakan setiap akhir unit pelajaran dan jenis tes yang digunakan meliputi tes tulis dan lisan dengan bentuk tes berupa pilihan ganda dan esai, selain itu sebagian kecil guru (37,5%) mengalami kesulitan membuat kisi-kisi atau rambu-rambu tes bahasa Arab juga dalam menentukan tingkat kesulitan bagi siswa. (6) usaha yang sebaiknya dilakukan oleh pihak sekolah dan guru adalah pengadaan media yang bervariasi dan pendelegasian guru untuk mengikuti pelatihan, penataran, atau seminar kebahasaaraban.

            Berdasarkan hasil penelitian, disarankan hal-hal sebagai berikut, (1) hendaknya dalam penerimaan guru bahasa Arab, kepala sekolah memprioritaskan calon guru yang berlatarbelakang pendidikan bahasa Arab dengan ijasah minimal S1, (2) hendaknya kepala madrasah mengirimkan guru-guru bahasa Arab untuk mengikuti pelatihan, penataran, atau seminar kebahasaaraban guna meningkatkan kualitas guru, (3) penilik sekolah hendaknya mengadakan pelatihan, penataran, atau seminar tentang kebahasaaraban dan pengajarannya, atau kepala madrasah mengadakan pelatihan atau penataran sendiri dengan cara bekerja sama dengan instansi/lembaga yang berkaitan dengan pendidikan bahasa Arab.