SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Diksi dalam Kumpulan Cerita Anak Berbahasa Arab Silsilatu Al-Adabi Al-Islamiyati Li Al-Athfali Karya Ar-Rajabi dan Ath-Thayyibi

Fita Lestari

Abstrak


Silsilatu al-adabi al-Islamiyati li al-athfali adalah karya sastra karangan   Ar-Rajabi dan Ath-thayyibi disingkat dengan CERBA SILAILA, yang berupa cerita anak, dan menjelaskan tentang etika (moral Islam) meliputi: (1) etika makan dan minum, (2) etika salam, (3) etika meminta izin, (4) etika dalam majlis          (5) etika berkunjung, (6) etika mengucapkan selamat, (7) etika berbicara, (8) etika bersenda gurau, (9) etika bersin, dan (10) etika pada saat sakit.

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penggunaan diksi dalam CERBA SILAILA. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini meliputi empat hal yaitu (1) kata dengan makna leksikal dan gramatikal,       (2) kata umum dan kata khusus, (3) kata konkret dan kata abstrak, dan (4) kata denotasi dan kata konotasi.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif. Peneliti sebagai instrumen utama dengan menggunakan alat bantu berupa tabel spesifikasi diksi untuk menjaring data. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Analisis data terdiri atas empat alur yaitu (1) penyeleksian data, (2) pengkodean data, (3) pengklasifikasian data, dan (4) penyimpulan. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan (1) ketekunan pengamatan, dan (2) trianggulasi sumber.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam CERBA SILAILA menggunakan semua jenis diksi atau pilihan kata yang ada dalam rumusan masalah, yaitu (1) pilihan kata dengan makna leksikal dan gramatikal,                (2) pilihan kata umum dan kata khusus, (3) pilihan kata konkret dan kata abstrak, dan (4) pilihan kata denotasi dan kata konotasi.

Kata dengan makna gramatikal lebih dominan daripada kata dengan makna leksikal, bentuk leksikal berupa kata benda konkret lebih dominan daripada kata benda abstrak, dan kata kerja mujarad lebih dominan daripada kata kerja mazid. Beberapa kategori kata dengan makna gramatikal meliputi jenis: feminin dan maskulin: mudzakar hakiki dan lafdhi, dan muannats: hakiki, lafdhi, dan majazi. Penggunaan mudzakar lafdhi dan muannats lafdhi paling dominan, jumlah: dualis dan jamak, yang meliputi jamak taksir, jamak mudzakar salim, dan jamak muannats salim. Penggunaan jamak taksir paling dominan. Penggunaan modus interogatif lebih dominan daripada modus imperatif.

Kata umum lebih dominan daripada kata khusus, kata umum berupa kata benda konkret, dan kata kerja berupa bentuk mujarad. Kata khusus berupa kata benda konkret, dan kata kerja berupa mujarad yang paling dominan dibandingkan mazid biharfin, mazid biharfain, dan mazid bitsalatsati ahruf. Kata konkret lebih dominan daripada kata abstrak, dan kata denotasi lebih dominan daripada kata konotasi.

Pengarang menyadari bahwa CERBA SILAILA adalah cerita anak, oleh karena itu, kata denotasi lebih dominan, penggunaan kata konotasi dapat diketahui, dengan melihat konteks kalimat berikutnya, atau disertai dengan penjelasan pada kalimat berikutnya, sehingga pembaca dapat menangkap pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang dengan mudah. Selanjutnya disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya diadakan penelitian terhadap cerita yang berbeda, dan bagi penulis cerita anak secara umum, dapat memanfaatkan pengunaan diksi dalam karya ini, dengan memperbanyak kata denotasi dan penjelasan untuk penggunaan kata konotasi.