SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Muchassina:t Lafdhiyyah dalam Al-Quran Juz 30

Atik Rahmawati

Abstrak


Keindahan bahasa Al-Quran merupakan salah satu aspek yang menarik untuk diteliti. Keindahan itu nampak dari berbagai segi, salah satunya dari segi keteraturan rima. Keteraturan rima pada bahasa Arab dibahas dalam salah satu bagian ilmu Badi’ yaitu Muchassina:t Lafdhiyyah. Satu juz di dalam Al-Quran yang dikenal dengan ayat-ayatnya yang pendek serta serasi rimanya satu sama lain adalah juz 30.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan muchassina:t lafdhiyyah yang terdapat dalam Al-Quran juz 30 antara lain jinas, saja’, dan muwa:zanah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan pengetahuan ketika mengajar mata kuliah Balaghah dan Telaah Prosa Arab.

Jinas adalah kesesuaian dua ujaran pada huruf-hurufnya tetapi berbeda maknanya. Sedangkan saja’ adalah persesuaian dua fa:shilah atau lebih dalam huruf akhirnya. Dan muwa:zanah adalah persamaan dua fa:shilah dalam wazan tetapi berbeda pada akhirannya.

Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian deskripstif kualitatif untuk mendeskripsikan muchassina:t lafdhiyyah yang terdapat dalam Al-Quran juz 30. Selain itu, digunakan pula metode kuantitatif untuk mengetahui prosentase keberadaan muchassina:t lafdhiyyah dalam juz 30 tersebut. Sumber data dalam penelitian ini adalah Al-Quran juz 30. Dalam penelitian ini, peneliti sebagai instrumen utama dan tabel-tabel sebagai intrumen bantu. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik dokumentasi dengan 2 langkah yaitu: (1) tahap persiapan, yaitu mempersiapkan instrumen utama dan bantu; (2) tahap pelaksanaan, yaitu: (1) membaca Al-Quran juz 30, (2) mengklasifikasi data sesuai dengan rumusan masalah, (3) menandai data dengan kode tertentu, (4) mengumpulkan data menjadi satu dalam tabel pengumpulan data, dan (5) data tersebut dianalisis. Analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis isi. Sedangkan langkah-langkah analisis yang dilakukan oleh penulis yaitu: (1) membaca data yang telah dikumpulkan, (2) menentukan unit (unitisasi), (3) mengklasifikasi data dan memberi kode, (4) melakukan analisis, (5) menyimpulkan data, dan (6) melakukan validasi dengan teknik pemeriksaan keabsahan temuan.

Hasil kualitatif dari penelitian ini yaitu dalam Al-Quran juz 30 ditemukan 4 unsur muchassina:t lafdhiyyah yaitu: (1) jinas ghairu tam, (2) saja’ mutharraf, (3) saja’ murashsha’, (4) saja’ mutawa:zi, dan (5) muwa:zanah. Sedangkan jinas tam tidak ditemukan dalam Al-Quran juz 30.

Kelima unsur muchassina:t lafdhiyyah yang terdapat dalam Al-Quran juz 30 tersebut membawa misi perdamaian di tengah-tengah perselisihan dan fanatisme yang tumbuh subur di kalangan kaum kafir Quraisy pada saat ayat-ayat Al-Quran ini diturunkan. Hal ini tampak dari mayoritas bunyi yang terdapat dalam data jinas ghairu tam, (2) saja’, dan (3) muwa:zanah yaitu bunyi continuants.

Jinas ghairu tam dalam Al-Quran juz 30 memiliki frekuensi 4,98% dan data terbanyak terdapat pada surat An-Na:zi’a:t yaitu 3 (tiga). Frekuensi saja’ mutharraf dan saja’ mutawazi sama yaitu 44,91% dengan data terbanyak terdapat pada surat An-Naba’ yaitu 13 (tiga belas). Frekuensi saja’ murashsha’ 0,41% yaitu terdapat pada surat Al-Gha:syiyah ayat 25 dan 26. Sedangkan frekuensi muwa:zanah 4,98% dengan data terbanyak terdapat pada surat Al-Gha:syiyah yaitu 4 (empat).

Saran dalam penelitian ini ditujukan kepada beberapa pihak antara lain: (1) pembelajar bahasa Arab, hendaknya lebih banyak memanfaatkan ayat-ayat Al-Quran ketika mengajar mata kuliah Balaghah dan Telaah Prosa Arab dan (2) pebelajar bahasa Arab, sebaiknya diadakan penelitian kebahasaan yang lebih mendalam tentang keindahan bahasa Al-Quran misalnya muwa:zanah dan mura:’a:tu an-nadhir dalam Al-Quran.