SKRIPSI Jurusan Sastra Arab - Fakultas Sastra UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

. Analisis Struktural Semiotik Cerpen “Shurohul Qubur” Karya Jubran Kholil Jubran

Sherly Novitasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Novitasari, Sherly. 2012. Analisis Struktural Semiotik Cerpen “Shurohul Qubur” Karya Jubran Kholil Jubran, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Syatibi Nawawi, MPd., (2) Ibnu Samsul Huda, S.S, M.A

 

Kata Kunci : Analisis Struktural, Analisis Semiotik, Cerpen “Shurohul Qubur“, Jubran Khalil Jubran

Sastra merupakan suatu karya seni yang bermediakan bahasa yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya, sastra dianggap sebagai hiburan yang menyenangkan, ada juga yang menganggap bahwa sastra bisa mendidik manusia melalui nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya. Ada beberapa karya sastra yang disampaikan melalui sistem tanda, salah satunya adalah cerpen. Suatu karya sastra memberikan gambaran kehidupan seseorang yang dihadirkan pengarang. Cerpen sebagai salah satu karya sastra yang memberikan peranan penting dalam memberikan pandangan tentang kehidupan secara imajinatif. “Al-Arwah Al-mutamarridah” adalah salah satu dari sekian banyak karya yang ditulis Kahlil Gibran atau dalam bahasa indonesia lebih dikenal dengan “Jiwa-Jiwa Pemberontak”. Karya ini telah memuat beberapa cerita, diantaranya adalah “Shurohul Qubur” atau dalam bahasa Indonesia yaitu Tangisan Qubur. Pemilihan cerpen Shurohul Qubur dilatarbelakangi poleh ketertarikan peneliti untuk memahami dan mengetahui segi strukturalisme semiotik yang terkandung dalam cerpen ini.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Data dari analisis ini berupa kajian struktural semiotik dalam cerpen Shurohul qubur. Sedangkan sumber data dari penelitian ini adalah cerpen “Shurohul qubur” karya Kahlil Gibran yang diambil dari antologi cerpen “Al-Arwah Al-Mutamarridah” yang diterbitkan Maktabah Lubnan. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik kepustakaan murni karena sumber data berasal dari bahan-bahan tertulis yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah cerpen Shurohul Qubur karya Kahlil Gibran. Sedangkan teknik yang digunakan adalah sebagai berikut :(1) Menyimak dan membaca cermat cerpen Shurohul Qubur secara berulang-ulang. (2) Menganalisis cerpen dengan teori struktural, (3) Menganalisis cerpen dengan teori semiotik, (4) Mengumpulkan semua data cerpen baik struktural maupun semiotik kemudian mencatatnya. Dalam penelitian ini menggunakan human instrument yaitu peneliti sendiri yang mengidentifikasi, mengklasifikasi, memberi kode, dan menganalisis data yang diperoleh dalam cerpen “Shurohul Qubur“ karya Kahlil Gibran. Data dianalisis dengan menggunakan teori semiotik Rifaterre yaitu dengan pembacaan heuristik, pembacaan hermeneutik, menemukan hipogram, dan menemukan matriks.

