SKRIPSI Jurusan Matematika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Strategi Pembelajaran Think-Talk-Write untuk Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Siswa Kelas XI MIA 3 SMAN 02 Batu

Shinta Nurmalasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Pada kurikulum 2013, peserta didik dituntut untuk berperan aktif dalam pembelajaran dan mampu menerapkan pengetahuan prosedural untuk memecahkan masalah dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat (Permendikbud No. 69 tahun 2013). Masalah tersebut dapat berupa situasi atau soal yang disajikan secara verbal berupa teks tertulis yang disebut dengan soal cerita atau word problem (Achmad: 2016).

Berdasarkan observasi awal pada 19 September 2016, diketahui bahwa kemampuan siswa kelas XI MIA 3 SMAN 02 Batu dalam menyelesaikan soal cerita matematika masih tergolong rendah. Hal ini terlihat pada hasil tes pratindakan yang menunjukkan bahwa tidak ada siswa yang dapat menjawab soal cerita yang diberikan peneliti dengan materi yang sudah pernah dipelajari siswa dengan benar. Berdasarkan hasil wawancara tidak terstruktur, siswa kelas XI MIA 3 SMAN 02 Batu lebih menyukai soal rutin yang bisa langsung dicari jawabannya. Beberapa faktor ketidakmampuan siswa menyelesaikan soal cerita, diantaranya (1) frekuensi membaca (mengerti makna kata atau simbol-simbol), (2) pengetahuan prasyarat yang belum cukup dikuasai siswa, serta (3) kurangnya pendampingan saat latihan membaca dengan pemahaman. Dengan demikian diperlukan adanya strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran dengan strategi pembelajaran Think-Talk-Write untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi (1) data hasil observasi aktivitas guru dan siswa, (2) data hasil tes akhir siklus , serta (3) data hasil wawancara.

Penerapan strategi pembelajaran Think-Talk-Write untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita dilakukan dengan langkah-langkah berikut. (1) Tahap Think : guru meminta siswa membaca dan memahami soal cerita yang dilakukan dengan menuliskan informasi-informasi yang ada pada soal cerita tersebut secara individu. (2) Tahap Talk : guru meminta siswa untuk membicarakan strategi penyelesaian soal cerita yang tepat serta melakukan strategi yang telah mereka pilih melalui diskusi kelompok (3) Tahap Write : guru meminta siswa untuk menuliskan makna dari solusi yang mereka dapatkan secara individu (membuat kesimpulan).

Data hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan data peningkatan kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa. Pertama, pada siklus I, hasil observasi aktivitas guru memperoleh persentase sebesar 97,2% dengan kategori “sangat baik” dan hasil observasi aktivitas siswa memperleh persentase 82,93% dengan kategori “baik”. Hasil tes akhir siklus I menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita masuk dalam kategori “cukup” dengan banyak siswa yang memenuhi KKM sebesar 50%. Pada siklus II, hasil observasi aktivitas guru memperoleh persetase sebesar 98,3% dengan kategori “sangat baik” serta hasil observasi aktivitas siswa memperoleh persentase sebesar 91,12% dengan kategori “sangat baik”.Hasil tes akhr siklus II menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita masuk dalam kategori “baik” dengan banyak siswa yang memenuhi KKM sebesar 80%.