SKRIPSI Jurusan Matematika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Pendekatan Saintifik Model Discovery Learning pada Materi Trigonometri untuk Kelas X

Tsamarah Dina Safitri

Abstrak


ABSTRAK

                                                                             

 

Safitri, Tsamarah Dina. 2017. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Pendekatan Saintifik Model Discovery Learning pada Materi Trigonometri untuk Kelas X. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Lathiful Anwar, S.Si, M.Sc.

 

Kata Kunci: pengembangan, perangkat pembelajaran, pendekatan saintifik, model discovery learning

                  

Dalam teori belajar konstruktivisme, pengetahuan dibangun sendiri oleh siswa. Siswa dituntut untuk melakukan interaksi dengan lingkungan, sehingga menjadi aktif, dapat mengontrol konsep matematika serta berpikir matematis. Salah satu pendekatan pembelajaran yang menerapkan teori konstruktivisme adalah pendekatan saintifik. Agar siswa berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran hendaknya guru merencanakan suatu perangkat pembelajaran yang dapat membuat siswa mengonstruk pengetahuan secara mandiri. Namun menurut hasil observasi, masih ditemukan RPP yang kegiatan pembelajarannya masih berpusat pada guru dan kurang menuntut siswa untuk mengonstruk pengetahuan secara mandiri. Begitu pula dengan penggunaan LKS sebagai sumber belajar, LKS yang digunakan hanya berisi latihan soal dan ringkasan materi. Oleh karena itu peneliti ingin mengembangkan suatu perangkat pembelajaran yang dapat membuat siswa mengonstruk pengetahuan secara mandiri.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan perangkat pembelajaran materi trigonometri berbasis pendekatan saintifik model discovery learning yang valid, praktis, dan efektif. Model discovery learning merupakan proses belajar yang di dalamnya tidak disajikan suatu konsep dalam bentuk jadi (final), tetapi siswa dituntut untuk mengorganisasi sendiri cara belajarnya dalam menemukan konsep (Maulana, 2014), sehingga dengan produk yang dikembangkan siswa dapat menemukan konsep secara mandiri.

Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah model dari penelitian pengembangan Plomp. Tahapan pengembangannya menurut Hobri (2010:17) yaitu (1) tahap investigasi awal, (2) tahap perencanaan, (3) tahap pengembangan, dan (4) tahap tes, evaluasi, revisi. Kualitas perangkat pembelajaran didasarkan pada hasil uji kevalidan, uji kepraktisan, dan uji keefektifan. Uji kevalidan dilakukan oleh dua validator yaitu validator ahli yang terdiri dari satu orang dosen matematika dan validator praktisi yang terdiri dari satu orang guru matematika. Sedangkan untuk uji kepraktisan, peneliti menggunakan lembar observasi kegiatan siswa dan lembar observasi kegiatan guru yang diisi oleh dua teman sejawat serta lembar angket respon siswa yang diisi oleh 35 siswa sebagai subjek uji coba. Uji keefektifan dilakukan dengan menggunakan tes yang diberikan pada 35 orang siswa kelas X setelah melakukan pembelajaran dengan produk yang dikembangkan.

Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil yaitu: (1) uji kevalidan dinyatakan valid berdasarkan skor kevalidan RPP adalah 3,32 dengan kriteria valid dan skor kevalidan LKS adalah 3,26 dengan kriteria valid, (2) uji kepraktisan dinyatakan praktis berdasarkan lembar angket respon siswa dengan skor 3,26 dengan kriteria praktis dan lembar observasi kegiatan siswa dengan skor  3,35 dengan kriteria praktis, serta lembar observasi kegiatan guru dengan skor 3,4 dengan kriteria praktis, (3) uji keefektifan berdasarkan hasil tes menunjukan 75% siswa dikelas mendapat nilai diatas KKM yaitu 70. Dengan demikian perangkat pembelajaran berbasis pendekatan saintifik model discovery learning pada materi trigonometri untuk kelas X dinyatakan valid, praktis, dan efektif.