Berdasarkan hasil analisis data, analisis ini menghasilkan temuan berupa struktur cerpen, yaitu (1) tema dalam cerpen Shurohul Qubur karya Kahlil Gibran adalah tentang ketidakadilan seorang raja, (2) alur cerita cerpen Shurohul Qubur karya Kahlil Gibran adalah adalah alur lengkap, (3) tokoh dan penokohan dalam cerpen Shurohul Qubur karya Kahlil Gibran, (a) “aku” yang bersifat suka memperhatikan, (b) raja yangbersifat disegani dan kejam, (c) menteri (pegawai) yang bersifat patuh dan jahat, (d) pengawal yang bersifat patuh, (e) pembunuh yang bersifat pemberani, (f) pezina yang bernasib malang, (g) pencuri yang bersifat baik dan bertanggung jawab, (h) pendeta yang bersifat tega dan pembohong, (i) tunangan si pembunuh yang bersifat lemah, (j) pemuda berjubah yang bersifat nekat, (k) istri si pencuri yang meratap, (4) setting atau latar dalam cerpen ini ada di istana, ruang pengadilan, penjara, kota, ujung lembah, biara, dan kebun atau ladang, (5) sudut pandang dalam cerpen ini adalah sudut pandang persona pertama yaitu “aku”, (6) gaya bahasa dalam cerpen ini adalah tasybih tamsil, tasybih muakkad, dan tasybih mujmal, (7) amanat dalam cerpen ini. Cerpen ini memiliki amanat agar pemimpin jangan semena-mena dalam menjatuhkan hukuman tanpa di dasari kejelasan dan kejadian yang sebenarnya. Kemudian menghasilkan data semiotik cerpen berupa (1) pembacaan heuristik, (2) pembacaan hermeneutik. (3) menemukan hipogram, (4) menemukan matriks.

    Kesimpulan dari cerpen ini dari segi struktural yaitu :(1)Tema dalam cerpen ini tentang ktidakdilan seorang raja, (2) plot yang digunakan adalah plot maju mundur dan dapat disimpulkan bahwa plot dalam cerpen ini lengkap karena terdiri dari tiga tahap yaitu tahap penghukuman, tahap kejadian masalah, dan tahap penyelesaian, (3) tokoh dan penokohan

dalam cerpen SQ ini terdapat tokoh utama yang diperankan oleh “aku”, tokoh tambahan yang diperankan oleh raja, menteri, dan prajurit, tokoh amdalan yang diperankan oleh si pembunuh, pezina, dan pencuri, tokoh figuran yang diperankan oleh tunangan si pembunuh, pemudah berjubah, istri si pencuri, suami si pezina, dan pendeta, (4) Setting dalam cerpen SQ ini istana, ruang pengadilan, penjara, kota, ujung lembah, biara, dan kebun atau ladang, (5) Sudut pandang dalam cerpen SQ ini adalah “aku” sebagai sudut pandang person pertama atau tokoh utama (6) gaya bahasa yang dipakai dalam cerpen SQ ini adalah dengan menggunakan kajian balagahah yang menggunakan unsur majaz. (7) amanat dalam cerpen SQ ini adalah para pemimpin hendaknya jangan semena-mena dalam menjatuhkan hukuman tanpa didasari kejelasan dan kejadian yang sebenarnya. Kemudian dilanjutkan dengan analisis semiotik pada cerpen SQ ini menghasilkan kajian yang membahas unsur ektrinsik cerpen seperti : (1)Pembacaan heuristik dilakukan dengan pembacaan dari awal hingga akhir secara berurutan, (2)Pembacaan hermeneutik dilakukan dengan menggunakan explanation dan interpretation, (3) hipogram dalam cerpen ini dilatarbelakangi oleh masalah kehidupan sosial dalam kerajaan, (4) Matriks dalam cerpen ini yaitu membahas masalah sosial tentang ketidakadilan seorang raja dan dijabarkan dalam penggalan-penggalan teks dalam cerpen. Saran dalam penelitian ini diharapkan agar terus meningkatkan penelitian cerpen dengan kajian structural semiotik, karena itu untuk memperkaya ilmu pengetahuan khususnya di bidang sastra. Untuk melakukan pengkajian pada cerpen, dibutuhkan teori yang benar-benar matang untuk mengkajianya, karena pengkajian pada cerpen berbeda dengan pengkajian puisi. Pengkajian cerpen SQ dengan menggunakan analisis struktural semiotik ini belumlah sempurna karena hanya mengkaji unsur instrinsik, ekstrinsik, dan unsur tanda dalam cerpen saja. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan untuk peneliti selanjutnya menyempurnakan penelitian yang lebih luas dan mendalam