SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Sikap Siswa MA Al-Ittihad terhadap Pembelajaran Bahasa Arab

Umul Afidah

Abstrak


Sikap adalah disposisi perasaan yang tertuju pada objek tertentu dan merupakan bentuk evaluasi atau reaksi perasaan mendukung atau menolak terhadap sesuatu sehingga timbul derajat efek positif atau negatif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan derajat efek tersebut pada siswa MA Al-Ittihad  terhadap pembelajaran bahasa Arab dan juga untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan sikap antara siswa yang tinggal di pondok pesantren dengan siswa yang tinggal di luar pondok pesantren.

            Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa MA Al-Ittihad, Sampel diambil dengan dua  tahap, Tahap pertama mengunakan teknik purposive sampling yaitu siswa kelas dua. Karena jumlah sampel terlalu besar maka digunakan tahap yang kedua yaitu dengan mengunakan teknik random sampling yang menghasilkan 48 siswa, 24 siswa yang tinggal di pondok pesantren dan 24 siswa yang tinggal di luar pondok pesantren. Untuk mendeskripsikan sikap subjek dipergunakan penjaring data berupa angket dan pedoman wawancara yang penghitungannya berdasarkan skala likert, sedangkan untuk mengetahui perbedaan sikap dua kelompok siswa digunakan analisis uji T

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang tinggal di pondok pesantren memiliki sikap yang positif terhadap pembelajaran bahasa Arab, sikap positif siswa yang dominan adalah sikap positif terhadap metode sebanyak 92,5% hal ini dikarenakan adanya relevansi antara metode yang digunakan dengan materi yang diajarkan, disamping itu penggunaan metode yang bervariasi oleh guru mendorong siswa untuk bersikap positif. Sikap positif siswa terhadap guru sebanyak 82,5%, dari indikator yang ada dapat diketahui bahwa penampilan dan cara penyampaian guru terhadap materi sangat berpengaruh terhadap pembentukan sikap siswa. Sikap positif siswa terhadap interaksi dalam PBM sebanyak 85% ini dipengaruhi oleh pengelolaan kelas yang diterapkan oleh guru.   Sedangkan siswa yang tinggal di luar pondok pesantren memiliki sikap yang cukup positif terhadap pembelajaran bahasa Arab, akan tetapi siswa juga memiliki sikap negatif terhadap pembelajaran bahasa Arab yaitu pada materi sebanyak 60%. Dilihat dari indikator yang ada, siswa berpendapat bahwa materi yang diajarkan umumnya sulit dan tidak sesuai dengan kemampuan siswa. Sedangkan sikap negatif siswa terhadap metode sebanyak 58,3% dapat dilihat pada indikator yang ada yaitu metode yang digunakan tidak sesuai dengan materi, tidak bervariasi dan kurang  menarik.

Dari hasil penghitungan uji T atas skor sikap antara siswa yang tinggal di pondok pesantren dan di luar pondok pesantren di peroleh hasil sebesar 4.397, sedangkan harga t tabel pada taraf kepercayaan 95% adalah 1.71, jadi harga t hitung lebih besar dari t tabel maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan sikap antara siswa yang tinggal di pondok pesantren dan di luar pondok pesantren terhadap pembelajaran bahasa Arab.

Dari hasil penelitian disarankan bagi guru untuk dapat mengembangkan metode-metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa dan  guru hendaknya meningkatkan efektifitas pendekatan-pendekatan pengelolaan kelas dengan baik yang dapat mendorong siswa untuk bersikap positif terhadap pembelajaran bahasa Arab. Untuk  peneliti lain diharapkan  melakukan penelitian lebih lanjut dengan menambah variabel dan populasi yang lebih luas agar hasilnya lebih sempurna atau dengan menggunakan metode penelitian yang berbeda dengan metode yang telah digunakan peneliti, yaitu jika kebanyakan penelitian tentang sikap menggunakan metode deskriptif kuantitatif maka untuk penelitian selanjutnya digunakan metode deskriptif kualitatif.